![]() |
|
|
INFLASI adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum dan terus menerus. Tingkat inflasi yang rendah akan menjaga keseimbangan sebagai indikator yang sangat penting.
Inflasi yang terkendali akan menambah keuntungan pengusaha, pertambahan keuntungan akan menggalakkan investasi di masa datang, dan pada akhirnya akan mempercepat terciptanya pertumbuhan ekonomi.
Sebaliknya tingkat inflasi yang tinggi akan berdampak negatif pada perekonomian yang selanjutnya dapat menggangu kestabilan sosial dan Politik. Dari masalah ini tentu membuat turunnya daya beli pada masyarakat, khususnya masyarakat di kabupaten Brebes, Lerner (gunawan 1995).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 201 bahwa jumlah penduduk miskin Brebes mencapai 3.092.000 jiwa. Hal ini membuat Kabupaten Brebes sebagai daerah dengan penduduk miskin terbanyak pada Provinsi Jawa Tengah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan ekonomi sangat berarti bagi pengentasan kemiskinan serta pembangunan ekonomi suatu wilayah.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya inflasi antara lain penurunan nilai tukar mata uang, permintaan yang tinggi terhadap suatu barang, bertambahnya uang yang beredar, dan lain sebagainya.
-1. Inflasi karena permintaan (Demand Pull Inflation), -2. Inflasi karna bertambahnya uang beredar, -3. Inflasi karna kenaikan biaya produksi (Cost push inflation)
-4. Inflasi Campuran (Mixed Inflation), -5. Inflasi ekspektasi (Expected Inflation), -6. Kekacauan ekonomi dan politik
Inflasi terjadi pada saat kondisi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran agregat, yaitu lebih besarnya permintaan agregat daripada penawaran agregat. Dalam hal ini tingkat harga umum mencerminkan keterkaitan antara arus barang atau jasa dan arus uang.
Bila arus barang lebih besar dari arus uang maka akan timbul deflasi, sebaliknya bila arus uang lebih besar dari arus barang maka tingkat harga akan naik dan terjadi inflasi.
Secara umum pendapat ahli ekonomi menyimpulkan bahwa inflasi yang menyebabkan turunnya daya beli dari nilai uang terhadap barang-barang dan jasa, besar kecilnya ditentukan oleh elastisitas permintaan dan penawaran akan barang dan jasa.
Faktor lain yang juga turut menentukan fluktuasi tingkat harga umum diantaranya adalah kebijakan pemerintah mengenai tingkat harga, yaitu dengan mengadakan kontrol harga, pemberian subsidi kepada konsumen dan lain sebagainya.
Semakin rendah daya beli suatu masyarakat berkaitan erat dengan perekonomian pada saat itu yang sedang memburuk yang berarti semakin rendah kemampuan masyarakat membeli suatu barang atau jasa. Apa yang harus dilakukan pemerintah dalam jangka pendek jika daya beli menurun.
Beberapa yang disarankan oleh beberapa ahli ekonomi, adalah pemerintah bisa menyiapkan program-program yang menyentuh langsung urat nadi ekonomi rakyat alias program pro rakyat.
Program-program itu antara lain bantuan tunai, pemberian subsidi langsung, dan memperkuat sektor pembiayaan UMKM. Program-program tersebut bisa menahan daya beli penduduk miskin dan hampir miskin, sementara itu pemerintah menyiapkan upaya-upaya jangka panjang dan menengah.
Upaya-upaya ekonomi selanjutnya bisa difokuskan pada peningkatan akses masyarakat miskin terhadap sumber-sumber pertumbuhan ekonomi, meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan pemberdayaan masyarakat.
(Riyan Kurniawan, Tria Putri Yani adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Prodi Manajemen, Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dosen pengampu: Metiya Fatikhatur Riziqiyah, S.E., M.Ak)