![]() |
|
|
NEGARA dan rumah tangga yang aman, damai dan tentram itu terwujud dari rakyat yang berakhlak mulia.
Akan tetapi, fenomena sekarang menggambarkan bahwa banyak masyarakat kita yang mengalami krisis akhlak mulia, namun sebaliknya akhlak buruk yang banyak dipertontonkan bahkan secara tidak sengaja diajarkan pada generasi selanjutnya.
Oleh karena itu pendidikan akhlak sangat penting diberikan kepada anak sejak usia dini, dengan tujuan anak dapat mengetahui dan mengamalkan perbuatan yang baik yang harus dikerjakan baik itu perbuatan yang berhubungan dengan tuhan, sesama manusia dan lingkungannya.
Akhlak adalah tingkah laku yang dilakukan berulang kali. Akhlak dalam bahasa Arab berasal dari kata khuluk yang berarti tingkah laku, perangai, atau tabiat. Secara terminologi, akhlak adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh sesuatu keinginan secara mendasar untuk melakukan suatu perbuatan.
Pada masa anak usia dini atau masa keemasan sangat tepat untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan kemampuan anak terutama mengenai akhlak dan moral anak, keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan pada masa ini. Pengalaman yang keliru yang didapat anak sejak kecil akan berkontribusi terhadap prilakunya dimasa yang akan datang.
Dengan demikian, pendidikan akhlak terutama pendidikan akhlak islami wajib diberikan kepada anak sebagai modal menyogsong masa depan yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat.Pengertian akhlak dapat ditinjau dari dua segi yaitu dari segi bahasa dan istilah.
Menurut bahasa akhlak berasal dari kata bahasa Arab yaitu jamak dari khilqun atau khuluqun yang artinya budi pekerti, adat kebiasaan, perangai, muru'ah atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi'at. Adapun secara istilah, ibn Miskawaih secara singkat mengatakan akhlak adalah "sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan".
Lebih luas lagi imam al-Ghazali (1059-1111)mengungkapkan bahwa akhlak adalah: "Sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”.
Akhlak pada dasarnya mengajarkan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan Tuhan Allah Penciptanya, sekaligus bagaimana bagaimana seharusnya hubungan seseorang dengan sesama manusia.
Inti ajaran akhlak adalah niat kuat untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai denga ridha Allah.
Pendidikan akhlak bertujuan untuk membentuk prilaku dan kepribadian anak didik menjadi labih baik dan sesuai dengan ajaran agama. Hal ini sejalan dengan misi Rasulullah SA W. Dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Ahmad yang artinya: "Bahwasanya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan keluhuran budi pekerti. (HR. Ahmad). Karena dengan memiliki generasi yang berakhlak mulia kehidupan akan selamat dunia dan akhirat.
Amirul mukminin as mengatakan: "Seandainyapun kita tidak mengharapkan surga, tidak takut kepada panasnya api neraka, tidakmengharapkan pahala dan tidak merasa terancam dengan siksaannya, maka kita tetap harus memiliki akhlak yang mulia karena itu sangat membahagiakan".
Pendidikan akhlak yang baik juga dapat menyempurnakan iman seseorang seperti yang tertuang dalam hadist Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Turmudzi yang berbunyi: "orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang sempurna budi pekertinya". (HR. Turmudzi).
Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi faktor penghambat dalam pembinaan akhlak pada anak antara lain:
-1. Penguatan lingkungan yang islami: Meningkatkan lingkungan yang islami di sekitar anak, baik di rumah maupun di lingkungan sosialnya, dapat membantu dalam pembinaan akhlak.
-2. Kerjasama dengan orang tua: Melibatkan orang tua dalam pembinaan akhlak anak dapat menjadi strategi yang efektif. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk akhlak anak.
-3. Pemilihan model strategi pembelajaran yang inovatif: Guru dapat memilih dan menentukan model strategi pembelajaran yang inovatif untuk membina akhlak anak. Pendekatan inovatif dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pembinaan akhlak.
-4. Pendekatan ketauladanan: Memberikan teladan yang baik oleh guru dan orang tua dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk akhlak anak. Anak cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya, sehingga teladan yang baik sangat penting.
-5. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan: Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga dapat menjadi strategi dalam pembinaan akhlak anak. Kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk membentuk akhlak anak di luar jam pelajaran reguler.
Tujuan pendidikan akhlak diberikan kepada anak supaya dapat membersihkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Karena sebagai manusia yang memiliki jasmani dan rohani, maka jasmani dibersihkan secara lahiriah melalui fikih sedangkan rohani dibersihkan secara bathiniah melalui akhlak.
Orang yang memiliki batin yang bersih akan melahirkan perbuatan yang terpuji sehingga dengan perbuatan terpuji, maka akan melahirkan masyarakat yang saling menghargai dan hidup rukun serta bahagia dunia dan akhirat.
Akhlak diajarkan kepada anak juga betujuan agar anak mengetahui hal-hal yang baik yang dianjurkan untuk dilakukan dalam menajalakan hidup, dan mengetahui perbuatan yang tercela serta bahayanya yang akan merugikan bagi kehidupan anak.
Dengan demikian, anak akan mampu memilah hal yang mana yang boleh dilakukan dan yang man yang harus ditinggalkan atau dijauhi untuk kehidupan yang lebih baik. Secara singkat tujuan pendidikan akhlah adalah, mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa anak melalui pelajaran akhlak baik yang dilakukan di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
