Menumbuhkan Minat Belajar Matematika Sejak Dini
--None--
Senin, 06/02/2023, 12:15:11 WIB

BELAJAR merupakan suatu proses penting yang dialami oleh seseorang. Proses belajar yang terjadi pada diri seseorang, merupakan suatu kegiatan yang nyata atau sadar yang dilakukan oleh seseorang.

Dalam belajar terjadi pengingatan informasi kemudian disimpan dalam memori dan organisasi kognitif seseorang. Sehingga pada hakikatnya belajar adalah   sebuah pengalaman, pengalaman merupakan hasil interaksi antara peserta didik dan lingkungannya.

Dan menurut Sadiman, dkk., (1986:2) “Belajar (learning) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi sampai ke liang lahat nanti.” Belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di tempat ibadah, dan di masyarakat, serta berlangsung dengan cara apa saja, dari apa, bagaimana, dan siapa saja.

Salah satu tanda seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan perubahan sikap atau tingkah laku (afektif).

Untuk mendukung proses pembelajaran diperlukan minat belajar dari peserta didik. Minat belajar menurut Guilford (Lestari dan Mokhammad, 2017:93) adalah dorongan-dorongan dari dalam diri siswa secara psikis dalam mempelajari sesuatu dengan penuh kesadaran, ketenangan, dan kedisiplinan sehingga menyebabkan individu secara aktif dan senang untuk melakukannya.

Oleh karena itu, Minat belajar memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah pembelajaran. Minat belajar yang rendah akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik.  Minat belajar peserta didik terdapat pengaruh dari dua hal, adapun dua hal tersebut pengaruh dari luar peserta didik dan pengaruh dari dalam diri peserta didik. Salah satu minat belajar yang perlu dimiliki oleh peserta didik saat ini adalah minat belajar terhadap pembelajaran matematika

Era modern seperti sekarang ini matematika memiliki peran penting dalam kehidupan. Pentingnya peranan tesebut menjadikan matematika sebagai mata pelajaran yang wajib diikuti oleh seluruh siswa diberbagai sekolah. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Suherman (2003: 60) bahwa Matematika merupakan bagian penting dalam ilmu pengetahuan. Sehingga matematika diperlukan dalam berbagai aktivitas kehidupan seperti, memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta membantu mengembangkan kemampuan berfikir.

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif. Sekaligus pada saat yang sama, kita akan mengamati keberdayaan matematika (power of mathematics) dan tentunya menumbuh kembangkan kemampuan learning to learn.

Tentunya kemampuan bernalar yang dimiliki peserta didik melalui proses belajar matematika itu akan meningkatkan pula kesiapannya untuk menjadi lifetime learner atau pembelajar sepanjang hayat. Dengan matematika ilmu mengalami perkembangan dari kualitatif ke kuantitatif, sehingga peran matematika sangat penting dalam perkembangan berbagai ilmu pengetahuan, karena matematika merupakan ilmu deduktif.

Upaya Menumbuhkan Minat Belajar Matematika Pada Anak Sejak Dini:

Penguasaan konsep yang kuat tentang matematika perlu dilakukan sejak dini. Karena Ketika berbicara tentang matematika, kita sebenarnya berbicara mengenai sebuah keterampilan yang sangat penting bagi keberhasilan anak, baik disekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seorang anak mampu menguasai perhitungan, maka rasa percaya diri akan terbangun dan itu akan membantunya melewati kehidupan di era teknologi saat ini maupun di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Perlunya dorongan sejak dini kepada anak untuk menyukai matematika dengan cara yang menyenangkan.

Hal tersebut dapat dimulai dengan kegiatan-kegiatan mendasar seperti, Mengenalkan pentingnya berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Membangun kepercayaan anak sangatlah penting untuk dilakukan dalam kegiatan ini. Pertama beritahu dan yakinkan anak bahwa setiap orang dapat belajar matematika. Hindari mengatakan "matematika itu susah" atau "matematika hanya untuk anak yang pintar".

Ketika anak mengalami kejenuhan, berikan motivasi kepada anak untuk tetap tekun dalam menyelesaikan sebuah masalah. Dan ketika anak sudah mampu menyelesaikan atau memahami sesuatu, pujilah anak tersebut kemudian beri reword kepada anak tersebut untuk usahanya.

Hal yang terpenting perlu dilakukan untuk menumbuhkan minat belajar berhitung pada anak adalah dengan menunjukkan kepada anak penggunaan matematika yang sangat sering dijumpai dikehidupan sehari-hari. Misalnya menunjukkan berbagai situasi di lingkungan sekitar, ketika pedagang dipasar menghitung barangnya, abang tukang bakso menyebutkan harga, pegawai bank yang sibuk menghitung uang, angka pada jam digital di rumah, menghitung tinggi badan anak, menghitung sendok di meja makan, speedometer mobil yang bergerak dan sebagainya.

Kemudian Buatlah suatu permainan yang menyenangkan atau teka-teki yang berkaitan dengan angka. Bisa juga dengan menggunakan berbagai peralatan yang membantu, misalnya buku bergambar dan berhitung, kalkulator, sempoa, meteran dan sebagainya.

Terakhir, yaitu dengan mendorong anak untuk memecahkan masalah. Upayakan agar anak bisa menjelaskan kesulitan yang dihadapinya saat belajar matematika. Minta mereka mengeskpresikan melalui bahasa mereka dan menunjukkan gambar atau benda untuk menjelaskan kata-katanya, agar diperoleh kesimpulan untuk bisa mencari solusinya.

Jika anak membuat kesalahan, jadikan hal tersebut sebagai sebuah kesempatan bagi mereka mempelajari sesuatu yang baru. Dorong mereka untuk tidak takut berbuat kesalahan, kesalahan yang telah terjadi dijadikan sebagai pedoman agar natinya tidak mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya.

Menumbuhkan minat belajar matematika pada anak bukan hanya tugas seorang guru akan tetapi peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan minat belajar anak. Orang tua adalah pendidik utama yang harus memotivasi dan merangsang belajar anak dengan berbagai cara yang dapat membangkitkan gairah belajar anak, dan lebih dari itu.

Orang tua harus bisa memberikan contoh dan teladan yang baik dalam hal belajar sehingga bisa menjadi model yang bisa ditiru dan dilakukan oleh anak-anaknya, seperti yang dikemukakan oleh Tompson bahwa ”anak-anak belajar dari apa yang mereka jalani dalam kehidupan mereka. Mereka menyerap pengetahuan tentang kejadian dunia, melalui apa yang mereka alami dan amati.

Mereka lebih banyak mengikuti perilaku orang dewasa (dalam keluarga) dari pada belajar dari perkataan atau nasihat. Mereka lebih peka terhadap “kurikulum tersembunyi” di balik pengajaran yang di sampaikan lewat metode dan struktur yang memperkuat atau justru bertentangan dengan isi pengajaran.