Dosen Gelar Pengabdian Masyarakat di Ponper Bertajuk Manajemen Media Digital
--None--
Kamis, 01/06/2023, 19:19:11 WIB

Pelatihan dengan tema “Manajemen Media Digital Pondok Pesantren” di Ponpes Miftahul Huda, Rawalo, Kabupaten Banyumas. (Foto: Dok)

DOSEN Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes melakukan pendampingan dan pelatihan untuk para santri melalui program pengabdian masyarakat. Melalui program ini, puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas menjadi peserta kegiatan.

Dalam mendukung program ini, pada bulan Februari 2023 lalu, Universitas Peradaban bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Miftahul Huda mengadakan pelatihan dengan tema “Manajemen Media Digital Pondok Pesantren” untuk meningkatkan literasi digital santri.

Dalam pelatihan tersebut, salah satu permasalahan mendasar belum optimalnya pengelolaan media sosial pondok pesantren, adalah belum adanya kesadaran dan pemahaman para santri tentang pentingnya memanfatkan media sosial untuk kepentingan dakwah di era digital.

Selain itu, permasalahan lainnya adalah minimnya kemampuan para santri dalam membuat konten-konten yang menarik di media social, dan tidak adanya pengelola atau tim redaksi yang fokus untuk mengelola konten-konten di media sosial pondok pesantren.

Melihat kondisi tersebut, Universitas Peradaban mengadakan pelatihan manajemen media digital pondok pesantren sebagai upaya untuk menjawab permalasahan yang dihadapi para santri.

Aan Herdiana, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut mengatakan, kemampuan untuk membuat konten yang unik dan menarik harus dimiliki oleh seorang santri sebagai media dakwah di era digital.

Di era digital, banyak orang mencari informasi-informasi tentang gama di internet. Padahal di internet banyak sekali konten-konten yang berseliweran, dan tidak bertanggungjawab. Khawatirnya, mereka membaca bacaan yang salah, yang pada akhirnya juga salah dalam memahami agama.

Dalam konteks ini, peran santri untuk membuat konten-konten agama di media sosial lebih kepada tanggung jawab sosial dan moral untuk menyelamatkan masyarakat dari informasi yang tidak benar, hoax, informasi yang mengadu domba, dan lainnya.

Dalam pengabdian ini, difokuskan dalam membuat konten berupa teknik penulisan artikel dan penulisan berita. Harapannya, program-program atau kegiatan pondok pesantren bisa dipublikasikan lewat berita atau artikel yang ditulis oleh santri.

Dalam menulis artikel setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilakukan, yaitu tahapan pra menulis, menulis, dan pasca menulis.

Dalam program pengabdian itu, para santri juga belajar dan berlatih untuk menulis artikel dan berita yang baik dan menarik perhatian pembaca.

Selain fokus para produksi konten dakwah, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun manajemen media pondok pesantren. Yukhsan Wakhyudi, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa tanpa ada pengelolaan media yang baik, media pondok pesantren tidak mungkin bisa bejalan dengan maksimal.

Setelah para santri bisa membuat konten-konten dakwah, harapannya, konten dakwah tersebut bisa dikelola dengan baik, sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren.

Selama ini, menurut salah seorang santri, Imam Ma’arif, mengatakan bahwa selama ini media sosial pondok pesantren memang sudah ada, tapi belum dikelola dengan baik.

Dengan adanya kegiatan ini, harapannya para santri mempunyai kesadaran tentang pengoptimalan media sosial sebagai sarana dakwah di era digital. Selain itu, juga ada pengembangan kemampuan para santri untuk membuat konten-konten yang menarik dan bermanfaat, disertai adanya pengelola yang khusus dan fokus dalam mengelola media pondok pesantren supaya lebih optimal.

Kegiatan ini merupakan program kerja sama antara Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Peradaban dengan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STIQ Mitahul Huda Rawalo Banyumas. Mudah-mudahan ke depannya banyak program-program lain yang terealisasi sebagai wujud tri dhrama perguruan tinggi.