Integrasi Pendidikan Moral Islam Dengan Ilmu Pengetahuan di Era Modernisasi
--None--
Selasa, 07/02/2023, 16:57:07 WIB

Integrasi Pendidikan moral Islam dan ilmu pengetahuan

INTEGRASI berasal dari bahasa Inggris “Integration” yang berarti penggabungan atau kesempurnaan. Integrasi pendidikan moral islam dengan ilmu pengetahuan(sains) dimaknai sebagai proses penggabungan dan penyesuaian antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan perpaduan unsur dan dimensi yang memiliki keserasian sehingga menjadi kesatuan yang utuh dan terpadu.

Keterpaduan antara kedua ilmu tersebut akan menjadikan sebuah ilmu yang dapat memberi nilai dan makna. Kata ‘moral’ berasal dari bahasa latin ‘mores’ yang diartikan sebagai ‘adat kebiasaan’. Dalam bahasa Indonesia, moral sering diterjemahkan dengan arti susila.

Kata moral dipakai untuk menunjukan suatu tindakan atau perbuatan yang sesuai dengan ide-ide umum yang berlaku dalam suatu komunitas atau lingkungan tertentu. Dari batasan ini ada yang menyatakan bahwa kata moral lebih banyak bersifat praktis daripada teoritis (Yaqub, 1988:14).

Moral biasanya disebut dengan akhlak. Menuntut ilmu termasuk ilmu pegetahuan adalah kewajiban bagi tiap muslim namun antara imu pengetahuan dan islam harus seimbang, ilmu pengetahuan dan ilmu pendidikan islam menjadi kendali dalam kebangkitan umat muslim. Kita harus memahami peran penting menanamkan moral yang beradab pada proses pengembangan pendidikan, karena di era modernisasi banyak peserta didik yang mengabaikan betapa pentingnya adab dan karakter dalam dunia pendidikan.

Mengutip dari buku Antologi Hadist Tarbawi oleh Tejo Waskito, moral yang beradab sangat diperlukan terutama dalam dunia pendidikan agar kita dapat memahami dan menerapkan serta mengimplementasikan hal positif dan menjadi lebih baik. Ibnu Al-Mubarak menyatakan : “mempunyai adab meskipun sedikit adalah lebih kami butuhkan daripada memiliki banyak ilmu pengetahuan”.

Dari pernyataan tersebut dapat kita simpulkan bahwa mempunyai adab itu lebih penting dan dibutuhkan. Karena orang berilmu belum tentu beradab, tetapi jika orang yang memiliki adab sudah pasti berilmu.

Sikap dan penerapan pendidikan islam dan ilmu pengetahuan

Tanpa disadari di era modernisasi dimana berkembangnya ilmu pengetahuan dan informasi kian hari membawa banyak kerugian bagi pertumbuhan moral, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi menyuguhkan kemudahan untuk menikmati kemewahan yang menggoda kepribadian seseorang.

Di era modernisasi banyak nilai-nilai yang mulai terkikis seperti kejujuran, keadilan, dan kejahatan intelektual, keegoisan yang merusak alam serta menyerang kelompok yang berbeda. Faktor tantangan tersebut dikarenakan lepasnya pegangan terhadap agama dengan mengedepankan ilmu pengetahuan.

Padahal orientasi sain dan tekhnologi islam sebagai berikut: -1. Adanya asas ilmu yang bermanfaat. -2. Adanya keseimbangan dalam alam semesta dan umat manusia. -3. Adanya penyucian jiwa.

Oleh karena itu, manusia harus dikembalikan dalam misi utamanya yaitu menggunakan rasionalitasnya umtuk meningkatkan kehidupan. Ilmu pengetahuan dan ilmu moral islam memiliki persatuan dan kesatuan jika penggunaannya dibimbing oleh nilai-nilai illahi, hal ini perlu dilakukan karena moral islam tergradasi dari kehidupan. Sikap penerapan ilmu pengetahuan dalam islam:

-1. Ilmu harus dikembangkan untuk mengambil hikmah dan manfaat dari ilmu itu, setiap ilmu pasti mempunyai manfaat yang bisa dirasakan langsung maupun tidak langsung. Proses pengambilan ilmu tersebut harus diimbangi dengan niat karena Allah SWT.

-2. Menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari membantu kita dalam urusan dunia dan akhirat hal ini selaras dengan hadist “ Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya. Dan barang siapa yang ingin bahagia dan selamat.

Dalam penerapannya dalam pendidikan integrasi ilmu agama dengan ilmu pengetahuan memiliki contoh yang diterapkan di SD sebagai berikut:

-1. Menghubungkan materi hidup rukun antar keluarga dengan QS. Al-Hujurat, ayat 10. Peserta didik diharapkan mampu memahami dan menerapkan seperti menghormati kedua orang tua, menjaga kerukunan antar saudara, dan saling menyangangi satu sama lain.

-2. Mengenal benda hidup dan benda mati dalam Q.S. Al-A’raaf : 57. Hal ini peserta didik diharapkan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari seperti mengagungkan ciptaan Allah SWT, menjaga benda dan alam sekitar, mengamati benda-benda dan mengklasifikasikannya.

-3. Menghormati hak dan kewajiban   (QS Al-Jumuah:10) peserta didik menerapkannya seperti menghormati perbedaan beragama, melaksanakan kewajibanya disekolah yaitu belajar, menaati tata tertib serta kewajiban di rumah. Dan menghormati sesama manusia.

Itulah contoh sederhana dalam penerapan ilmu pengetahuan dan pendidikan moral islam. Islam mempunyai pedoman hidup yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Segala hal di dunia ini sudah tercantum di dalam firman Allah, jika seseorang yang menggunakan ilmunya dan dilandasi oleh akhlak yang mengandung nilai-nilai islam maka akan membawa kepada keselamatan dunia dan akhirat. Serta membawa peradaban ilmu yang baik. Al-Qur’an sangat mendukung ilmu dan saintis terdapat larangan dan akibat dari suatu larangan.