Peningkatan Pemahaman Manajemen Usaha Kepada Para Pelaku UMKM
--None--
Selasa, 31/01/2023, 18:52:02 WIB

USAHA mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah  kegiatan ekonomi yang dilakukan mayoritas penduduk Indonesia untuk menghasilkan pendapatan. Proporsi UKM di Indonesia 90 persen, sisanya 10 persen adalah perusahaan besar.

Meskipun UKM bukanlah perusahaan besar, namun peran UKM dalam sektor ekonomi negara tidak diragukan lagi, karena UKM menyumbang 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bahkan dibandingkan dengan perusahaan besar, UKM masih memiliki beberapa keunggulan, yaitu kemudahan inovasi dalam pengembangan produk, kemampuan memperkerjakan karyawan dalam jumlah besar, adaptasi yang lebih cepat dan lebih baik terhadap perubahan pasar dibandingkan dengan perusahaan besar.

Informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM (2012) menunjukkan bahwa, pada tahun 2012 terjadi peningkatan sebanyak 1.328.163 unit usaha dibandingkan tahun sebelumnya. Selain pertumbuhan UKM yang kuat, UKM juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan tingkat penyerapan tenaga kerja mereka mencapai 97%.

Selain itu, UKM juga perlu memahami beberapa konsep dasar bisnis. Peningkatan pemahaman tentang kepemimpinan perusahaan berperan penting dalam kaitannya degan kelangsungan usaha atau bisnis. Tata kelola perusahaan mempengaruhi semua pelaku bisnis, perusahaan kecil, menengah dan besar.

Hal ini sangat cocok bagi para pelaku UMKM untuk meraih kesuksesan, kesuksesan dan perkembangan usahanya. Bisnis, terutama UKM, dapat melakukan hal  berikut. Kepemimpinan bisnis diperlukan dalam konteks internal perusahaan atau bisnis agar perusahaan benar-benar memiliki arah atau perspektif untuk menjalankan bisnis, terstruktur dan terencana dengan baik.

Ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan untuk menerapkan manajemen perusahaan yaitu mengidentifikasi peluang bisnis, melakukan perencanaan bisnis dan perencanaan pemasaran.

Menurut Kotler (2004). Proses pemasaran terdiri dari empat fase, yaitu melalui analisis peluang pasar untuk mengidentifikasi peluang bisnis yang layak. Selanjutnya, strategi pemasaran dapat dibuat sesuai dengan market aligment.

Selain itu, merencanakan program pemasaran terpadu dengan menggunakan metode bauran pemasaran, yaitu seperangkat tindakan atau strategi yang ditujukan untuk mempromosikan jasa atau produk yang akan dijual, dan terakhir, mengatur, melaksanakan, dan mengendalikan proses pemasaran.

Perencanaan pemasaran dapat dilakukan dengan cara mengamati situasi atau yang sering kita dengar dengan sebutan (S.W.O.T) dimana S singkatan dari strength atau kekuatan, W singkatan dari weakness atau kelemahan, O singkatan dari opportunity atau peluang dan T singkatan dari threat atau ancaman.

Seorang pengusaha harus melakukan ini untuk menganalisis situasi di dalam dan di luar perusahaannya. Oleh karena itu untuk, untuk memajukan dan mensukseskan UKM di Indonesia diperlukan cara pengelolaan usaha yang baik dan benar. Kami sangat berharap para pembaca akan memahami apa yang diajarkan dan tahu bagaimana menerapkannya.