KPU Brebes Akan Terima Logistik 31.455 Bilik dan 25.164 Kotak Suara Pemilu 2024
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Senin, 23/10/2023, 21:49:37 WIB

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengelolaan Logistik Dengan Stakeholder dalam Pemilu 2024 di Dedy Jaya Hotel Brebes, Senin 23 Oktober 2023.(Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengelolaan Logistik Dengan Stakeholder dalam Pemilu 2024 di Dedy Jaya Hotel Brebes, Senin 23 Oktober 2023.

Ketua KPU Brebes Muamar Riza Pahlevi mengatakan, pihaknya akan menerima dropping sebanyak 31.455 bilik dan 25.164 kotak suara. 

Logistik untuk Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif yang dalam waktu dekat akan tiba tersebut akan disimpan di Gudang Bulog Cimohong. 

"Untuk jatah dropping awal, KPU Brebes akan menerima 31.455 bilik suara dan 25.164 kotak suara sesuai jumlah TPS. Berbahan duplek, sama seperti Pemilu 2019 lalu," terang Reza.

Terkait mekanisme pendistribusian logistik, semuanya masih menunggu jadwal dan tahapan selanjutnya. Namun, pihaknya mengaku sudah menggelar koordinasi dengan instansi dan semua stakeholder terkait. 

Khususnya, terkait pengamanan dan penyaluran logistik hingga TPS dengan melibatkan PPK dan PPS. Sehingga, pendistribusian logistik pemilu bisa tepat waktu, tepat jumlah dan efektif.

"Kalkulasi sementara, jumlah TPS sebanyak 6.291 titik dengan jatah dropping 4 bilik suara per TPS. Sedangkan, 5 kotak suara per TPS yang semuanya akan disimpan di Gudang Utama Bulog Cimohong," jelasnya.

Muamar Riza Pahlevi menuturkan, terkait mekanisme pendistribusian logistik pemilu. Sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor supplier, sehingga KPU sifatnya hanya penerima. Namun, pihaknya juga memastikan menyiapkan gudang tambahan untuk penampung pendistribusian logistik.

"Selain gudang utama Bulog Cimohong, sebanyak 14 gudang di tiap kecamatan sudah kami siapkan. Kuncinya, bebas dari banjir, hama dan aman dari gangguan yang berpotensi merusak logistik pemilu," tandasnya.