BHS dan PT Dharma Laut Utama Jawa Timur, Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Kapal
LAPORAN JOHARI
Senin, 21/08/2023, 19:51:12 WIB

Ir H Bambang Haryo Soekartono (BHS) Dewan pakar DPP Gerinda yang juga owner PT Dharma Laut Utama (DLU) Holding, secara simbolis menyerahkan bantuan kepada ketua PNKT

PanturaNews (Tegal) - Ir H Bambang Haryo Soekartono (BHS) Dewan pakar DPP Gerinda menggandeng PT Dharma Laut Utama (DLU) Holding dan perusahaan kelautan lainnya di Jawa Timur, menyalurkan bantuan sembako kepada korban kebakaran kapal di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Senin 21 Agustus 2023.

Owner dan Penasehat PT DLU Holding, Bambang Haryo Soekartono mengatakan, perusahaan miliknya datang untuk memberikan bantuan kepada nelayan terdampak musibah kebakaran kapal.

Bantuan berupa paket sembako, meliputi beras 4,5 ton, gula 1 ton, minyak goreng 600 liter, telur 300 kilogram, susu 1.200 kaleng, dan camilan lainnya, senilai Rp 250 juta. 

"Ini tentu salah satu keinginan dari kami menginisiasi dan mendorong semua pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta untuk membantu para nelayan yang sedang mengalami kesulitan," katanya.

Sementara, Direktur Utama PT DLU Holding, Erwin H Poedjono mengatakan, bantuan ini adalah bentuk keprihatinan dan kesedihan atas musibah yang dialami nelayan di Kota Tegal. 

Bantuan berasal dari DLU Holding Peduli, BHS peduli PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia, dan PT Dharma Graha Utama.

Pihaknya merasa terpanggil karena DLU Holding merupakan perusahaan yang berkecimpung di sektor laut.

"Kami sangat merasakan kesedihan dari para nelayan. Karena tempat mencari nafkahnya ini yang setiap hari bisa untuk menghidupi keluarganya terkena musibah sehingga tidak bisa kembali melaut," ungkapnya. 

Tokoh nelayan, Susanto mengatakan, ia mewakili nelayan dan ABK mengucapkan terimakasih atas kepeludian DLU Holding. Karena dari 63 unit kapal yang terbakar, diperkirakan ABK yang terdampak 1.500 orang.

Ia berharap, semua instansi lainnya baik swasta maupun terkait bisa turut membantu dan mengulurkan tangan kepada nelayan.

Susanto mengatakan, dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Senin 14 Agustus 2023 hingga beberapa hari baru padam total, sedikitnya membakar 63 kapal.

"Yang kita serap dari nelayan, yang jadi keluhan utama adalah pendangkalan kolam. Karena dangkal kapal sulit berpindah. Sebenarnya kebakaran bisa diantisipasi tidak sampai membakar banyak kapal, jika kedalaman kolam memadai," kata Susanto.

Ketua HNSI Jateng Riswanto mengatakan, selain pendangkalan, kelebihan kapasitas pelabuhan juga menjadi persoalan tersendiri. Akibatnya insiden kebakaran memakan banyak kapal terbakar. "Estimasi per kapal Rp 3,5 miliar, kalau 63 kapal kerugian sekitar Rp 220 miliar," kata Riswanto. 

Riswanto mengaku berterima kasih ada bantuan sembako dari Pemkot Tegal, hingga BLU Peduli dan BHS Peduli. Meski bantuan tersebut tidak menyasar pemilik kapal, namun memang banyak ABK yang kehilangan pekerjaan butuh uluran tangan. 

"Ini yang kami tunggu dari statmen Pak Menteri (KKP) belum ada. Prihatin atau bagaimana, kami menunggu. Kami ingin ada perhatian dari pemerintah pusat, bahkan kami ingin Pak Presiden turun datang ke sini," harap Riswanto.