Mengasah Keterampilan Bermain Peran Dengan Pementasan Drama Monolog
--None--
Kamis, 27/07/2023, 09:40:56 WIB

Pementasan Monolog Karya Agus Noor di Universitas Peradaban Bumiayu beberapa waktu lalu. (Foto: Dok/Intimewa)

DRAMA monolog merupakan seni bermain peran berupa pembicaraan yang dilakukan sendiri. Bermain peran dalam pementasan drama monolog dibutuhkan suatu penghayatan seolah-olah pemeran berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep.

Pada dasarnya bermain peran mempraktikan suatu tingkah laku manusia yang dipentaskan dengan membawa nilai-nilai kehidupan dengan maksud tertentu. Bermain peran juga dapat dijadikan kesempatan pemeran untuk terlibat langsung dalam bertindak, berlaku, maupun berbahasa seperti orang yang diperankannya.

Wahab (2009:109) mengatakan, “Bermain Peran adalah berakting sesuai dengan peran yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk tujuan-tujuan tertentu”.

Komalasari (2014:80) mengatakan, “Role Playing adalah suatu model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati.

Rahmanto (1988:16) mengatakan, “Pengajaran sastra dapat membantu pendidikan secara utuh apabila cakupannya meliputi empat manfaat, yaitu membantu keterampilan berbahasa, meningkatkan kemampuan budaya, mengembangkan cipta dan rasa, serta menunjang pembentukan watak.”

Dalam mengasah keterampilan bermain peran dengan pementasan drama monolog tentunya mempunyai kesulitan apalagi seseorang yang baru pertama bermain peran.

Banyak orang yang kurang percaya diri, malu-malu, atau tidak mau tampil di depan umum karena ketidaksiapan dari diri sendiri untuk memerankan tokoh yang terdapat dalam naskah yang sedang dipelajari, dengan demikian kemampuan pemeranan drama pun menjadi kurang.

Permasalahan di atas menunjukan bahwa mengasah keterampilan dalam bermain peran tidak mudah karena membutuhkan mental yang cukup untuk bisa tampil didepan umum dan perlu diperbaiki untuk meningkatkan kemampuan dalam mempelajari sastra khususnya dalam drama.

Untuk meningkatkan kemampuan dalam pemeranan drama pastinya ada langkah-langkah atau persiapan sebelum pementasan drama, diantaranya sebagai berikut:

-1. Penentuan naskah yaitu sebelum memulai pementasan drama pemeran harus mementukan naskah yang akan diperankan agar teks drama tersebut bisa dipahami oleh orang yang akan memerankannya.

-2. Bedah naskah dilakukan setelah kesepakatan atas naskah yang telah ditentukan bedah naskah dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai kemungkinan-kemungkinan proses pementasannya.

-3. Memahami isi naskah yaitu memahami teks yang menjadi acuan untuk memerankan sebuah tokoh dalam cerita melalui dialog maupun tingkah laku tokoh diatas panggung.

-4. Reading naskah yaitu proses latihan teater dimana para aktor mulai membaca naskah dengan pemaknaan disetiap dialog dan saling berdialog antara aktor. 

-5. Casting yaitu pemilihan pemeran atau aktor untuk memerankan sebuah karakter dalam drama itu sendiri.

-6. Olah vokal dan olah tubuh yaitu proses untuk melatih suara dan menguasai tubuhnya agar agar sesuai dalam memerankan perannya.

-7. Blocking yaitu latihan dimana setiap aktor menyesuaikan diri dimana aktor sudah mempunyai posisi pada peranannya masing-masing.

-8. Running yaitu proses saat para pemain melakukan latihan untuk seluruh adegan mulai dari awal hingga akhir

-9. Gladi bersih yaitu latihan keseluruhan terakhir sebelum pementasan.

-10. Pementasan yaitu kegiatan tahap akhir untuk menampilkan apresiasi berupa drama kepada masyarakat luas.

Maka masalah diatas dapat diatasi dengan baik apabila dilakukan secara bertahap, pemeran akan lebih memahami dan mengingat konsep, pemeran akan memperoleh pengetahuan tentang orang dan motivasi yang menandai perilakunya, serta pemeran dapat mempelajari nilai-nilai sosial yang ada di dalam naskah drama monolog tersebut lewat peran yang dilakukannya.

(Sabila Fitri Auffa adalah Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Email: sabilafitri63@gmail.com)