Literasi Tonggak Peradaban
--None--
Senin, 06/02/2023, 11:24:10 WIB

APA yang terjadi bila sebuah literasi sebuah bangsa stagnan? Jawabnya, peradaban akan hilang dari esensinya, akan ada degradasi diseluruh aspek kehidupan, dan kemunduran intelektual bangsa itu sendiri.

Sebab, literasi lah yang membuat manusia mengetahui keberadaannya dalam tata lingkup sosialnya, sebelum lebih jauh, kita perlu memahami apa itu literasi terlebih dulu, penulis mengutip pendapat dari Elizabet suby "1986", menurutnya literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi " Membaca, menulis, berbicara dan menyimak". Dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya.

Pendidikan masa depan seyogyanya terus menawarkan pentingnya literasi kepada pewaris peradaban selanjutnya, sedini mungkin, seorang ibu misalnya, mendongeng kan anaknya yang akan tidur, bukan memberinya smartphone canggih untuk anaknya sendiri mencari "dongeng lain" Yang bersliweran di medsos, implementasi akan literasi dimulai dari hal-hal kecil semacam itu.

Sekarang mari kita lihat beberapa contoh kasus didalam kehidupan kita, antara seorang yang menekuni literasi dan lainnya tidak, sebuah masalah, akan terlihat mudah untuk diselesaikan bagi seorang yang menekuni literasi daripada yang tidak, dan sialnya, beberapa diantara kita sendirilah yang malas bergelut dengan literasi.

Dari zaman dal, pun, kita tahu, leluhur bangsa kita adalah leluhur yang tahu akan pentingnya literasi, maka dari itu terwarisilah kita, muataan-muatan yang dibawa nenek moyang, baik lagu-lagu daerah, serat dan tembang, candi-candi, relief dan kemungkinan banyak ada yang kita tak mengetahuinya.

Dan sayang seribu sayang, kalau literasi dibiarkan begitu saja oleh kita, sebab siapa lagi kalau bukan kita? Literasi bukan soal baca serta tulis, kita bisa ber dialektika, ngobrol dengan teman dipos ronda, membaca keadaan sosial, kontemplasi dikamar sendiri, dan seribu satu jalan lain menuju literasi.

Apabila literasi tercampak, apakah kita sungguh tega mewarisi kebodohan kepada anak-cucu kita nanti? Pasti jawabnya tidak, pasti suatu saat kita sadar akan literasi, pendidikan kita akan dipenuhi literasi yang asyik, dan optimisme selalu ada, literasi adalah sebuah matahari yang akan terbit lagi di ufuk timur cakrawala, literasi mencerahkan sekaligus sebuah Tonggak peradaban.

Lalu, bagaimana literasi menjadi tonggak peradaban? atau apa yang harus kita lakukan untuk membuat budaya literasi kita tidak roboh? adalah membaca, ya, dengan hanya membaca berarti kita sudah menegakkan literasi kembali. Blanton dkk dan Irwin (Farida Rahim, 2008: 11) merangkum manfaat membaca sebagai berikut:

-1. Kesenangan. -2. Menyempurnakan strategi tertentu. -3. Mempergunakan strategi tertentu. -4. Memperbaharui pengetahuan tentang suatu topik. -5. Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya. -6. Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis. -7. Mengkonfirmasi atau menolak prediksi.

-8. Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan suatu informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks,menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.

Begitulah kiranya literasi sebagai tonggak peradaban dapat dibangun dari hal-hal kecil, sehingga melahirkan hal-hal besar. terakhir, penulis ingin memberi semangat agar terus menegakkan literasi, sebab literasi itu penting, apalagi bagi zaman penuh ke-instant-an saat ini, maka izinkan penulis mengutip  pepatah arab yang artinya:

“Sesungguhnya di tangan para permudalah urusan umat dan pada kaki merekalah terdapat kehidupan umat”.