Balita Gizi Buruk Kembali Ditemukan di Rumah Kontrakan. Belum Ada Bantuan dari Pemerintah
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Sabtu, 27/05/2023, 23:56:55 WIB

Cintya Rizki Azalia, buah hati dari pasangan Isfandi (49), dan Lina Handayani ( 37) hanya bisa menerima asupan makanan melalui selang khusus NG, karena menderit gizi buruk. (Foto: Ist)

PanturaNews (Brebes) - Balita dengan kondisi tubuh kurus menderita gizi buruk kembali ditemukan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com menyebutkan, balita gizi buruk asal Desa Kaligangsawetan, Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, ini tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kontrakan di Kota Tegal. 

Adalah Cintya Rizki Azalia, buah hati dari pasangan Isfandi (49), dan Lina Handayani ( 37). Balita bernasib malang itu hanya bisa menerima asupan makanan melalui selang khusus NGT.

Kini, kondisi Cintya memprihatinkan, lantaran tidak tumbuh seperti balita sesuainya. Padahal gadis cilik ini terlahir normal dengan berat badan 2,7 kilogram.

Menurut sang ayah, Isfandi, saat berusia 2 tahun lebih 5 bulan atau sekitar Agustus 2022 lalu, putrinya mengalami sakit panas, pilek hingga kejang.

“Saya kemudian membawanya ke RSUD Brebes. Dokter memberikan perawatan dengan memberikan susu formula selama 3 hari. Namun, dampaknya tidak bisa buang air besar,”katanya.

Sejak saat itu, putrinya terlihat kesulitan hingga hampir kehabisan tenaga setiap kali hendak buang hajat. Saat itulah, dokter menyatakan anaknya mengalami gizi buruk.

Akibat sakitnya itu, kata Isfandi, anaknya itu belum bisa bicara dan baru bisa menangis. Itu pun setelah dia membawanya berobat ke RSUD Kardinah Kota Tegal.

Balitanya mengalami gizi buruk dan stunting sejak 8 bulan lalu. Badannya kurus dengan kaki bengkok.

Sementara bagian dada membesar. Kepalanya juga mengalami luka dan kini putrinya hanya bisa menagis. 

“Awalnya tidak bisa apa-apa, tetapi kini sudah bisa menangis, tetapi kondisinya masih harus memakai selang NGT. Untuk makannya masih susu khusus gizi buruk setiap 3 jam sekali,”jelasnya.

Iswandi sangat berharap anaknya bisa kembali normal. Apalagi, dokter menyatakan anaknya bisa kembali normal jika melakukan perawatan lanjutan.

“Harus melakukan perawatan lanjutan untuk menangani bentuk fisik yang mengalami perubahan.  Seperti kaki yang semula lurus kini bengkok,”terangnya. 

Namun, kata Isfandi, untuk pengobatan anaknya itu dia hanya bisa mengandalkan biaya dari BPJS yang iurannya ia bayarkan tiap bulan. Pembayarannya, melalui pemotongan gaji yang ia peroleh dari tempatnya bekerja.

Isfandi menambahkan, saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk membantu pengobatan anaknya yang terkena gizi buruk. Sehingga, ia terpaksa mencari pekerjaan tambahan dengan menjadi pengamen untuk menambah biaya pengobatan.