Mahasiswa KKN IPB University Mengenalkan Tanam Sayur Melalui Pojok Inovasi Vertikultur
--None--
Senin, 24/07/2023, 20:10:29 WIB

…diajarkan proses pembuatan vertikultur dengan pemanfaatan limbah botol plastik…

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) university, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan KKN di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Pojok Inovasi Vertikultur merupakan salah satu program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T IPB University, untuk mengenalkan berbagai jenis sayuran melalui kegiatan menanam sayur, serta sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan akibat sampah plastic, melalui pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tempat menanam.

Program ini juga sebagai salah satu bentuk partisipasi terhadap program sekolah berbasis Green school dan pengelolaan sampah dengan sistem reuse, reduce, recycle (3R).

Program diselenggarakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal pada Kamis 20 Juli 2023, dan melibatkan para siswa kelas 4 dan 5 dengan total sebanyak 39 siswa.

Kegiatan diawali dengan pengenalan sistem budidaya secara vertikultur supaya siswa memiliki pemahaman yang baik serta kemampuan membuat vertikultur yang terampil dan kreatif.

Vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di sekolah dasar yang memiliki ruang terbuka hijau yang terbatas salah satunya di SDN 02 Suradadi.

Kelebihan dari sistem ini adalah dalam hal efisiensi penggunaan lahan serta memudahkan dalam hal perawatan. Jenis tanaman yang dijadikan bibit vertikultur meliputi pakcoy, sawi dan bayam merah. Pemilihan ketiga jenis tanaman tersebut didasarkan pada perawatan tanaman yang lebih mudah serta memiliki pertumbuhan yang cepat.

Para siswa selanjutnya diajarkan proses pembuatan vertikultur dengan pemanfaatan limbah botol plastik. Penggunaan botol plastik sebagai media tempat menanam dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik dan memanfaatkan barang bekas agar dapat meningkatkan nilai estetika.

Para siswa sangat bersemangat saat proses pembuatan vertikultur hal ini karena proses pembuatannya yang relatif mudah serta siswa juga dapat menuangkan kreativitasnya untuk dapat menghias dan mewarnai botol vertikulturnya masing-masing.

Alat dan bahan  yang dibutuhkan untuk pembuatan vertikultur relatif mudah didapatkan yaitu botol plastik, tali tambang, cat, kuas, tanah, pupuk, dan bibit tanaman sayur yang telah disediakan oleh mahasiswa KKN-T.

Para siswa hanya cukup membawa botol plastik, penggaris, spidol, dan gunting untuk membuat dan memotong pola botol yang akan digunakan untuk media tempat tumbuh tanaman. Berikut langkah pembuatan vertikultur:

-1. Siapkan limbah botol plastik berukuran 600 ml.

-2. Buat pola berbentuk persegi panjang pada botol plastik menggunakan spidol dengan ukuran 13 × 6 cm tepat pada bagian tengah botol.

-3. Setelah pola terbentuk, botol dilubangi menggunakan cutter dan dilanjutkan memotong botol menggunakan gunting sesuai pola yang terbentuk.

-4. Botol selanjutnya dilubangi menggunakan solder pada bagian kanan dan kiri sebagai tempat masuknya tali serta beberapa lubang pada bagian sisi bawah sebagai saluran air dan udara untuk tanaman.

-5. Botol diwarnai dan dihias  menggunakan cat yang telah disediakan serta dikeringkan dibawah sinar matahari.

-6. Botol disusun secara vertikal menggunakan tali tambang  yang telah disediakan.

-7. Botol selanjutnya diisi menggunakan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang.

-8. Setelah botol berisi tanah, bibit pakcoy, sawi, dan bayam merah yang telah berumur 2 MSS (Minggu Setelah Semai) dipindah tanamkan pada botol dengan masing-masing botol untuk satu jenis tanaman.

-9. Kemudian vertikultur yang telah dibuat disiram dan digantung di tempat yang telah disediakan.

Sembari menunggu cat kering kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai jenis sayuran yang dikemas secara menarik yaitu melalui games. Games dibuat dengan sistem tebak sayur-sayuran melalui clue yang diberikan.

Agar lebih meningkatkan semangat siswa dalam mengenal berbagai jenis sayuran games ini dibuat berhadiah, sehingga kelompok yang mendapatkan poin terbanyak akan diberikan hadiah pada sesi akhir.

Adanya Program Pojok Inovasi Vertikultur ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak untuk mengenal berbagai jenis sayuran serta menarik minat anak untuk menanam dan merawat sayuran.

(Kelompok KKN-T Inovasi IPB University di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal: Daniel Hudawan, M. Afdhol Dhirhamdika Ramdhan, Wulan Puspita Sari, Sania Junita Camelia, Aiza Novira, Rosita Ulfiana Syahrur, dan Aulia Ardhian Ayuningtyas. Dosen Pembimbing Lapang: Dr. Yopi Novita, S.Pi,M.Si)