![]() |
|
|
DEDAK padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dengan memliki kualitas yang bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Dedak padi (rice bran) merupakan sisa dari penggilingan padi, yang dimanfaatkan sebagai sumber energi pada pakan ternak dengan kandungan serat kasar berkisar 6-27% (Putrawan dan Soerawidjaja, 2007).
Dedak padi digunakan sebagai pakan ternak, karena mempunyai kandungan gizi yang tinggi, harganya relatif murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya tidak bersaing dengan manusia.
Unggas adalah sejenis hewan ternah kelompok dari sejenis burung yang akan dimanfaatkan daging telur dan bulunya. Pada umumnya hewan ini termasuk bagian dari kelompok ordo gallifermos dan anserifornes memiliki bentuk tubuh seperti ayam atau seperti bebek.
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2023, Peternak adalah orang perseorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang melakukan usaha peternakan. Sedangkan Petani adalah warga negara Indonesia perseorangan dan/atau beserta keluarganya yang melakukan usaha tani di bidang Tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan.
Desa Adisana adalah salah satu kelurahan yang berada di Bumiayu. Yang termasuk dalam kelurahan Adisana adalah Blere, Gelempang, Karang pucung, Adisana, Dukuh kweni, Baruamba, Sidamukti. Sebagian besar penduduk Kelurahan Adisana memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang.
Secara geografis kelurahan Adisana terbagi menjadi dua bagian, bagian pertama wilayah yang berada di dataran rendah: Dukuh Blere, Gelempang, Adisana sebagian besar masyarakat di desa ini hidup dari bertani. Bagian yang berada di dataran tinggi adalah Karang pucung, Dukuh Kweni, Baruamba, Baruuntung, Sidamukti sebagian besar memiliki profesi berdagang dan berternak.
Faktor penyebab menurunnya ketersediaan dedak didesa di antaranya adalah pertama, perubahan pola tanam dan pangan. Dedak semakin langka karena perkembangan pertanian modern dan beralihnya petani ke tanaman pangan komersial. Kedua, urbanisasi.
Urbanisasi mengakibatkan lahan pertanian berkurang, sehingga produksi dedak menurun. Ketiga, pasar yang menguntungkan. Permintaan tinggi dari industri makanan dan pakan ternak komersial membuat dedak semakin sulit diakses oleh peternak lokal.
Untuk menanggulangi dampak yang telah timbul maka diperlukan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan dedak seperti misalnya : memperluas akses ke teknologi pertanan modern, memberikan bantuan keuangan dan pelatihan bagi peternak lokal dan mendorong kerjasama antara petani, peternak, dan industri pakan ternak.
Terdapat beberapa alternatif pakan untuk menggantikan dedak pada unggas yaitu:
-1. Jagung : Mudah ditemukan dan harganya terjangkau, -2. Bekatul : sumber serat yang baik tetapi kurang mengandung nutrisi, -3. Konsentrat : makanan kaya nutrisi namun harganya lebih mahal, -4. Pakan Ternak Komersial : mudah didapat tetapi mahal dan mengandung bahan kimia.
Menurunnya ketersediaan dedak dalam skala nasional maupun lokal di desa-desa dipicu oleh perubahan pola tanam dan urbanisasi. Untuk itu masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan mendukung peternak lokal, pemerintah perlu mengembangkan program bantuan dan pelatihan untuk peternak.
Dan diperlukan juga upaya pengembangan teknologi yang ramah lingkungan agar pendapatan peternak bisa meningkat serta pengangguran menurun, karena bertambahnya pekerjaan di sektor peternakan.
(Nandira Putri Lestari adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Prodi Manajamen Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)