![]() |
|
|
PENDIDIKAN anak sangat penting untuk diperhatikan, peran pertama dalam pendidikan yaitu orang tua, kepribadian anak terbentuk karena didikan dari orang tua. Bukan orang tua saja yang berperan dalam pembentukan karakter anak. Lembaga Pendidikan juga membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Selain pendidikan, anak perlu diperhatikan dalam hal kekreatifan atau bakat yang dimiliki. Usaha untuk mengetahui dan mengerti bakat anak yaitu dengan mengamati bidang apa yang disukai. Peran orang tua disini mengembangkan bakat anak dengan memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan yang diminati anak.
Membicarakan tentang kekreatifan, generasi muda milenial pada era globalisasi sekarang lebih tertarik pada gawai atau media digital lainnya. Hal itu yang menghambat tidak terlihatnya bakat anak. Cara mengatasi supaya kekreatifan dapat dikembangkan, orang tua melakukan suatu kegiatan yang dapat menarik perhatian anak namun tetap mengikuti perkembangan zaman pada era digital.
Pada lembaga pendidikan untuk peningkatan kreatif peserta didik sekarang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dimana peserta didik lebih ditekankan pada pengembangan aspek keterampilan dan karakter sesuai nila-nilai bangsa. Yang ditandai dengan Surat Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 022/H/KR2023 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2023/2024 menyebutkan lebih dari 105 ribu sekolah telah mengimplementasikannya.
Didalam Kurikulum ini terdapat kegiatan peserta didik yang dinamakan P5, yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Peserta didik diharapkan dapat melakukan Investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang kemudian dapat menghasilkan aksi/produk. Dengan kegiatan ini kekreatifan peserta didik dapat dikembangkan.
Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi. Penerapan P5 didasarkan pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengalami pengetahuan, yang ditegaskan KI Hajar Dewantara bahwa anak-anak harus didekatkan hidupnya kepada kehidupan rakyat supaya merekan bisa mengalami dari penetahuan yang mereka dapat.
Kegiatan P5 memiliki tema gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, bhineka tunggal ika, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi, berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI, kewirausahaan, kebekerjaan dan budaya kerja (untuk SMA/SMK).
Kurikulum dapat dikatakan berjalan selaras apabila mempunyai nilai budaya yang dapat merangsang potensi dan kelebihan peserta didik agar berkarakter dan mencerminkan nilai budaya dan berkarakter global. Pelestarian budaya menjadi isu yang rumit untuk mendapat perhatian dari pemerintah.
Kebijakan pemerintah yang diambil salah satunya dengan program P5 tema kearifan lokal, yang bertujuan peserta didik dapat membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar serta perkembanganya.
Dampak negatif era globalisasi menjadi tantangan pada perkembangan nilai-nilai kearifan lokal. Banyak budaya barat yang masuk ke Indonesia sehingga budaya yang ada di Indonesia luntur dan sudah mulai hilang. Usaha yang dilakukan untuk menjaga kearifan lokal dimulai dari generasi muda, karena generasi muda lah yang akan membawa kemajuan negara. Namun dalam menjaga kearifan lokal juga tetap mengikuti perkembangan zaman di era global.
Kearifan lokal sendiri memiliki arti suatu pandangan hidup dan pengetahuan serta strategi kehidupan yang berwujudkan aktivitas oleh masyarakat lokal dalam menjawab seluruh masalah dalam memenuhi kebutuhan mereka. Kearifan lokal juga merupakan kekayaan budaya masyarakat suku-suku bangsa yang punya potensi luar biasa.
Penerapan pada peserta didik berkearifan lokal dapat dilakukan dengan membiasakan berbahasa daerah setiap hari, memperkenalkan kepada peserta didik tentang adat dan budaya yang ada di daerah setempat. Juga mengenalkan tentang cagar budaya seperti batik, pakaian adat, keris dan cagar budaya lainnya yang harus dilestarikan dan dijaga.
Salah satu contoh penerapan P5 pada kearifan lokal di daerah Kabupaten Purworejo, dapat mengajarkan kepada peserta didik tentang tari Dolalak, karena tari Dolalak merupakan cagar budaya di Kabupaten Purworejo yang harus dilestarikan.
Selain tarian, cagar budaya di Purworejo yang bisa diperkenalkan kepada pesrta didik yaitu berkunjung ke Museum Tosan Aji, berwisata kuliner tentang makanan khas yang ada di Purworejo seperti buah manggis, durian, clorot, dan makanan yang lainnya.
Dengan demikian pendidikan pada anak tidak hanya tentang pengajaran pada pengetahuan, namun juga praktik dalam menghadapi kondisi lingkungan masyarakat disekitar mereka. Pada kurikulum merdeka peserta didik ditekankan pada pengembangan aspek keterampilan yang menjadikan anak lebih kreatif dan membantu anak dalam mencari jati diri mereka.
Mengembangkan kreatif anak dengan tetap berkearifan lokal, tidak meninggalkan budaya yang ada. Mengenalkan cagar budaya tidak hanya dikalangan remaja atau dewasa saja, namun dimulai sejak dini supaya pelestarian budaya tetap terjaga keutuhannya.
