Satu Suro, Peziarah Padati Makam Pendiri Desa Pakijangan. Ini Tujuannya
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 19/07/2023, 21:52:37 WIB

Masyarakat Desa Pakijangan berziarah ke makam salah seorang tokoh perempuan yang dikenal sebagai pendiri Desa Pakingan, yaitu Nini Jasamani untuk tahlil dan doa bersama. ((Foto: Ist)

PanturaNews (Brebes) - Pada mommen awal tahun baru Islam atau satu Muharram, dimanfaatkan oleh banyak umat Islam sebagai wakt untuk merenungi dosa dosa. Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, khususnya di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, ada sebuah tradisi yang biasa dilakukan pada malam satu suro dengan ziarah ke makam pendiri desa setempat.

Mereka biasanya berdoa dan berharap kepada Allah SWT untuk keselamatan dan keberkahan di tahun baru Islam. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pakijangan untuk berziarah ke makam salah seorang tokoh perempuan yang dikenal sebagai pendiri Desa Pakingan, yaitu Nini Jasamani untuk tahlil dan doa bersama.

Sesepuh Desa Pakijangan, Atmo Tan Sidik mengatakan, tahlil dan doa bersama digelar menumbuhkembangkan kebersamaan, sekaligus melacak jalur silsilah atau nasab pendiri desa.

“Acara tahlilan dan doa bersama, supaya kita mendekatkan diri pada Allah SWT. Termasuk untuk menjalin silahturahmi sesama warga di Desa Pakijangan,” kata Atmo Tan Sidik, Selasa 18 Juli 2023 malam.

Atmo yang dikenal sebagai budayawan Pantura, mengungkapkan, bahwa Nini Jasmani, meskipun perempuan, namun beliau adalah salah satu orang yang membangun Desa Pakijangan kala itu, di tahun 1735.

“Kalau kita lihat, para pendiri desa kebanyakan laki-laki. Namun, di Desa Pakijangan justru pendirinya adalah seorang tokoh perempuan,” terang Atmo.

"Tujuan lain, dengan berkumpulnya warga, menjaga kebersamaan dan kerukunan antar warga. Apalagi ini sudah memasuki tahun politik," sambung Atmo.