Peran Penting Sarapan Pagi Bagi Proses Belajar Anak di Sekolah
--None--
Senin, 01/01/2024, 23:43:58 WIB

SARAPAN pagi merupakan faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar siswa di sekolah.

Makan pagi atau sarapan pagi mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi siswa sekolah, karena dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran di sekolah, sehingga prestasi belajar menjadi baik. Sarapan menyumbangkan energi sebesar 25% dari kebutuhan gizi sehari.

Glukosa merupakan bahan bakar otak sehingga dapat membantu dalam mempertahankan konsentrasi, meningkatkan kewaspadaan, dan memberi kekuatan untuk otak. Namun, masih banyak siswa yang tidak membiasakan sarapan pagi sebelum ke sekolah.

Kebiasaan mengabaikan sarapan pagi mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup, sehingga menurunkan status gizi dan akhirnya kembali mempengaruhi proses belajar siswa.

Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, membiasakan sarapan termasuk salah satu dari 10 pesan umum yang terdapat dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Pesan ini berlaku untuk masyarakat umum dari berbagai lapisan yang dalam kondisi sehat.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyebutkan bahwa sebanyak 16,9% - 50% anak usia sekolah dan remaja, serta rata-rata 31,2% orang dewasa di Indonesia tidak biasa sarapa. 

Sebanyak 26,1% anak sekolah hanya mengonsumsi minuman saat sarapan seperti air putih, susu, atau teh dan 44,6% mengonsumsi sarapan berkualitas rendah mutu sarapan penduduk Indonesia masih rendah karena masih banyak anak yang tidak terbiasa sarapan sehat.

Manfaat dari sarapan selanjutnya adalah menjadi sumber energi bagi otak sehingga meningkatkan fungsi kognitif dan konsentrasi. Sebaliknya jika tidak sarapan maka fungsi kognitif otak berkurang.Glukosa dari karbohidrat menjadi energi bagi otak.

Dengan sarapan otomatis membuat otak berfungsi dengan baik dan bagi siswa-siswa atau pelajar membantu meningkatkan kecerdasan memori mata pelajaran yang didapat. Selain itu, sarapan juga mampu menjaga suasana hati atau mood. Sarapan menjadi bahan energi yang membuat kondisi otak segar sehingga menjadikan mood bagus.

Sebaliknya jika berada dalam kondisi lapar menjadikan otak lelah dan memengaruhi mood saat belajar atau beraktivitas menjadi lesu ataupun mudah emosi. Sarapan dapat mencegah penyakit maag.

Sebab, dengan sarapan lambung akan terisi makanan yang akan menetralisir asam lambung. Apabila lambung kosong terlalu lama akan meningkatkan asam lambung dan jika ini terus dibiarkan akan memicu mual dan muntah.

Oleh karena itu, siswa hendaknya  tidak melewatkan sarapan pagi. Sebab, tidak hanya berpengaruh pada tubuh dan otak dalam jangka pendek, tetapi ada ancaman jangka panjang yang mengintai jika terlalu sering mengabaikan sarapan.

Orang yang sering melewatkan sarapan lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner. Apabila seseorang memiliki jantung koroner, lebih berisiko terhadap serangan jantung.

Selain itu, kebiasaan melewatkan sarapan akan memicu obesitas yang akan memicu munculnya penyakit-penyakit lainnya. Tidak sarapan menjadikan maka tingkat lapar tinggi dan akan makan dengan kalap dalam porsi yang tidak terkontrol di siang atau malam harinya.

Selain itu, kecenderungan makanan yang dipilih adalah makanan cepat konsumsi yang tinggi lemak yang akan memicu diabetes, darah tinggi, serta serangan jantung. Risiko lain adalah terkena kanker. Sebab, dengan melewatkan sarapan akan menyebabkan keseimbangan metabolisme dalam tubuh..

Melewatkan sarapan bisa menurunkan fungsi otak. Penurunan fungsi kognitif yang biasanya terjadi salah satunya demensia. Dengan demikian sarapan harus dipertahankan sebagai sebuah kebiasaan dan juga diperbaiki karena dampaknya akan terasa dalam jangka panjang.

Hal tersebut menjadian rentan terhadap masalah kesehatan yang berhubungan dengan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Begitu pentingnya sarapan bagi Siswa, mendorong kita lebih memperhatikan bagi Siswa di sekolah, karena hal ini secara langsung akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran.

Keberhasilan proses pembelajaran juga ditentukan oleh kondisi fisik dan psikis Siswa. Dengan demikian memberikan perhatian terhadap sarapan Siswa akan mempengaruhi proses belajar mereka.