Kemajuan Teknologi Menjadi Ancaman Bagi Sumber Daya Manusia
--None--
Minggu, 14/05/2023, 09:41:01 WIB

KEMAJUAN teknologi telah membantu manusia untuk mengurangi ancaman kelaparan, menghadapi wabah penyakit, serta memperkecil kemungkinan bahaya perang global. Perkembangan teknologi yang nyaris tidak terbendung, telah membuka pintu ketidakpastian masa depan manusia.

Di masa mendatang, manusia akan semakin kehilangan jati dirinya atau menjadi semakin relatif bagi jejaring global yang dikuasai oleh para penguasa dan pengelola teknologi.

“Ada kemungkinan bahwa karena kemajuan teknologi ciptaannya, manusia akan menyongsong kehancuran personal maupun kolektifnya sendiri,” kata Sejarawan Indonesia Baskara Tulus Wardaya saat menjadi narasumber the 5th Jakarta Geopolitical Forum 2021 dengan tema “Culture dan Civilization: Humanity at the Crossroad” secara daring, (22/10).

Erik Brynjolfsson, menyatakan bahwa Teknologi dapat menjadi saingan atau mitra sumber daya manusia, tergantung pada bagaimana sumber daya manusia memanfaatkannya. Sumber daya manusia yang beradaptasi dan menguasai teknologi akan menjadi lebih produktif dan berkembang, sedangkan sumber daya manusia yang tidak dapat beradaptasi mungkin akan kehilangan pekerjaan.

Dari kedua pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknologi memiliki potensi untuk memberikan dampak positif atau negatif pada manusia dan peradaban. Kemajuan teknologi yang tidak dikelola dengan baik dapat membawa dampak buruk, seperti kehancuran personal maupun kolektif manusia.

Namun, dengan menguasai dan memanfaatkan teknologi dengan baik, manusia dapat menjadi lebih produktif dan berkembang. Oleh karena itu, pengelolaan teknologi dengan bijak dan penerapan teknologi yang tepat dapat membantu manusia dan peradaban menghadapi tantangan masa depan.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sumber daya manusia tersingkir oleh teknologi, di antaranya:

-1. Automatisasi: Teknologi dapat digunakan untuk mengotomatisasi beberapa tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Misalnya, robot dapat digunakan untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain dalam pabrik, yang sebelumnya dilakukan oleh pekerja manusia. Hal ini dapat menyebabkan pengurangan jumlah pekerja yang dibutuhkan.

-2. Kecerdasan Buatan: Kemajuan dalam kecerdasan buatan dan machine learning telah memungkinkan komputer untuk mengambil keputusan yang dulunya hanya bisa diambil oleh manusia. Misalnya, program kecerdasan buatan dapat digunakan untuk memproses data keuangan dan menghasilkan laporan keuangan, yang sebelumnya harus dilakukan oleh akuntan manusia. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk pekerja dengan keterampilan tertentu.

-3. Globalisasi: Kemajuan teknologi telah memungkinkan pekerja dari negara lain untuk bekerja jarak jauh dan menyelesaikan tugas yang dulunya hanya bisa dilakukan oleh pekerja lokal. Misalnya, seorang pelanggan di Amerika Serikat dapat menelepon pusat layanan pelanggan di India untuk mendapatkan bantuan. Hal ini dapat mengurangi jumlah pekerja lokal yang dibutuhkan.

-4. Efisiensi: Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi waktu dan biaya produksi. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk pekerja manusia, karena beberapa tugas dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih efisien oleh mesin.

-5. Perubahan kebutuhan pasar: Perubahan dalam kebutuhan pasar dapat mempengaruhi kebutuhan perusahaan terhadap keterampilan dan jenis pekerjaan tertentu. Misalnya, jika permintaan akan produk tertentu menurun, perusahaan mungkin perlu mengurangi jumlah pekerja yang terlibat dalam produksi produk tersebut.

Teknologi dapat membantu manusia menghadapi tantangan seperti kelaparan, wabah penyakit, dan bahaya perang global. Namun, teknologi juga dapat memiliki dampak negatif pada manusia dan peradaban jika tidak dikelola dengan baik.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sumber daya manusia tersingkir oleh teknologi, seperti automatisasi, kecerdasan buatan, globalisasi, efisiensi, dan perubahan kebutuhan pasar.

Teknologi memiliki potensi untuk memberikan dampak positif atau negatif pada manusia dan peradaban. Oleh karena itu, penting untuk mengelola dan memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk membantu manusia menghadapi tantangan masa depan.

(Gilang Irmawan adalah Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Program Studi Informatika. Tinggal di Desa Manggis, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. E-mail: irmawangilang9@gmail.com)