Membangun Minat Baca Anak Usia Dini Menggunakan Buku Cerita Bergambar
--None--
Rabu, 10/01/2024, 15:43:28 WIB

MEMBACA  merupakan  sesuatu kegiatan yang penting untuk terus dikembangkan sejak anak usia dini dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Kegiatan ini dikenal sebagai literasi dan merupakan suatu indikator kemajuan generasi suatu bangsa. Membaca juga dikenal dengan jendela ilmu dengan kata lain. Sesering membaca buku menumbuhkan minat yang positif untuk diri anak tersebut.

Di sekolah sering melihat anak anak banyak bermain APE (alat permainan edukasi) didalam kelas maupun diluar kelas bersama teman-temannya bersendau gurau disaat jam istirahat mau sebelum jam istirahat, dibandingkan bermain dengan cara melihat lihat buku dongeng.

Perilaku tersebut mengurangi minat anak dalam membaca buku, walaupun kita tahu bahwa dunia anak usia dini dengan bermain. Walaupun dengan bermain anak harus diarahkan dengan minat membaca secara tidak langsung misalnya dengan membaca gambar dengan buku dongeng.

Banyak faktor minat baca pada anak usia dini masih kurang yang terjadi di sekolah, misalnya:Kurangnya figur guru dalam membaca diwaktu saat jam istirahat.Ruang pojok baca yang tidak nyaman. Kurangnya motivasi guru untuk kegiatan membaca sehingga anak anak berminat.

Buku bacaan yang tersedia kurang menarik, rusak dan kuno.Guru kurang variasi, Inovatif dalam menggunakan media pembelajaran.Guru kurang menguasai dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dikelas.kurangnya kerjasama antara keluarga dan sekolah.

Dalam hal ini peran guru sangat penting untuk mencari solusi dan tindakan yang tepat  dapat memotivasi anak bersemangat dalam minat membaca. Salah satunya metode bercerita dengan buku cerita bergambar dan itu bisa diterapkan dengan adanya pojok baca yang nyaman, dihiasi dengan cantik sehingga menarik anak anak untuk betah dan mau melakukan membaca buku.

Banyaknya gambar yang unik yang ditempel dinding, aneka tempat duduk yang nyaman,pencahayaan yang nyaman ,jauh dari kebisingan yang menimbulkan fokus anak berkurang. Dalam hal ini privasi anak dalam membaca sangatlah diprioritaskan anak akan merasa tenang dan nyaman saat membaca. Salah satu pojok baca merupakan tempat untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

Darmono (2001 ; 182) juga menyatakan bahwa minat baca adalah kecenderungan seseorang untuk mendorong melakukan sesuatu dengan cara membaca. Membaca untuk anak usia dini dilakukan dengan cara berbeda dengan usia anak SD, untuk anak usia dini dapat dilakukan dengan melalui dibacakan buku cerita.

Melalui membuka buku bacaan bergambar yang disukainya, menceritakan buku bacaan bergambar yang disukainya secara sederhana atau kegiatan lainnya. Membacakan cerita kepada anak juga merupakan praktik yang sangat efektif dalam mendukung minat baca mereka.

Membacakan cerita sejak usia dini membantu anak-anak mengembangkan keterampilan mendengarkan, memperluas kosakata mereka, dan membentuk imajinasi mereka. Melalui cerita anak-anak akan terlibat dalam dunia yang penuh dengan petualangan, pengetahuan, dan moralitas.

Membacakan cerita juga menciptakan momen yang akrab dan menyenangkan, guru membaca buku bergambar, cerita pendek yang sesuai dengan usia anak mereka. Hal ini tidak hanya akan membangun hubungan emosional yang kuat antara guru dan anak, tetapi juga akan membantu anak-anak mengembangkan minat baca yang kuat kesenangan membaca,

Kesadaran akan manfaat yang diperoleh serta mengubah pola pikir anak  dengan banyaknya waktu frekuensi  membaca dengan banyak sumber tidak  akan membosankan malah mengasikkan. Ada pepatah mengatakan “Membaca membuat impianmu penuh warna karena meningkatkan imajinasimu”. Moment tersebut akan selalu mengesankan pada diri anak hingga anak dewasa.

Kerjasama Antara Keluarga dan Sekolah Pentingnya upaya menciptakan kerjasama antara keluarga dan sekolah dalam mendukung minat baca anak-anak. Komunikasi terbuka antara orang tua dan guru sangat penting.

Orang tua dan guru dapat berdiskusi mengenai minat dan kebutuhan anak dalam membaca. Orang tua dapat membagikan informasi tentang minat baca anak di rumah, sementara guru dapat memberikan umpan balik tentang perkembangan minat baca anak di sekolah.

Dengan demikian, orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk menyusun strategi yang efektif dalam mendukung minat baca anak-anak.Diera yang serba gadget ini membaca merupakan hal yang dianggap tabu maka dari itu peran dari berbagai pihak sangatlah penting, peran kerjasama keluarga maupun sekolah sangat dibutuhkan untuk memupuk rasa suka membaca dan mengalihkan perhatian gadget.

Sebisa mungkin membuat jadwal untuk fokus membaca maupun bermain gadget. Sehingga akan ada banyak waktu untuk membaca disekolah maupun dirumah, anak membaca tidak perlu lama 15 -20 menit setiap hari dengan konsisten anak akan menjadi gemar membaca, karena kalau lama-lama anak akan cepat bosan.

Selain itu memumpuk minat membaca anak sangatlah penting untuk menjadikan anak gemar membaca, karena dengan membaca anak akan semakin banyak imajinasi dalam berfikir, sehingga anak akan mempunyai rasa ingin tahu yang lebih. Dengan membaca akan menjadi generasi yang lebih unggul untuk tahun yang akan datang.