Sering Terjadi Pergerakan Tanah, PVMBG Pasang EWS di Desa Plompong
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Kamis, 23/11/2023, 15:27:53 WIB

Alat pendeteksi dini pergerakan tanah EWS dipasang di Desa Plompong Kecamatan Sirampog (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

PanturaNews (Brebes) - Early Warning Sistem (EWS) atau alat pendeteksi dini pergerakan tanah di pasang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di tiga titik di Desa Plompong Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

EWS ini untuk mendeteksi pergerakan tanah yang selama terjadi di Desa Plompong. Alat ini juga bisa menangkap perubahan posisi kemiringan tanah, dan curah hujan.

EWS dipasang di tiga titik yakni di Dukuh Kedungbenter, Dukuh Krajan dan Dukuh Karangmangu. Tiga perdukuhan tersebut selama ini rawan bencana tanah bergerak, bahkan setiap tahun selalu ada pergerakan yang mengakibatkan kerusakan rumah warga. 

"Alat itu untuk mendeteksi pergerakan tanah, supaya korban bencana dari masyarakat bisa ditekan," terang Arendra Dwi Laksana ST perangkat Desa Plompong yang mendampingi petugas teknis pemasangan EWS, Kamis 23 November 2023.

Pergerakan tanah di tiga perdukuhan tersebut terjadi setiap saat dan rata-rata tiap tahun bergeser 10 hingga 20 sentimeter. Ketiga dukuh itu berada dalam satu garis dan berjarak antara 200-hingga 300 meter dari alur Sungai Keruh. 

Sekdes Plompong, Darto mengatakan desanya dipilih sebagai salah satu lokasi yang dipasang EWS karena memiliki tingkat kerawanan tanah bergerak yang sangat tinggi.

"Alat dilengkapi dengan sirine, masing-masing akan mengeluarkan tiga bunyi sirine berbeda sesuai tingkatan bahaya," katanya. 

Alat tersebut hanya bisa digunakan untuk memantau, mendeteksi, dan memberikan peringatan dini bahaya pergeralan tanah, bukan untuk mendeteksi getaran akibat gempa bumi.

Jika gempa tersebut menyebabkan adanya pergerakan tanah atau kemiringan tanah, dia terdeteksi, tapi kadang-kadang gempa itu kan tidak mempengaruhi juga.

Menurut Darto, pemasangan EWS sangat bermanfaat bagi warga untuk antisipasi jatuhnya korban jika terjadi pergerakan tanah. 

"Adalah alat pemantau pencegahan bemcana dapat lebih dini dilakukan," ujarnya. 

Diharapkan, selain ada perhatian untuk penanganan warga yang berada di kawasan rawan bencana.

"Ya sangat diharapkan ada bantuan untuk relokasi, sehingga warga tidak lagi tinggal di kawasan yang rawan bencana," pungkas Darto.