Ternyata Tonjong Memiliki Potensi Tokoh Perempuan Muda, Intelektual dan Religius
--None--
Sabtu, 03/06/2023, 17:08:15 WIB

FUAIDA Nabyla, S.Kom, M.Kom atau lebih dikenal dengan panggilan Mbak Bela, adalah seorang tokoh perempuan muda, intelektual, dan religius yang berasal dari Kelurahan Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Wanita kelahiran Brebes, 25 Juli 1993 ini merupakan putri dari H. Tatang Amon, B.Sc (Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU Tonjong) yang merupakah salah satu tokoh masyarakat Tonjong yang sangat disegani. Pada tahun 2017, beliau menikah dengan salah seorang pegawai BUMN PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan sudah dikaruniai dua orang putra.

Dalam karir nya beliau adalah seorang  dosen Profesional Jurusan Sistem Informasi di Universitas Peradaban Bumiayu yang sudah tersertifikasi oleh Kemendikbud. Diusia yang masih sangat muda (29 tahun), beliau memiliki segudang prestasi, diantaranya lulus kuliah S1 Sistem Informasi di UII Yogyakarta dalam waktu 3,5 tahun, kemudian mendapatkan beasiswa S2 jurusan Sistem Informasi Enterprise UII Yogyakarta.

Pada Tahun 2019, pernah mendapatkan bantuan dana Hibah sebagai ketua dalam sebuah penelitian dan sudah memiliki dan terdaftar pada Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya yang pernah dibuat. Selama 5 tahun menjadi dosen, sudah menerbitkan banyak artikel / jurnal / karya ilmiah.

Meskipun sudah menjadi seorang dosen, beliau masih mengabdikan diri untuk menjadi guru di SMK Ma’arif NU Tonjong dan juga sebagai Wakil Kepala Bidang kesiswaan. Disela-sela kesibukan nya, beliau orang yang sangat aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, mulai dari Satgas Kemitraan Peduli Pendidikan (SKPP), kegiatan pengajian rutin bersama ibu-ibu.

Bahkan juga sering melakukan pengabdian kepada masyarakat, turun langsung berbaur dan berdialog dengan masyarakat, berbagi ilmu, serta sering menjadi narasumber dalam beberapa kegiatan.

Sebagai sosok perempuan muda, intelektual, dan religius dengan segudang prestasi, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat sekitar, sudah selayaknya beliau untuk melangkah lebih jauh lagi untuk memberikan ide dan gagasan untuk membangun brebes lebih maju lagi, serta  menyalurkan aspirasi-aspirasi masyarakat yang lebih luas.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat sekitar yang harus peka, dan respon terhadap putri daerah yang memiliki potensi yang sangat luar biasa jika ditempatkan pada tempat yang tepat.

Apalagi dengan background akademisi memiliki keahlian dan wawasan dalam bidang Informatika, sudah saatnya tokoh perempuan muda ambil bagian dalam mengembangkan Kabupaten Brebes menjadi lebih terdepan.

Siapa lagi yang akan memajukan Brebes kalau bukan pemuda-pemudi yang berpotensi dan berkualitas, kalau bukan kita siapa lagi? Kalau tidak sekarang kapan lagi?

(Tsalatsah Maulidi Hasanah adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (FKIP) Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. E-mail: innehorangi@gmail.com)