Produk Baru Dan Mengelola Siklus Hidup Produk
--None--
Selasa, 31/01/2023, 11:22:17 WIB

MEMAHAMI strategi perkembangan produk baru dan mengelola siklus hidup produk. Hampir semua bisnis, baik itu kecil maupun besar, selalu berhubungan dengan pemasaran produksi, pengembangan, manufaktur, dan juga penjualan produk.

Ketika sudah menghasilkan produk, bagian manajemen akan mengerjakan strategi tentang bagaimana cara melakukan pengembangan produk baik yang sudah ada atau membuat produk baru. Mengingat perubahan yang cepat dalam industri teknologi tinggi dan persaingan global yang ketat di pasar, memperpendek siklus hidup suatu produk diperlukan.

Diindikasikan bahwa faktor keunggulan bersaing meliputi kualitas, efisiensi, inovasi, dan akuntabilitas berhubungan positif dan signifikan dengan pengembangan produk baru. Untuk benar-benar mewujudkan inovasi dan menuai manfaatnya, seseorang harus menyadari bahwa inovasi adalah tiga hal yang berbeda: inovasi adalah hasil, inovasi adalah proses, dan inovasi adalah pola pikir.

Siklus hidup produk adalah siklus yang pasti terjadi pada suatu produk. Adanya siklus produk dapat membantu produsen menentukan strategi yang tepat saat memasarkan produk tersebut. Selain itu, produsen dapat mengambil langkah untuk memperpanjang umur produk dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas.

-Tahap pertama dari siklus hidup produk adalah pengenalan. Pada tahap ini, produk mulai dibuat dari bahan mentah. Kemudian mulai disuguhkan kepada masyarakat dengan berbagai strategi pemasaran.

-Tahap kedua dari siklus hidup produk adalah fase pertumbuhan. Siklus ini akan menunjukkan apakah produk tersebut layak atau tidak dapat diterima secara sosial. Jika produk belum berhasil diterima oleh masyarakat, perlu dilakukan evaluasi dan penyempurnaan agar produk dapat dikembangkan. Kemudian mulai disuguhkan kepada masyarakat dengan berbagai strategi pemasaran..

-Tahap akhir dari siklus hidup produk adalah fase penurunan. Pada titik ini, produk mengalami penurunan penjualan karena minat konsumen yang semakin berkurang. Hal ini terjadi karena pasar sasaran bosan atau ada perubahan produk.

Pemasar harus mempertimbangkan dengan hati-hati masalah peraturan dan kebijakan publik yang terkait dengan pembelian atau penghentian produk, perlindungan paten, kualitas dan keamanan produk, dan jaminan produk.

Perusahaan yang menghentikan penawaran produk, harus menyadari bahwa mereka memiliki kewajiban hukum, baik tertulis maupun tersirat, kepada pemasok, pengecer, dan pelanggan yang tertarik dengan produk yang dihentikan.