![]() |
|
|
BELAJAR adalah proses perubahan tingkah laku individu sebagai hasil dari pengalamannya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Belajar bukan hanya sekedar menghafal, melainkan suatu proses mental yang terjadi dalam diri seseorang. Belajar lebih menekankan pada proses, baik proses mental, proses adaptasi dengan lingkungan, proses melalui lingkugannya, proses melalui pengalaman, latihan maupun praktek.
Menurut Syaiful dan Aswan (2014:5) “Belajar adalah perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi”. Prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari perbuatan belajar, karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi belajar adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut. Bagi seorang siswa belajar merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa tersebut.
Menurut Logan, dkk (1976) dalam Sia Tjundjing (2001:70) belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan latihan . Senada dengan hal tersebut, Winkel (1997:193) berpendapat bahwa belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.
Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat dilakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun dilingkungan masyarakat. Irwanto (1997:105) berpendapat bahwa belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan secara Bahasa, kata ”Matematika” berasal dari bahasa Yunani yaitu ”Mathema” atau mungkin juga ”Mathematikos” yang artinya hal-hal yang dipelajari. Matematika suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir. Matematika secara umum didefinisikan sebagai bidang ilmu yang mempelajari pola dari struktur, perubahan dan ruang. Maka secara informal dapat juga di sebut sebagai ilmu bilangan dan angka.
Dalam pandangan formalis, matematika adalah penelaahan struktur abstrak yang didefinisikan secara aksioma dengan menggunakan logika simbolik dan notasi. Adapun pandangan lain bahwa matematika adalah ilmu dasar yang mendasari ilmu pengetahuan lain. 16 Menurut W.W Sawyer berpendapat bahwa matematika adalah klasifikasi studi dari semua kemungkinan pola.
Pola yang dimaksut disini adalah dalam arti luas, mencakup hamper semua jenis keteraturan yang dapat dimengerti pikiran kita. Setiap teori matematika harus memperhitungkan kekuatan matematika, yaitu aplikasinya terhadap ilmu lain sains yang utama dan kaindahan matematika. Terlihat disini matematika bukanlah ilmu yang hanya untuk keperluan dirinya sendiri,tetapi ilmu yang bermanfaat sebagian besar ilmu-ilmu yang lain.
Menurut Maryati dan Priatna (2017: 336), matematika adalah ilmu deduktif karena dalam proses mencari kebenaran harus dibuktikan dengan teorema, sifat, dan dalil setelah dibuktikan. Matematika juga merupakan ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan nalar yang menggunakan istilah definisi dengan cermat, jelas dan akurat.
Dalam dunia perbankkan dan ekonomi matematika berfungsi sebagai penopang maju mundurnya suatu negara, karena di era pasar bebas sekarang ini semua harus dihitung dan dijalankan secara matematis. Dengan ilmu matematika, dapat untuk mengembangkan semua hal sesuai dengan pola pikir kita.
Sesuai dengan kaidah-kaidahnya matematika dianggap sebagai suatu ilmu yang menuntut manusia untuk melakukan suatu proses berfikir otak secara dinamis. Serta matematika menuntut pola pikir secara tersetruktur. Oleh karena itu peran matematika dapat dikatakan hampir disemua sendi kehidupan dan mendukung dalam upaya memajukan kehidupan manusia.
Sempoa Alat Hitung Sederhana
Sempoa merupakan alat hitung yang berbentuk seperti papan dengan sejumlah manik-manik yang disusun dalam baris tertentu. Meski menjadi alat hitung yang digunakan oleh masyarakat di berbagai negara, sejarah maupun asal mula sempoa ini sulit dilacak.
Hal ini disebabkan karena banyak negara yang juga memiliki sempoa sebagai alat hitung. Ada sejarah yang menuliskan bahwa sempoa berasal dari Babilonia sekitar tahun 2.700 - 2.300 SM. Sempoa milik masyarakat Babilonia ini bisa digunakan untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan, tapi metodenya lebih sulit dari sempoa modern.
Masyarakat Yunani juga memiliki sempoa, yang disebut Salamis Tablet, diketahui berasal dari tahun 300 SM. Walaupun sempoa diyakini bermuka dari Babilonia sekitar tahun 2.700 SM, sempoa milik bangsa Yunani dianggap sebagai papan hitung tertua di dunia.
Bangsa Tiongkok juga memiliki sempoa yang disebut sebagai suanpan, diperkirakan berasal dari tahn 2 SM.
Selain membantu kita dalam menghitung soal matematika yang dikerjakan, berhitung menggunakan sempoa ternyata juga memberikan berbagai manfaat, lo. Manfaat yang pertama untuk melatih dan menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Hal ini disebabkan karena saat kita menggunakan sempoa, maka kedua tangan kita ikut bergerak untuk memindahkan butiran manik-manik yang ada di sempoa. Menghitung menggunakan sempoa juga bisa melatih daya imajinasi dan kreativitas kita, karena dari soal yang didapatkan, kita harus membayangkan penghitangan yang dilakukan menggunakan sempoa.
Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan menghitung menggunakan sempoa adalah koordinasi tangan dan otak yang lebih baik. Saat memindahkan manik-manik sempoa, otak kita juga akan bekerja untuk menghitung jumlah manik-manik yang dipindahkan.Konsentrasi kita juga jadi akan meningkat saat menghitung menggunakan sempoa.
