![]() |
|
|
SALAH satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan adalah teknologi. Karena teknologi akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Dalam bidang teknologi, masyarakat sudah banyak mendapatkan manfaat positif dari teknologi. Namun demikian yang awalnya diciptakan untuk memberikan manfaat positif justru banyak kemungkinan akan digunakan untuk hal yang negatif (Fajar & Machmud, 2020).
Media Sosial (Medsos) merupakan sebuah tempat untuk melakukan aktifitas bersosialisasi berbaur dan bergabung dengan orang lain. Kata media sosial menjadi populer ketika Facebook dan Twitter mulai dikenal oleh kalangan pengguna internet, hal ini yang kemudian membuat media sosial dan internet menjadi tidak terpisahkan.
Tidak heran, jika mendengar kata media sosial maka pikiran orang orang tentu akan langsung tertuju pada Internet Facebook, Twitter, Instagram, Blogging, Youtube dan semua fasilitas-fasilitas lainnya yang menjembatani hubungan dan interaksi antara manusia (Anwar, 2017)
Beberapa dampak positif penggunaan media sosial pada anak sekolah dasar yaitu sebagai alat komunikasi antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar, dapat memperluas jaringan sosial anak-anak, membantu mereka belajar berinteraksi dengan teman sebaya secara virtual.
Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, pembelajaran dikemas secara menarik dan tidak menoton seperti pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, siswa dan guru menjadi lebih memahami dan meningkatkan penggunaan media sosial dan teknologi yang semakin canggih dengan lebih mudah.
Sedangkan dampak negatifny paparan berlebihan terhadap media sosial dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi pada anak-anak, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar dan tugas sekolah anak-anak.
Risiko eksposur terhadap konten yang tidak sesuai atau berbahaya bagi usia anak dapat menjadi masalah serius, penggunaan media sosial pada anak sekolah dasar membawa tantangan tersendiri yang memerlukan perhatian dan tindakan bijak dari orang tua dan pendidik.
Gangguan pada Waktu Belajar, anak-anak dapat teralihkan oleh media sosial mengakibatkan gangguan pada waktu belajar dan penyelesaian tugas sekolah. Konten tidak sesuai, risiko terpapar konten tidak sesuai atau berbahaya yang dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Risiko kesehatan mental, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
Menetapkan batasan waktu harian untuk penggunaan media sosial membantu memastikan bahwa anak tetap fokus pada waktu belajar dan aktivitas sekolah, keterlibatan aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas online anak dapat membantu melindungi mereka dari konten yang tidak sesuai, mendorong anak untuk mengembangkan keterampilan kritis dalam menilai informasi dan konten online membantu mereka memahami perbedaan antara informasi yang baik dan tidak baik.
Media sosial memiliki banyak manfaat dalam dunia pendidikan bagi siswa Sekolah Dasar. Namun, peran guru sangat penting dalam mendidik dan mengontrol siswa agar menggunakan media sosial secara positif, seperti untuk pembelajaran dan hiburan yang bermanfaat.
Orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi anak-anak dalam menggunakan media sosial, membimbing mereka dalam manajemen waktu, dan memastikan bahwa kehidupan nyata tidak terlupakan. Pengawasan dan pendidikan terhadap anak-anak dalam penggunaan media sosial sangat krusial untuk mencegah eksposur terhadap konten negatif dan mencegah siswa menjadi malas dalam belajar.
