Budi Daya Tanaman Tomat Di Lahan Terbatas
--None--
Rabu, 29/11/2023, 13:14:04 WIB

KEBUTUHAN masyarakat Indonesia akan tanaman hortikultura sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk sehingga terjadi peningkatan kebutuhan. Salah satu jenis hasil tanaman hortikultura yang disukai oleh masyarakat adalah Tomat.

Tomat (Solanum lycopersicum L) memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat pada keunggulan-keunggulannya dalam memenuhi beberapa fungsi penting kehidupan.

Fungsi-fungsi tersebut, antara lain fungsi pemenuhan kebutuhan pangan, fungsi pemenuhan kebutuhan ekonomi, fungsi kesehatan, dan fungsi estetika. Selain itu, tomat juga memiliki keunggulan pada jangkauan persebarannya. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis hingga daerah sub-tropis tanpa harus bergantung pada musim tanam.

Dari tahun ke tahun, permintaan pasar terhadap tomat semakin meningkat, sedangkan produktivitas tomat belum mampu menyeimbangkan peningkatan tersebut. Produktivitas tomat perlu lebih ditingkatkan lagi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tomat, mulai dari perbaikan teknis budi daya tomat hingga perlakuan pascapanen.

Cara menanam tomat dalam pot/polybag dapat menjadi solusi dalam memanfaatkan lahan yang sempit. Hal yang perlu dipersiapkan adalah:

Pemilihan benih sangat menentukan produksi, oleh karena itu perlu seleksi varietas yang akan ditanam, dan sesuaikan lokasi budidaya dengan varietas yang akan ditanam terutama kondisi iklim dan ketinggian tempat.

Benih tomat yang sudah diseleksi selanjutnya harus disemai terlebih dahulu. Penyemaiaan dapat dilakukan di dalam polybag atau nampan dengan media persemaian berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Tempat persemaian harus terlindungi dari hujan agar tidak merusak benih yang masih lemah  dan sinar matahari secara langsung.

Penyiraman media dilakukan sebelum benih disemai agar media semai tidak menjadi padat dan benih tidak tenggelam dalam media persemaian. Setelah benih ditanam, benih ditutup tipis dengan media dan dilakukan penyiraman ulang.

Persemaian disarankan ditutup selama 3-5 hari saat perkecambahan awal. Penyiraman benih yang disemai dilakukan 2 kali sehari, jangan sampai merusak permukaan persemaian.

Pemupukan tambahan dapat diberikan setelah 2 minggu dengan pupuk cair organik/kompos/ NPK. Penyiangan dilakukan agar gulma tidak sampai tumbuh di area persemaian. Bibit tomat dapat dipindahkan  dari persemaian ke dalam pot setelah 21-30 hari atau sudah memiliki minimal 5 helai daun.

Sebelumnya dipersiapkan media tanam dalam pot yang berisi tanah, arang sekam, kompos dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1. Bibit dicabut, dengan cara menyiram persemaian dengan air supaya media tanah menjadi lunak. Lalu cabut tanaman tomat, jangan sampai akar tanaman putus atau rusak.

Selanjutnya tanaman dimasukkan kedalam pot yang telah berisi media tanam. Posisi akar tegak lurus jangan sampai bengkok. Untuk bibit dalam polybag semai, sobek polybag semai kemudian dipindahkan bersama tanah ke dalam pot.

Pemeliharaan tanaman tomat relatif lebih mudah, jangan sampai media tanam menjadi kering, siram 2 kali sehari namun jangan terlalu basah agar akar tidak busuk. Penyiangan gulma yang terdapat dalam pot dilakukan secara teratur. Bila ada tanaman layu atau mati, dicabut segera dan buang agar tidak menular ke tanaman lain.

Pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang buah. Pemberian pupuk tanaman dilakukan setelah 1 minggu dengan kompos sebanyak satu genggam/pot. Penambahan pupuk kompos dilakukan setiap bulan atau bila terlihat tanaman kurang subur. Bila tanaman akan berbuah ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair

Tanaman tomat dalam pot dapat dipanen setelah 3 bulan tanam, tergantung dari varietasnya. Ciri-ciri tanaman tomat yang akan panen perubahan warna pada buah tomat dari warna hijau ke kuning-kuningan. Pemetikan dilakukan pada buah yang telah matang saja. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari saat matahari tidak terlalu terik.

Konsumsi rata-rata tomat per kapita per tahun bagi penduduk perkotaan cenderung lebih tinggi dari penduduk pedesaan. Walaupun kuantitasnya tidak terlalu besar, jumlah konsumsi rata-rata per tahun di daerah pedesaan menunjukkan adanya peningkatan. Secara umum, tingkat konsumsi tomat menunjukkan peningkatan sejalan dengan peningkatan tingkat pengeluaran.

(Nabila Azmi Apri Aninda adalah Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Karangjati Kalierang, Bumiayu, Brebes. Email: nabilaazmi193@gmail.com)