![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Tim Unit Resmob Polres Brebes dan Unit Polsek Losari Brebes, Jawa Tengah, berhasil menangkap enam anggota geng motor asal Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Para pelaku yang masih remaja dan sebagian besar baru lulus sekolah menengah tingkat atas itu, berhasil diciduk usai melakukan aksi kejahatannya yang viral di media sosial (medsos).
Dalam video tersebut, nampak para pelaku melakukan penyerangan terhadap pengguna jalan dengan menggunakan senjata tajam berupa clurit. Bahkan, aksinya itu sengaja dibuat konten dan di live di medsos. Aksi viral yang mendapat kecaman dari masyarakat, itu dilakukan di jalur Pantura Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, pada Selasa 6 Juni 2023 kemarin.
Kapolres Brebes AKBP Guntur M. Toriq melalui Kapolsek Losari AKP Pardi didampingi Kanit Reskrim Polsek Losari Iptu Tasudin, menjelaskan, jajaran kepolisiannya berhasil mengamankan enam pelaku geng motor itu, dari hasil investigasi terhadap kendaraan bermotor yang digunakan para pelaku.
"Setelah melakukan tindakan, mereka berhasil kami tangkap pada Jumat 9 Juni malam hari di tempat tongkrongan di wilayah Kecamatan Pabedilan, Jawa Barat," terang AKP Pardi, saat dikonfirmasi di Mapolres Brebes, Sabtu 10 Juni 2023.
Dari hasil pengakuan para pelaku, kata AKP Pardi, mereka sengaja melakukan aksi tindakan kejatahan dengan keniatanya itu, tujuannya untuk membuat konten agar viral.
Di mana, saat aksinya di jalan, para pelaku yang berpasangan dengan beberapa orang menggunakan sepeda motor, mereka kejar dengan membawa senjata tajam clurit kemudian di live di medsos.
"Atas perbuatannya ini, para pelaku mendapat ancaman hukuman 10 tahun penjara," ucapnya.
Selain menangkap para pelaku, sejumlah barang bukti seperti senjata tajam berupa clurit, handhpone yang digunakan untuk live aksi kejahatan membuat konten serta sepeda motor berhasil diamankan.
Pihaknya menghimbau kepada para orangtua, yang memiliki anak remaja untuk bisa diawasi dengan benar-benar. Apalagi berkaitan dengan kehidupan mereka yang usianya masih labil supaya kejadian ha tidak terulang kembali.
"Kami dari jajaran kepolisian Polres Brebes juga berkomitmen bahwa tidak ada kejahatan di wilayah Kabupaten Brebes, karena masyarakat Kabupaten Brebes sendiri cinta damai dan ketenangan. Apabila ada aksi kejahatan lagi, tentu akan kami tindak tegas," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pelaku mengaku, aksi kejahatan tersebut sengaja dilakukan karena diajak oleh rekannya untuk direkam secara live di medsos, seperti Instagram dan facebook. "Tujuannya hannya ikut-ikutan dan untuk menakut-nakuti dengan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam kepada pengguna jalan yang melintas di jalan," pungkasnya.