![]() |
|
|
KREATIVITAS sangat diperlukan oleh seseorang dalam kehidupanya, agar dapat bertahan di tengah arus globalisasi. Agar seseorang dapat berpikir kreatif, maka kreatifitasnya perlu digali melalui pembinaan dan pelatihan.
Sebenarnya kreativitas telah diperoleh anak sejak dini melalui pendidikan formal di sekolah, maupun informal di dalam keluarga dan masyarakat. Namun, masalah yang muncul pada umumnya adalah kurangnya kontribusi keluarga dalam upaya merangsang daya kreatifitas anak.
Padahal keluarga merupakan tempat belajar yang pertama bagi anak. Masih ada anggapan bahwa keberhasilan pembelajaran anak Sekolah Dasar merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan sepenuhnya. Orang tua memiliki peran strategis dalam upaya pengembangan anak. Namun orang tua juga bisa jadi penghambat bagi anak jika tidak mendukung kreativitas anak.
Pada kegiatan pembukaan PKM PM Taman kreatif 2023 di SD N Pecarikan , pada hari Senin, 17 Juli 2023. Dihadiri oleh Sekertaris desa, seluruh guru, pemuda karang taruna dan volunteer. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas anak ,melalui 3 kelas kreatif yang berbasisis budaya nusantara, dengan tema Taman Kreatif Lampu Budaya.
Program ini mencakup 3 kelas kreatif berupa kelas talenta, kelas musik dan kelas seni rupa.Dalam setiap kelas terdapat mentor yang berkompeten di bantu oleh karang taruna dan volunteer dalam memimpin anak Desa Pecarikan. Seluruh kelas kreatif tersebut didesain untuk memberikan pelatihan kreatif yang berorientasi pada potensi lokal berbasis budaya Nusantara, yang kemudian akan diwujudkan dalam pameran karya yang inspiratif.
Program Taman Kreatif Lampu Budaya ini fokus pada tiga bidang: Pendidikan, Lingkungan, dan Budaya. Melalui pengembangan kreativitas yang mengutamakan potensi lokal berbasis budaya Nusantara, diharapkan anak-anak Desa Pecarikan dapat menjadi generasi muda abad ke-21 yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
PKM PM Taman Kreatif 2023 di SD N Pecarikan ini akan berlangsung selama dua bulan dengan kegiatan yang akan dilakukan dua hari dalam seminggu. Siswa dan Siswi SD N Pecarikan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, dan mengikuti kelas kreatif yang telah disediakan.
Diharapkan, melalui program ini, anak-anak Desa Pecarikan dapat mengembangkan potensi kreatif mereka, meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, dan mendorong kreativitas dalam memanfaatkan potensi lokal berbasis budaya Nusantara.
Dari kegiatan diatas dapat di pahami bahwa kreativas anak perlu di dukung dengan adanya kegiatan-kegiatan yang memacu kreatifitas anak, contohnya dengan melatih mengubah barang bekas menjadi barang yang bisa digunakan atau hiasan, membuat kerajinan tangan, memaksimalkan potensi atau hobi yang diminati anak.
Bagi Guru sendiri perlu mengadakan survey tentang hobi yang di gemari anak, agar ekstrakulikuler yang di adakan di sekolah sesuai dengan minat anak. Namun, tentu tidak cukup bagi Guru saja, Orang tua juga harus mengikuti kreatifitas dalam bidang yang diminati anak.
Contoh, ketika anak senang dalam sepak bola, orang tua malah menuntut agar senang musik dan seni. Hal tersebut yang dapat menghambat pertumbuhan kreativitas dalam diri anak. Walau pribadi anak tentang minat, kerajinan, kemalasan juga berpengaruh.
