![]() |
|
|
BERSIH dan sehat adalah perilaku yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, perlu adanya kesadaran diri dari masing-masing individu. Perilaku hidup bersih dan sehat akan sangat berdampak bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya.
Oleh karena itu, peningkatan kesadaran diri untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, diperlukan untuk menjamin peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Perilaku yang bersih akan membuat lingkungan bersih, nyaman dan kesehatan tubuh terjaga dengan baik.
Peningkatan kesadaran diri mengenai perilaku hidup bersih dan sehat bisa dilakukan sejak usia dini. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia dini, sangat baik untuk mendidik dan menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan. Pengenalan tersebut diharapkan dapat terserap oleh mereka, sehingga akan tumbuh kebiasaan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di Desa Windusakti menargetkan anak-anak usia sekolah dasar di SD Negeri Windusakti, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, untuk penyuluhan PHBS.
Penyuluhan ini dilakukan pada Senin, 6 Maret 2023, bekerja sama dengan pihak sekolah. Dalam kegiatan PHBS tersebut, siswa-siswi SD Negeri Windusakti diajarkan bagaimana mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar.
Mahasiswa KKN di Desa Windusakti tidak hanya memberikan pengajaran PHBS melalui materi saja, namun juga mengajarkan melalui praktik. Dengan harapan agar siswa-siswi lebih memahami, dan dapat melakukan hal tersebut dirumahnya masing-masing yang kemudian dapat dilakukan seterusnya.
Praktik mencuci tangan dilakukan dengan sabun dan air mengalir. Praktik ini merupakan salah satu cara menjaga kebersihan diri untuk mencegah penularan penyakit, dengan membersihkan tangan sehingga tangan bersih dan bebas dari kuman. Sementara praktik menggosok gigi dengan baik dan benar, dilakukan untuk mengajarkan kepada para siswa mengenai cara menggosok gigi yang tepat.
Dalam praktik tersebut, siswa membawa alat berupa sikat dan pasta gigi untuk digunakan dalam praktik secara langsung. Praktik ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada siswa dengan mengetahui cara menggosok gigi yang benar untuk mencegah timbulnya masalah-masalah gigi, seperti gigi berlubang atau infeksi gusi.
Praktik mencuci tangan dan menggosok gigi dalam kegiatan penyuluhan PHBS tersebut diikuti dengan antusiasme siswa-siswi SD Negeri Windusakti. Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN membekali siswa dengan pengetahuan mengenai cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar.
Setelah siswa mengetahui cara mecuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar, siswa mempraktikkan kegiatan tersebut secara langsung. Untuk menunjang berjalannya kegiatan, siswa membawa sendiri alat berupa sikat gigi dan juga pasta gigi.
Siswa-siswi menanggapi dengan antusias kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa-siswi SD Negeri Windusakti. Dengan adanya kegiatan penyuluhan PHBS, siswa mengenal dan memahami perilaku hidup yang bersih dan sehat.
Hal kecil seperti mencuci tangan dan menggosok gigi diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang baik bagi siswa. Berawal dari kebiasaan tersebut, siswa dapat mulai menumbuhkan kesadaran diri akan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
(Ratih Ayu Silviari adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Anggota Mahasiswa KKN Kelompok 5 Desa Windusakti)