Pemerataan Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Inggris Di Sekolah Dasar
--None--
Kamis, 23/11/2023, 23:48:10 WIB

Ilustrasi/Istimewa

SEJUMLAH media mencatat pemberitaan peniadaan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar negeri Indonesia. Sementara, pembelajaran Bahasa inggris masih sangat diperlukan Penelitian Data dikumpulkan dengan Teknik convenience sampling melalui penyebaran angket yang berbasis digital dan disebarluaskan melalui sosial media.

Hasil penelitian ini mengungkap 84% SD masih mengadakan pembelajaran Bahasa Inggris. 72% dari 84% pembelajaran Bahasa inggris masih sangat diperlukan. Untuk mengetahui sejauh mana fokus pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar di Indonesia.

Setiap sekolah dapat menentukan kebijakan untuk beberapa mata pelajaran termasuk di antaranya mata pelajaran bahasa inggris. Oleh karena itu sebaiknya semua sekolah dasar diindonesia mewajibkan adanya pembelajaran Bahasa inggris karena untuk mempermudah pengetahuan anak kedepannya.

Kurikulum di Indonesia mengalami perubahan dan pada dasarnya perubahan berguna untuk peningkatan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik. Berbicara kurikulum  tidak terlepas dengan mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang sistem pendidikan, salah satunya adalah mata pelajaran bahasa Inggris Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiah. 

Sejak bahasa Inggris dimasukkan ke dalam ranah muatan lokal, hampir semua sekolah-sekolah baik itu sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta serta TK berlomba-lomba untuk melaksanakan atau menerapkan bahasa Inggris, sehingga bahasa Inggris mengalami perkembangan yang sangat cepat.

Bahasa inggris telah lama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di Indonesia yang pada awalnya hanya diberikan pada jenjang pendidikan  yang lebih tinggi, namun seiring berjalannya waktu  kebutuhan sekaligus popularitas bahasa inggris semakin meningkat yang mengakibatkan kurikulum tentang pengajaran bahasa inggris pun berubah. 

Dengan tujuan untuk memperbaiki kemampuan dan penguasaan bahasa inggris bagi  peserta didik, akhirnya pemerintah mulai mengenalkan pelajaran bahasa inggris pada  jenjang pendidikan yang lebih rendah yaitu pada jenjang pendidikan dasar. Akhir-akhir  ini, baik swasta maupun negeri, yang melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris. 

Bahkan SD favorit yang dikelola oleh  yayasan, hampir semuanya melaksanakan  pembelajaran Bahasa Inggris. Mengapa beberapa SD atau Madrasah Ibtidayah (MI) di indonesia tersebut melaksanakan  pembelajaran  Bahasa  Inggris,  tentulah  ada alasan  yang  mendasarinya. 

Berdasarkan  informasi  yang penulis peroleh dari para guru, pengelola dan pengambil  kebijakan, pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah  Ibtidayah (MI) tersebut merupakan  perwujudan dari pelaksanaan Kurikulum Sekolah  Dasar 1994, khususnya tentang muatan lokal (kemudian disingkat mulok).

Seiring dengan berkembangnya bahasa Inggris pada sekolah dasar,  pembelajaran  bahasa Inggris mengalami masalah-masalah, sehingga diperoleh hasil yang belum memuaskan, kendatipun setiap jenjang pendidikan sudah menggunakan metode, sehingga menimbulkan sedikit masalah yang membuat bahasa Inggris mengalami perkembangan yang kurang maksimal.  

Salah satu masalah yakni pelaksanaan bahasa Inggris mengundang kontroversi pada  guru-guru bahasa Inggris. Meskipun demikian Bahasa inggris perlu diajarkan sejak dini  kepada peserta didik karena ada beberapa alasan. Pertama, peserta didik mudah   melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan tidak merasa terkejut ketika menerima  pelajaran bahasa Inggris;  Kedua, penangkapan suatu bahasa lebih mudah diterima dengan baik oleh peserta didik sekolah  dasar. 

Oleh  karena  itu  bahasa  Inggris  diperlukan  pada  tingkat  dasar;  ketiga,  pada  zaman  era globalisasi sekarang  ini yang  mana  semua  sistem menggunakan  bahasa Inggris  otomatis pengenalan bahasa Inggris sejak dini akan mempermudah peserta didik sekolah dasar untuk menerima teknologidengan baik.Berangkat dari alasan yang dinyatakan oleh pengambil kebijakan pendidikan di Kabupaten Kampar itulah, jurnal ini ditulis.

Sesuai dengan hal tersebut, yang menjadi permasalahan dalam makalah ini adalah “tepatkah  pernyataan dari pengambil kebijakan pendidikan tersebut bahwa pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah  Ibtidayah  (MI) , merupakan  perwujudan pelaksanaan Kurikulum  Muatan lokal.

Sekolah-sekolah perlu menerapkan bahasa Inggris di sekolahnya dan kalaupun ada kontroversi guru-guru bahasa Inggris mengenai pembelajaran bahasa Inggris maka perlu kiranya diidentifikasi dan diberikan solusinya. Pembelajaran bahasa Inggris di  Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) bisa dilaksanakan apabila sarana pendukungnya terpenuhi termasuk gurunya.

Seorang guru Bahasa Inggris pada tingkat awal (usia dini) harus memilik ketrampilan  yang memadai baik lisan maupun tulisan dan memiliki ketrampilan mengelola  pembelajaran untuk anak usia dini (fun English). 

Anak pada usia Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) memerlukan pemodelan bahasa dari guru yang memadai. Guru bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang kurang profesional akan membahayakan perkembangan bahasa anak.

(Mutiara Cendra Mia Utami adalah Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Peradaban, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Email: mutiaracendra322@gmail.com)