Masalah Semangat Dan Motivasi Belajar Siswa
--None--
Rabu, 29/11/2023, 13:21:18 WIB

PENDIDIKAN merupakan satu instrumen utama pembangun suatu bangsa. Banyak negara di dunia membuktikan kemajuan yang mereka alami karena faktor penidikan. Cita cita bangsa Indonesia untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa” masih menjadi harapan dalam 78 tahun lebih usia kemerdekaan Indonesia.

Segelintir masalah masih sering terjadi dalam dunia pendidikan, seperti halnya masalah rendahnya semangat dan motivasi belajar yg masih menjadi masalah bagi beberapa siswa di Indonesia. Masalah ini disadari namun masih banyak dari beberapa guru maupun orang tua wali murid belum menyadari apa yang dibutuhkan untuk anak-anak mereka.

Motivasi belajar menurut Sadirman (2018:75) adalah Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Menurut Afifudin (dalam Ridwan, 2008) mengemukakan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang mampu menimbulkan kesemangatan atau kegairahan belajar. Dan menurut M.Dalyono (2009:57) motivasi belajar adalah suatu daya penggerak atau dorongan yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan suatu pekerjaan yaitu belajar.

Putus sekolah dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) masih menjadi fenomena yang belum terselesaikan. Per 2019 hingga 2022, angka putus sekolah meningkat mulai dari jenjang lebih rendah hingga jenjang lebih tinggi. Secara rinci, angka putus sekolah jenjang SD mencapai 0,13 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 0,12 persen.

Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) terus berupaya menjawab tantangan penanganan masalah putus sekolah demi keberlangsungan Indonesia. Alasan terbesar para siswa adalah pengaruh lingkungan yang tidak baik, kurangnya motivasi belajar, dan faktor keluarga yang tidak harmonis.

Pada dasarnya motivasi sangat penting bagi siswa terutama pada siswa bangku sekolah dasar. Secara dasar mereka mampu diberi motivasi dan semangat melalui guru dan orang tua dirumah maka dari itu berikan pelatihan atau kecakapan hidup yang terkait minat siswa.

Oleh karena itu sekarang dengan adanya kurikulum baru atau bisa disebut kurikulum merdeka mampu mengatasi permasalahan minat pada siswa. Dalam kurikulum merdeka siswa memiliki kebebasan untuk menentukan jalan belajarnya sendiri. Hal ini dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka dapat mempelajari sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Namun dengan adanya hal ini memiliki dampak negatif tersendiri karna dapat menurunkan kualitas pendidikan jika tidak dilaksanakan dengan baik. Siswa mungkin memilih fokus pada minat dan bakat mereka, tetapi mereka mungkin kehilangan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mata pelajaran yang lebih penting. Tetapi pada sisi negatif kita juga bisa ambil sisi positif nya karena dengan adanya kurikulum merdeka mampu menambahkan semangat dan motivasi belajar bagi siswa.

Kita sebagai tenaga pendidik juga memiliki peranan penting untuk mendorong siswa memilih minat dan bakat yang akan mereka pilih. Memberikan edukasi, karena pilihan siswa bisa berdampak untuk masa depan cerah. Dengan adanya pilihan ini siswa juga dapat terjun langsung melalui praktikum dan memudahkan siswa mengetahui tahapan-tahapan untuk masa depannya.

Kita sebagai orang tua juga harusnya mendukung apa yang anak-anak kita pilih dengan memberikan arahan agar anak-anak dapat menentukan pilihan yang jelas dan mampu merubah semangat anak yang semula kurang menjadi lebih bersemangat lagi untuk belajar.