Tradisi Jamasan Bulan Syuro Di Pemalang, Dua Kereta Dan Lima Pusaka Ikut Dijamas
IMAM PML-LAPORAN IMAM SANTOSO
Jumat, 28/07/2023, 20:20:18 WIB

Kabid Kebudayaan Aji Suwarso bersama petugas jamasan pada acara Beber Wayang, Boyong Kereta, dan Jamasan di Kabupaten Pemalang. (Foto: Imam)

…upaya melestarikan budaya dan menghormati jasa para leluhur…

PanturaNews (Pemalang) - Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengadakan acara Beber Wayang, Boyong Kereta, dan  Jamasan dimulai sejak, Jumat 28 Juli 2023.

Acara secara resmi akan diadakan besok, Sabtu 29 Juli 2023, dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Pemalang, Mansur Hidayat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Dr. Supaat, Spd, Mpd  selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya Jawa dan menghormati jasa para leluhur.

“Tentu dengan diiringi doa selamat agar Pemalang lebih baik, aman dan sejahtera,“ ujar Supaat.

Kepala Bidang Kebudayaan, Aji Suwarso, SPd, MPd kepada PanturaNews menjelaskan, Beber Wayang diartikan sebagai mengeluarkan wayang dari kotak. Hal ini dimaksudkan agar wayang tidak rusak (menjamur). Karena satu set wayang milik Pemkab Pemalang jarang dipakai.

Dikatakan Suwarso, yang dimaksud Boyong Kereta adalah mengeluarkan kereta dari tempatnya (garasi), untuk dibawa ke tempat jamasan yang sudah ditentukan.

“Setelah semua terkumpul pada satu tempat, selanjutnya diadakan prosesi jamasan dengan diringi gending dan kidung (tembang) yang berisi doa doa selamat,“ terang Suwarso.

Lebih lanjut menurut Suwarso, Jamasan artinya sama dengan membersihkan, mencuci atau memandikan. Untuk kereta mungkin terjadi banyak debu atau kotoran yang menmpel, sehingga perlu dibersihkan. 

Sedangkan untuk pusaka seperti keris, karena terbuat dari logam,  mungkin terjadi karat yang harus dibersihkan.

“Adapun air yang digunakan adalah air sumur biasa, yang sudah dicampur dengan jeruk nipis, bunga melati, cempaka, daun pandan, dan aroma pewangi,“ pungkas Suwarso.