![]() |
|
|
DI era yang semakin maju dengan segala teknologinya, tak dapat dipungkiri jika setiap kegiatan akan selalu berkaitan atau bergantung dengan yang namanya ruang siber atau dunia digital. Tak terkecuali dalam urusan mencari hiburan atau kesenangan. Berbagai platform digital seperti media sosial dan internet menawarkan banyak pilihan untuk dijelajahi.
Hal itu pula yang dirasakan para penggemar Korean Pop (Kpop) dalam menggeluti apa yang mereka senangi. Dari teknologi informasi yang ada, mereka mampu berinteraksi dengan idolanya lewat ruang yang telah diciptakan.
-Fans Kpop dan sifatnya:
Seperti yang anda tahu, di tahun 2023 ini, fenomena melejitnya Korean Pop sebagai genre musik yang digandrungi semua kalangan tidak dapat terelakan lagi. Di dunia maya, euphoria Korean Pop atau yang biasa disingkat Kpop menjadi pemandangan yang memiliki pengaruh kuat bahkan untuk seseorang diluar penikmat Kpop itu sendiri.
Banyak pro kontra yang muncul seiring bertambah besarnya daya tarik Kpop. Salah satunya soal hubungan atau ikatan yang terjalin baik antar penggemar dengan idola Kpop-nya maupun antar sesama penggemar perKpopan yang ada.
Para penikmat Kpop yang telah dilabeli dengan julukan "Kpopers" terkenal dengan antusiasme dan kekompakan yang patut diacungi jempol. Saking luar biasanya, melihat bagaimana mereka menikmati kegemarannya dengan kadar loyalitas dan juga dedikasi yang tinggi menjadikan Kpopers dinilai sebagai perkumpulan besar yang memiliki ciri khas tersendiri.
-Hubungan parasosial yang tercipta:
Dalam kehidupan, komunikasi merupakan proses penting yang memegang andil besar dalam terciptanya suatu hubungan. Apapun bentuknya, komunikasi dapat mendekatkan dan bahkan menjauhkan seseorang. Pengaruh yang dipegang menjadi alasan besar terciptanya ide strategi dengan komunikasi sebagai pusatnya.
Tak jarang penggemar Kpop yang mampu bertahan dengan satu idolanya hingga kurun waktu bertahun-tahun tanpa niat untuk meninggalkan.
Perasaan emosional yang dalam di diri Kpopers untuk idolanya, ada tak semata-mata karna isi atau pesan dari lagu yang didengar saja. Tapi juga akibat dari adanya interaksi yang coba dibangun oleh idola mereka sendiri.
Terjadinya timbal balik, saat sebelumnya hanya penggemar saja lah yang aktif membangun chemistry nyatanya memiliki pengaruh besar dalam mempertahankan eksistensi mereka. Bukan lagi soal visual yang santer digemborkan oleh industri Kpop, sekarang kemampuan komunikasi juga menjadi bagian yang utama.
Ketika seorang idol Kpop membagikan kegiatan mereka, mencoba menyampaikan perasaan atau pemikiran mereka, dan melakukan komunikasi yang mengandung afeksi kepada penggemar lewat kanal sosial, tanpa disadari mampu memunculkan ilusi kedekatan dan keterikatan bagi para penggemarnya.
Keterbukaan informasi yang mudah di dapatkan oleh seorang penggemar tentang idolanya dan akses yang semakin luang untuk berinteraksi menambah perasaan akrab yang dirasakan penggemar. Strategi komunikasi yang kentara digunakan dalam industri Kpop melalui berbagai platform media sosial, tanpa sadar memunculkan kesan intim yang mendukung rasa suka agar semakin mengikat mereka.
Fakta bahwa idol yang tak mengenal mereka secara personal, tidak menjadi hambatan untuk fans Kpop memaknai semua interaksi yang ada. Kecintaan yang hadir, tumbuh seiring dengan banyak interaksi yang di dapat. Meski tidak secara langsung sekalipun. Meski hanya sebatas via maya.
Dengan bertambah luas dan kuatnya gelombang Kpop dalam merajai industri hiburan, didukung oleh kemajuan teknologi, fans Kpop dapat melakukan kegiatan fangirlingnya tanpa harus bersusah payah.
Jika dahulu, keterbatasan akses yang dialami sebab masih terbatasnya pula ruang lingkup informasi, mengharuskan seorang penggemar untuk ekstra sabar dalam menunggu kabar idolanya. Mereka hanya bisa melihat dan menghype kesukaannya disaat tertentu melalu channel TV.
-Sekarang tidak lagi:
Berbagai fitur penunjang seperti media sosial aktif, siaran langsung, aplikasi khusus penggemar, dan event-event online yang dibuat berhasil menyamarkan jarak yang terbentang jauh antar idol dan fansnya.
Menyebabkan interaksi yang terjalin antar idola dan penggemar Kpop tidak ada hentinya.
Fenomena adanya hubungan parasosial yang terbentuk antar penggemar dengan idol Kpopnya itu kini sudah menjadi hal maklum, bersamaan dengan efek pintarnya wadah digital. Benang merah yang terjalin dari komunikasi melalui karya musik dan juga banyak konten yang dikonsumsi, menghadirkan ketertarikan yang sulit untuk dilepas dari fans Kpop terhadap idolanya.
Itulah mengapa, fenomena Kpop yang mendunia ini mempunyai kesan tersendiri. Dilihat dari respon dan cara orang di dalamnya, dalam mengekspresikan kecintaannya.
