![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, Jawa Tengah didatangi tim penilai akreditasi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang berjumlah 10 orang, Minggu 01 Oktober 2023 malam.
Dr Woro Titi Haryanti sebagai Pustakawan Ahli Utama (Pustama) Perpusnas RI mengatakan, kunjungannya bersama rombongan Pustama untuk mengetahui terobosan-terobosan yang sudah dilakukan Pengelola TBM Sakila Kerti Tegal Dr Yusqon.
Dari rombongan ini, beberapa diantaranya yakni Nelwati selaku Pustakawan Ahli Utama di Pusat Analisis Pengembangan Minat Baca, Mujiyatni selaku Pustawakan Ahli Utama dari Direktorat Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan.

Menurut Dra Woro, TBM Sakila Kerti sangat menginspirasi, dengan menyediakan tempat yang luas, nyaman dan representatif baik di Terminal maupun di Pantai Alam Indah Kota Tegal.
"Di Indonesia baru ada di Tegal, yakni TBM Sakila Kerti yang menyediakan tempat membaca cukup luas," katanya.
Selain itu, yang membedakan dari TBM lainnya adalah, Sakila Kerti mampu mengintegrasikan perpustakaan, taman bacaan dan lembaga pendidikan yaitu RA dan PAUD. Selain itu, sangat produktif dan kreatif, dengan melakukan pemberdayaan masyarakat dan UMKM-nya. Seperti di Sakila Kerti Terminal untuk tempat pelatihan, dan Sakila Kerti PAI untuk pameran atau gelar karya hasil pelatihan.
Mujiyatni selaku Pustawakan Ahli Utama dari Direktorat Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan mengatakan, bahwa saat ini tidak hanya sekolah, lembaga ataupun perpustakaan saja yang bisa diakreditasi dan standarisasi. Tetapi TBM pun juga bisa dan perlu dilakukan standarisasi dan akreditasi. Pedoman dan standarisasinya bisa dilihat langsung di JDIH Perpusnas. Seperti TBM Sakila Kerti juga bisa menuju standarisasi dan akreditasi.
Pengelola TBM Sakila Kerti Tegal Dr Yusqon mengatakan, bahwa pihaknya merasa senang mendapat kunjungan 10 Pustama. Seperti yang diketahui, bahwa upaya peningkatan, pengembangan dan pembudayaan membaca terus dilakukan oleh Sakila Kerti. Termasuk merangkul masyarakat, dan memberikan pemberdayaan masyarakat agar memiliki ketrampilan.

"Untuk meningkatkan pengembangan dan pembudayaan membaca. Karena dengan hadirnya 10 Pustama menunjukkan bahwasanya peningkatan pengembangan budaya baca di Kota Tegal sudah menasional. Selaku pengelola akan terus berupaya dan berjuang meningkatkan budaya baca di Kota Tegal," ungkap Yusqon.
Terkait dengan TBM yang sudah bisa distandarisasi dan akreditasi, menurut Yusqon, program tersebut bisa semakin meningkatkan kepercayaan kepada pengelola untuk lebih berupaya meningkatkan mutu dan layanannya, dalam hal ini Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
"Sebagai penerima penghargaan Nurga Jasa Dharma Pustaloka, saya turut bertanggung jawab untuk mengembangkan budaya membaca, khususnya di Tegal. Karenanya ia akan terus berjuang agar budaya membaca semakin meningkat," tandasnya