Menanamkan Perilaku Kebersihan Kepada Anak Sejak Usia Dini
--None--
Minggu, 31/12/2023, 21:13:10 WIB

DATA sistem informasi pengelolaan sampah nasional atau SIPSN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK tahun 2023, hasil input dari 202 kabupaten atau kota se Indonesia menyebut jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton.

Data total produksi sampah nasioanal tersebut mecapai 65.71 % atau 13.9 juta ton dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% atau 7,2 juta ton belum terkelola dengan baik. Sedangkan  data dari Kepala Bidang Pengelola Persampahan dan Keanekaragaman Hayati atau PPKH, DLH Kabupaten Purworejo , Slamet, mengatakan tiap hari ada sebanyak 65 ton sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sampah atau TPAS.

Gunung Tumpeng Jetis atau TPA Jetis dan langkah tersebut perlu diambil karena volume sampah harian yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sudah sangat tinggi. Untuk mengulas keprihatinan dan permasalahan ini anak sejak dini dapat menghasilkan buah piker untuk membuat inovasi penanganan sampah melaui program P5 atau projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pengeloaan sampah anorganik tersebut dapat berupa atau dijadikan gaun karnaval atau budidaya magot ataupun mainan anak yang mungkin dapat menyangkut adapun sebagian pengolahan sampah plastik dengan dibersihkan, dikeringkan dan disimpan untuk didaur ulang. Hal ini juga dapat diterapkan pada anak sejak dini untuk melatih atau belajar menjaga kebersihannya untuk lebih tau cara mengelola sampah dengan baik.

Dan untuk sampah organik atau sisa-sisa makanan bisa disalurkan untuk pemberian pakan magot yang juga menjadi salah satu program P5, dengan melalui program ini daya magot juga merupakan usaha agar tidak ada sisa sampah organic dilingkungan sekitar.

Selain itu, dengan adanya pengelolaan dan pengenalan serta penyaluran sampah terhadap anak juga dapat mengenalkan berbagai macam kreatifitas yang dapat menambahkan wawasan pengalaman dalam keberagaman karakteristik pada anak. Sebuah kreasi menarik diperlihatkan dari pawai karnaval di kecamatan Tirtomoyo, kabupaten wonogiri, Minggu (20/8).

Seekor naga dengan penampilan yang tidak biasa tampak meliuk-liuk disepanjang perjalanan yang ternyata dirangkai dari puluhan botol air mineral cukup besar dan berbagai macam sampah lainnya. Naga sampah itu hasil kreasi dari para guru, murid dan orang tua SD 3 Sukoharjo, Tirtomoyo.

Disisi lain ternyata juga membuat kostum batik karnaval yg terbuat dari sampah. Adapun kostum tari garuda yang sayapnya terbuat dari sampah plastik dan kardus. Naga yang terbuat dari sampah itu menjadi wahana edukasi mengenai pentingnya mengelola sampah. Dalam  program P5 tahun ini mengusung tema mengelola sampah anorganik menjadi bermanfaat. Naga sampah ini juga merupakan sarana edukasi mengenai pengelolaan sampah anorganik.

Dalam strategi tersebut seorang anak sudah memasuki pengetahuan dasar yang akan berdampak besar akan suatu hal. Oleh karena itu kita ingin mengajarkan pada anak sejak dini mengenai nikmatnya hidup bersih dan sehat serta dapat dijabarkan apa manfaat yang bisa didapatkan ketika anak mau mengamalkannya.

Disini anak akan lebih percaya dengan bukti nyata yang terlihat didepan mata dari pada kata yang sering terucap. Konsep perilaku hidup bersih dan sehat ini juga dapat diterapkan disekolah maupun dilingkungan sekitar yang dapat memberikan pemahaman bahwa ketika anak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan yang berdampak baik untuk diri sendiri dan lingkungan.

Harapan melalui program P5 tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar dan dapat memberikan bekal bagi anak sejak dini untuk bisa menjadi pecinta lingkungan yang sehat, bersih dan bahagia. Karena jika sampah bisa diolah dengan baik dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri dan dapat menghasilkan keuntungan.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa Allah sangat menyukai kebersihan. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan dirinya”. Dalam hal ini sudah jelas, bahwa seluruh umatnya diperintahkan untuk menjaga kebersihan.