Mengoptimalkan Peran Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Anak
--None--
Selasa, 26/12/2023, 15:49:20 WIB

PEMBENTUKAN karakter pada anak menjadi hal yang sangat penting, apalagi di era milenial pada saat ini.

Keluarga menjadi figur utama dalam pembentukan karakter sebelum anak mulai melangkah lebih maju untuk mengikuti perkembangan zaman. Dan keluarga menjadi tempat sekolah pertama bagi anak, sebelum ia mulai menginjak ke pendidikan formal seperti sekolah-sekolah pada umumnya.

Menurut hasil penelitian Latifah (2020) menyatakan, bahwa pembentukan karakter anak usia dini membutuhkan peran penting dari pola asuh orang tua dimana pola asuh adalah pilar utama pendidikan anak usia dini.

Dan Firmansyah (2019) menyatakan, bahwa keluarga merupakan agen sosialisasi anak untuk pertama kalinya dengan nahkodanya adalah orangtua.

Dari kedua pandangan tersebut dapat disimpulkan, bahwa keluarga menjadi aset penting dalam pembentukan karakter anak mulai dari usia dini. Dimana keluarga menjadi pilar utama yang mempunyai peran penting dalam menerapkan pola asuh, atau parenting yang tepat kepada sang anak hingga terbentuknya pribadi anak yang positif.

Keluarga menjadi lingkungan belajar pertama oleh anak, sehingga karakter pada anak bisa dibilang masih mudah untuk dibentuk karena karakter pada anak yang belum terpengaruhi oleh lingkungan luar. Sehingga di dalam fase pertama pendidikan karakter ini, tentu saja peran keluarga memiliki manfaat yang cukup besar.

-Pertama, di dalam lingkungan keluarga anak-anak mengetahui kunci kehidupan yang pertama dan yang utama dalam kehidupan seperti nilai religiusitas, kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan sikap peduli dan rasa kasih sayang terhadap sesama.

Di dalam keluarga, orang tua mengajarkan nilai-nilai tersebut yang kemudian dapat diteladani oleh anak. Sehingga anak mulai mengerti nilai-nilai religius, kejujujuran, tanggung jawab dan lain sebagainya karena pengaruh dari peran keluarga ini.

-Kedua, di dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkungan keluarga, anak tentu saja akan meniru perilaku dari orang tua dan anggota keluarga lainnya. Sehingga peran keluarga akan lebih terimplementasikan dengan memberikan contoh atau penerapan yang baik dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Perlakuan tersebut akan dijadikan objek belajar langsung oleh anak dan anak akan lebih memahami dan mudah mengingatnya, karena dilakukan terus menerus dalam kehidupan sehari-hari.

-Ketiga, keluarga adalah tempat dimana anak belajar bersosialisasi dengan baik, dan cara komunikasi dengan baik.

Orang tua dapat mengajarkan bagaimana berbicara dengan sopan dan santun, menghormati pendapat orang lain, menjadi pendengar yang baik, belajar bernegoisasi, menyelesaikan masalah dan bagaimana pengambilan keputusan yang baik ketika di lingkungan keluarga.

Sehingga, saat anak mulai keluar dari lingkungan keluarga, anak dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bersosialsasi dengan orang lain dan cara menghadapi masalah-masalah yang tentunya akan dia alami di dalam kehidupannya.

Namun, di dalam pengimplementasian itu, tentu saja terkadang keluarga memiliki hambatan-hambatan tersendiri, dimana keluarga tidak bisa mengoptimalkan peran tersebut karena beberapa alasan.

Terkadang, orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri dan tidak melihat tumbuh kembang anaknya dengan baik, dan terkadang hubungan orang tua dan anak yang tidak begitu dekat dapat menimbulkan kesenjangan-kesenjangan dan tantangan-tantangan tersendiri di dalam keluarga. Sehingga, dinamika tantangan tersebut dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak yang tidak optimal.

Untuk mengatasi tantangan ini, keluarga perlu menjadi garda terdepan dalam proses pembentukan karakter anak mulai dari usia dini. Sangat penting bagi keluarga untuk mengimplementasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Hal pertama dalam mengatasi tantangan ini, yaitu keluarga perlu melakukan pendekatan kepada anak sehingga dalam proses pengimplementasian ini anak akan mudah menerima ajaran-ajaran tersebut.

Hal kedua, Selalu berusaha melibatkan anak dalam rutinitas keluarga mulai dari hal yang terkecil sampai yang terbesar. Seperti, keluarga perlu melibatkan anak dalam kegiatan rumah tangga, yang mendorong nilai-nilai kerja sama, tangggung jawab dan peduli dengan orang lain. Hingga ke hal yang lebih besar seperti mendorong anak untuk ikut mengambil keputusan terhadap masalah-masalah yang ada di keluarga.

Penting untuk orang tua dalam menyediakan waktu mereka untuk berkomunikasi dan memahami perasaan anak, mendengarkan keluh kesah anak, serta memberikan bimbingan yang positif.

Agar, dimasa yang akan datang anak dapat tumbuh dengan karakter yang baik dan di dalam kehidupan sosial bermasyaakatnya anak akan lebih mudah bersosialisasi dan menjadi pribadi yang disenangi orang lain.