Indonesia Perlu Memastikan Visi Ekonomi Digital
--None--
Senin, 24/07/2023, 12:59:22 WIB

KITA kemudian bertanya, apa visi yang perlu dibangun oleh indonesia ketika mengembangkan ekonomi digital. Berdasasrkan sejumlah indikator, ekonomi digital Indonesia terus meningkat. Akan tetapi, ekonomi ini masih bisa ditingkatkan dengan memastikan visi kita.

Pemerintah Indonesia berkeinginan untuk terus mengembangkan ekonomi digital agar bisa menjai pemain utama dikawasa Asia Tenggara. Ekonomi digital perlu dioptimalkan untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Salah satu caranya adalah terus menumbuhkembangkan inovasi yang dibarengi upaya menjaga kepercayaan publik. “Pangsa pasar ekonomi digital Indonesia mencapai 40 persen dari pangsa pasar Asia Tenggara. Inonesia bisa terus berperan sebagai pemain utama dikawasan ASEAN,” ujar Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual pada pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023 yang diselenggarakan dijakarta, senin pekan ini (kompas, 9/5/2023).

Angka angka terkait ekonomi digital memperlihat optimisme. Potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia masih sangat besar. Pada 2025, nilai pasar ekonomi digital Indonesia diperkirakan 130 miliar dollar AS pada 2030. Sementara Indonesia memiliki 2.400 perusahaan rintisan (start up) dengan penetrasi internet mencapai 76,8 persen.

Meski demikian, kita masih perlu melakukan beberapa perbaikan agar akselerasi peran ekonomi digital dalam pembangunan makin besar. Masalah utama adalah visi ekonomi digital Indonesia. Kita masih sekedar bangga dengan angka-angka, tetapi kita belum memiliki visi yang jelas semisal ketika kita berhadapan dengan aktor baru dalam perundingan, yaitu perusahaan-perusahaan teknologi.

Artikel ini terbit diharian kompas edisi 10 mei 2023 dihalaman 6 dengan judul “Visi Ekonomi Digital”. Negara lain, seperti Denmark dan Australia, telah mengembangkan diplomasi yang berusaha untuk mendapatkan manfaat lebih besar dalam menghadapi perusahaan teknologi global. China dan Amerika Serikat melangkah lebih jauh lagi. China mengembangkan visi kedaulatan digital. Intinya negara harus lebih berkuasa dibandingkan perusahaan teknologi.

Amerika Serikat juga telah membuat sinyal melalui otoritas persaingan usaha bahwa perusahaan teknologi tidak bleh berada diatas negara. Mereka telah melihat ancaman pengaruh yang lebih luas dari kehadiran perusahaan teknologi. Kita kemudian bertanya, apa visi yang perlu dibangun oleh indonesia ketika mengembangkan ekonomi digital.

Kita sepertinya perlu menyerap inovasi dan penerapan teknologi digital yang sedang berkembang di dunia sehingga bisa bermanfaat bagi pembangunan. Kita perlu mengejar pengetahuan dan inovasi ke berbagai negara. Di sisi lain, kita perlu memasarkan berbagai produk teknologi digital berupa layanan aplikasi ke berbagai negara sehingga tidak lagi menjadi jago kandang.

Kita memiliki aplikasi yang bagus dan layananya telah dpasarkan ke sejumlah negara, seperti Singapura, Vietnam, Amerika Serikat dan Australia.