![]() |
|
|
PADA saat ini banyak sekali kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, bahkan masyarakat Indonesia tidak sedikit yang menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Hal tersebut dapat menghambat jiwa nasionalisme di dalam diri masyarakat Indonesia.
Karena semakin pudarnya kebudayaan lokal yang mereka terapkan di kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh banyak pemuda Indonesia yang menyukai budaya luar negeri, dan menganggap budaya lokal sebagai budaya yang ketinggalan zaman.
Salah satu cara untuk membangun jiwa nasionalisme yaitu dengan meningkatkan pendidikan karakter. Di Indonesia pendidikan karakter sangat penting karena Indonesia mempunyai ras, suku, bahasa, kebudayaan yang berbeda-beda. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur membela bangsa dan negaranya.
Pendidikan karakter menurut Samani dan Hariyanto dalam bukunya menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan krasa.
Pendidikan karakter dapat di terapkan sejak anak usia dini, karena pada usia dini sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Pendidikan karakter pada anak usia dini dapat mengantarkan anak pada matang dalam mengolah emosi. Pendidikan karakter dasar akan di mulai dari keluarga.
Karena keluarga merupakan ruang lingkup paling kecil dalam bermasyarakat, sehingga peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan.
Salah satu cara untuk membangun jiwa nasionalisme pada anak usia dini di lingkungan keluarga yaitu dengan:
-1. Menanamkan kejujuran, -2. Membentuk sikap empati pada anak, -3. Pembiasaan hal-hal positif, -4. Mudah dalam memberikan apresiasi pada anak, -5. Tidak gampang melakukan label pada anak. (menurut Yuditha Dinaputra)
Pendidikan karakter bisa juga di terapkan di sekolah, keberadaan sekolah yang memberikan pelajaran tentang bagaimana menjadi siswa yang punya sikap jiwa nasionalisme yang tinggi tentu akan di pelajarinya di sekolah. Salah satu cara untuk meningkatkan jiwa nasionalisme di lingkungan sekolah yaitu dengan:
-1. Mengikuti upacara hari besar kenegaraan dengan hikmat, -2. Menghormati guru di sekolah, -3. Rajin belajar, -4. Mematuhi tata tertib sekolah, -5. Mempelajari kebudayaan lokal, -6. Belajar lagu-lagu nasional dll.
Pendidikan karakter tidak cukup hanya di ajarkan pada mata pelajaran saja, namun perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Bimbingan dan konseling (BK) sebagai salah satu bagian penting dalam pendidikan karakter melalui posisi yang signifikan untuk mengenai permasalahan tersebut.
Pelayanan BK di anggap cukup efektif untuk membantu siswa dalam mengentaskan permasalahan yang dihadapi, selain itu kondisi orang tua yang terlalu sibuk menyebabkan siswa kurang mendapatkan perhatian, sehingga sekolah menjadi tumpuan utama dalam penanaman karakter bagi siswa.
Generasi muda perlu di persiapkan agar mampu menghadapi berbagai permasalahan yang di hadapinya serta membangun kembali jati diri bangsa dan berjiwa nasionalisme untuk Indonesia emas pada tahun 2045 yang akan datang.
Tentunya generasi muda yang baik khususnya sebagai seorang pelajar harus bisa memfilter budaya asing yang masuk di tanah air. Kita boleh menyukai budaya asing tetapi jangan sampai lupa dengan budaya sendiri dan harus tetap menomor satukan budaya lokal.
Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa harusnya memiliki tanggung jawab dalam usaha membina dan melestarikan nasionalisme, sebab nasionalisme telah menjadi jembatan emas bagi para pahlawan untuk memproklamasikan kemerdekaan ini.
DAFTAR PUSTAKA: Widiyaningsih, Rina. (2023). Meningkatkan Pendidikan Karakter Jiwa Nasionalisme Siswa Melalui Media Peta Tokoh. Jurnal guru dikmen dan diskus. Vol 6. No 63 – 64.
(Eca Putriyanti adalah Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Peradaban, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.)