![]() |
|
|
Kawasan Buah dan Gizi Desa untuk pemenuhan nutrisi dan gizi ibu hamil serta balita…
PanturaNews (Tegal) - Tingginya angka stunting di Kabupaten Tegal, sangat prihatin. Untuk mempercepat penangan stunting, Dana Desa bisa digunakan untuk penanganan stunting minimal 8 persen dari APBDes. Pemerintah Pusat akan menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Demikian dikatakan Anggota DPR RI Komisi 9, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si pada Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama BKKBN di Desa Banjaragung, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Senin 30 Januari 2023.
“Bantuan khusus untuk penanganan stunting telah dibahas di Rapat Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.
Jadi, lanjut Dewi Aryani, selain bantuan nutrisi akan ada bantuan DAK yang nantinya dikelola oleh pemerintah daerah, untuk dibelanjakan pemenuhan protein hewani produk lokal. Tidak boleh dibeli dari daerah lain.
Sosialisasi dihadiri Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo SpOG. Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Tegal, Ir Khofifah dan Kades se-Kecamatan Warureja.
Soal bantuan khusus penanganan stunting, Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kab. Tegal, Kab. Brebes) ini, belum bisa menyampaikan jumlah anggaran yang akan digelontorkan, karena belum ditetapkan.
“Hasil rapat Komisi IX DPR RI juga mengamanatkan Dana Desa bisa digunakan untuk penanganan stunting minimal 8 persen dari APBDes, dan untuk anggaran ketahanan pangan minimal 20 persen,” terang Dewi Aryani.
Sebagai langkah kongrit penanganan stunting, Dewi Aryani gencar melakukan sosialisasi bahaya stunting. Langkahnya itu juga ditunjang dengan pemasangan baliho informasi stunting di setiap desa.
Sementara Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat akan menggelontorkan DAK untuk penanganan stunting. Anggaran yang dikelola daerah itu, digunakan untuk membeli makan tambahan yang mengandung protein hewani.
Pada kesempatan itu, juga digelar Pencanangan Kawasan Buah dan Gizi, dengan penanaman pohon secara simbolis di depan Balai Desa Banjaragung. Termasuk pencanangan Kawasan Buah dan Gizi Desa di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.
“Untuk menekan tingginya angka stunting di Kabupaten Tegal, diperlukan membangun Kawasan Buah dan Gizi Desa untuk pemenuhan nutrisi dan gizi ibu hamil, balita, manula dari keluarga tidak mampu, secara berkesinambungan dan berkelanjutan,” tutur Dewi Aryani.
Ditegaskan Dewi Aryani, protein hewani dua kali lipat mempercepat penanganan stunting. Karena itu, mulai tahun 2023 ini akan ada bantuan untuk menambah protein hewani.
Pada akhir sosialisasi, Kepala BKKBN dan Dewi Aryani membagikan bantuan kepada beberapa ibu hamil dan balita serta doorprize bagi peserta. Acara dilanjutkan dengan pencanangan Kawasan Buah dan Gizi di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja dengan penanaman pohon dan tabur benih ikan.