![]() |
|
|
MAHASISWA KKN Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sosialisasi Gerakan Gali Potensi Desa sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Brebes.
Gerakan Gali Potensi Desa yang di lakukan oleh para mahasiswa KKN Universitas Peradaban kelompok 40, merupakan salah satu program utama 4 pilar KKN Universitas peradaban tahun 2023, pada Minggu 26 Februari 2023.
Pada kegiatan ini, Mahasiswa KKN di Desa Cinanas melakukan observasi, sosialisasi serta mengajak masyarakat sekitar dalam meningkatkan upaya pemanfaatan lahan kosong, agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dalam jangka panjang serta ekonomi berkelanjutan.

Pada kegiatan ini Mahasiswa KKN memberikan sosialisasi serta pengarahan kepada masyarakat dalam bercocok tanam baik untuk tanaman jangka panjang ataupun jangka pendek.
Pada dasarnya ternyata Desa Cinanas ini secara kondisi geografisnya terdiri dari lahan tadah hujan, serta memiliki lahan yang cukup luas untuk area yang cocok di tanami tanaman Palawija yang memiliki nilai jual tinggi di antaranya Cengkeh, Kapulaga, dan Pala.
Penulis selaku Kormandes KKN Kelompok 40 Desa Cinanas, pentingnya kegiatan ini dalam memberikan pengarahan terhadap masyarakat agar kegiatan perekenomiannya khusunya di bidang pertanian agar lebih terarah dan hasil yang maksimal, sehingga mampu meningkatkan ekonomi para petani melalui gerkan Gali potensi Desa ini.
Sebagai mahasiswa, tentunya ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada, di antaranya untuk menanam tanaman palawija yang memiliki nilai jual tinggi, dengan harapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dalam jangka pajang serta ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu Kepala Desa Cinanas, Hensinka Sindi Setiawan Sp.d mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting di lakukan, mengingat perlu adanya pendekatan sosial terhadap pemahaman masyarakat.
Warga Desa Cinanas yang masih cendrung awam dalam pengembangan pertanian tanaman palawija, karena sebagian ujicoba sebenarnya sudah berhasil namun kurangnya kesabaran dan kegigihan dalam perawatan tanaman palawija yang cendrung lama, sehingga di abaikan justru memiliki nilai ekonomi tinggi.
Beberapa kali pemerintah daerah yang memberikan program bantuan benih tanaman di antaranya bibit tanaman cengkeh, buah duren yang hingga sekarang beberapa warga yang masih mempertahankan dan merawatnya, alhamdulillah sudah memetik hasil yang maksimal.
Salah seorang petani, Bapak Sujentoro, warga Desa Cinanas Dk Karang Sengon RT 04 RW 9 merupakan salah satu petani yang memiliki ketekunan dan kegigihan.
Bapak Sujentoro menanam tanaman palawija dianataranya cengkeh, pala dan kapulaga. Setelah penantian pajang hampir selama 5 tahun, sekarang sudah mulai memanen tanaman yang di tanam seperti cengkeh, kapulaga dan buah durian.
(Turiman adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)