![]() |
|
|
MATEMATIKA dari Bahasa yunani kuno (mathema) berarti pengetahuan, pemikiran, pengkajian, dan pembelajaran adalah bidang ilmu yang mencakup studi tentang topik – topik seperti bilangan aritmatika dan teori bilangan, rumus dan struktur terkait aljabar, bangun dan ruang tempat mereka berada (geometri), besaran serta perubahannya (kalkulus dan analisis).
Matematika menurut James (Erman Suherman, 2001) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi kedalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis dan geometri.
Sedangkan menurut Maryati dan Priatna (2017:336) matematika adalah ilmu deduktif karena dalam proses mencari kebenaran harus dibuktikan dengan teorema, sifat, dan dalil setelah dibuktikan. Aristoteles mendefinisikan matematika sebagai “ilmu kuantitas” dan definisi ini berlaku sampai abad ke-18.
Matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi serta psikologi. Tokoh-tokoh ilmuan matematika sangat banyak seperti:
-1. Leonardo da Pisa. -2. Georg Cantor. -3. Euclides. -4. Thabit Ibnu Qurra. -5. Johann Carl Friedrich Gauss. -6. M.C. Escher. -7. Ronald Aylmer Fisher. -8. Rene Descartes.
-9. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. -10. Galileo. -11. Pythagoras. -12. Archimedes. -13. Blaise Pascal. -14. Thales.
Ilmuwan matematika yang kali ini akan dibahas ialah Pythagoras, Dalam biografi Phytagoras ia lahir di pulau Aegean wilayah Timur kepulauan Samos daerah Ionia Yunani pada tahun 570 SM. Ibunya bernama Pythias adalah penduduk asli pulau itu sementara ayahnya yang bernama Mnesarchus adalah seorang pedagang permata dari Tirus (Lebanon).
Phytagoras juga memiliki dua atau tiga orang saudara kandung. Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya dan dijuluki sebagai "Bapak Bilangan". Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).
Diketahui bahwa pada usia delapan belas tahun Pythagoras pergi ke kota Miletus untuk bertemu Thales yang merupakan seorang ahli matematika dan astronomi. Meskipun pada waktu itu Thales sudah terlalu tua untuk mengajar pertemuan itu cukup membuahkan hasil. Dari pertemuan itu menimbulkan minat Pythagoras dalam ilmu pengetahuan, matematika dan astronomi.
Pythagoras juga belajar ke salah satu murid Thales bernama Anaximander karya-karya Pythagoras selanjutnya menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan karya-karya Anaximander. Kontribusi Pythagoras terhadap matematika paling dikenang karena konsepnya tentang angka. Pythagoras percaya bahwa semuanya dapat direduksi menjadi angka dan angka-angka ini memiliki karakteristik, kekuatan, dan kelemahan mereka sendiri.
Bagi Pythagoras angka 10 adalah angka yang paling lengkap karena terdiri dari empat digit pertama (1 + 2 + 3 + 4) dan ketika ditulis dalam notasi titik, mereka membentuk segitiga. Dia juga percaya bahwa geometri adalah bentuk tertinggi dari studi matematika yang dengannya seseorang dapat menjelaskan dunia fisik. Keyakinan Pythagoras berasal dari pengamatannya terhadap matematika, musik, dan astronomi.
Dalam Astronomi Pythagoras juga mengajarkan bahwa Bumi adalah sebuah bola di pusat kosmos. Dia berpendapat bahwa semua planet dan bintang lain adalah bola karena bola adalah sosok padat yang paling sempurna. Pythagoras merupakan tokoh matematika yang paling terkenal dalam konsep geometrinya.
Ia pertama kali membuktikan mengenai Teorema Pythagoras yaitu Jumlah luas bujur sangkar pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas bujur sangkar di hipotenus. Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku, kaki-nya adalah dua sisi yang membentuk sudut siku-siku tersebut, dan hipotenus adalah sisi ketiga yang berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut.
Meskipun teorema yang disebut sudah ditemukan oleh orang Babylonia, Namun Pythagoras adalah orang yang pertama kali membuktikannya. Pokok-Pokok Pikiran Pythagoras: Sakralitas Angka, Mistik Angka, Geometri Simbol Alam, Pentagram, Golden Ratio, Parthenon Greece, The Great Pyramid, Human Body, Kearifan Ekologis.
