Mengungkap Sisi Baik dan Sisi Negatif Artificial Intelligence
--None--
Selasa, 20/06/2023, 11:28:12 WIB

USMAN Kansong (2023), seorang mantan wartawan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik di Kementrian Komunikasi dan Informatika, pernah menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan mengandung sisi baik dan sisi negatif.

Regulasi dibutuhkan untuk memperbesar kebaikannya, sekaligus mengerem keburukannya. Regulasi dibutuhkan untuk mengatur, bukan membunuh kreativitas.

Dalam era modern yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi topik yang mendominasi diskusi. Teknologi ini menjanjikan potensi luar biasa dalam memperbaiki berbagai aspek kehidupan manusia, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan implikasi negatifnya.

Dalam artikel ini, kita akan menggali sisi baik dan negatif AI serta pentingnya regulasi dalam memanfaatkan potensi kebaikan AI dan meredam keburukan yang mungkin muncul.

Inspektorat Jendral Kemendikbudristek (2023) menyatakan, AI juga dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi manusia dengan memberikan inspirasi dan saran berdasarkan analisis data yang luas. Di bidang kesehatan yang di paparkan oleh The Africa Center (2021) mengungkapkan, bahwa AI dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan penyakit.

Namun, penggantian pekerjaan oleh AI dapat berdampak negatif pada tingkat pengangguran dan menyebabkan perubahan dalam pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, AI harus dikelola dengan baik dan digunakan secara bijak agar dapat memberikan manfaat yang baik bagi manusia.

Namun, sisi negatif AI juga harus diakui dan ditangani dengan serius. Kecerdasan buatan yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah keamanan dan privasi. Misalnya, algoritma AI yang tidak terlatih atau bermasalah dapat mengambil keputusan yang tidak tepat atau berpotensi berbahaya dalam lingkungan yang kompleks.

Selain itu, ada kekhawatiran tentang kehilangan lapangan kerja karena otomatisasi yang disebabkan oleh AI. Teknologi ini dapat menggantikan pekerjaan manusia dalam skala besar, menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan sosial. Selain itu, adopsi AI yang tidak terkendali juga dapat memperkuat ketimpangan sosial dan kesenjangan digital, memperburuk kesenjangan yang sudah ada.

Sebagai kesimpulan,regulasi merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kebaikan AI dapat dimaksimalkan dan keburukannya dapat dikendalikan.Tata kelola dan regulasi yang baik diperlukan untuk mengatasi dampak positif dan negatif AI. Ini akan membantu masyarakat memaksimalkan manfaat dan meminimalkan potensi negatifnya.

Penggunan kecerdasan buatan juga harus di imbangi dengan pengembangan ketrampilan manusia yang sesuai,sehingga manusia memiliki ketrampilan dan kemampuan yang diperlukan di masa depan.

Dengan adanya regulasi yang baik, potensi kecerdasan buatan dapat diterapkan dengan bertanggung jawab, mengurangi risiko yang mungkin timbul, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini.