![]() |
|
|
MANAJEMEN merupakan suatu proses mengatur yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan maksud, mencapai tujuan yang diinginkan.
Maka dari itu, tujuan manajemen itu sendiri adalah menyadarkan bagaimana berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda mampu mengelola, membina, mengurus, menata, melaksanakan, mengkoordinasi, dan memimpin suatu institusi, organisasi atau lembaga pendidikan dengan tujuan yang diinginkan mampu terealisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Mutu pendidikan adalah krakteristik yang harus melekat pada seluruh komponen sistem pendidikan. Mutu pendidikan dapat dipahami sebagai kemampuan dari suatu sistem pendidikan dalam mengalokasikan sumber secara adil sehingga setiap peserta didik memeproleh kesempatan yang sama untuk mengakses sumber dan mencapai hasil yang optimal.
Pencapaian mutu pendidikan sekolah ditentukan oleh kemampuan teknis kependidikan dan pengelolaan. Hasil dan prestasi belajar siswa dicapai/diperoleh dari kemampuan sekolah dalam mengelola aneka sumber yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar sebanyak dan seberagam mungkin.
Prestasi belajar siswa berkembang melalui pelatihan, penanaman kedisiplinan, dan pembiasaan dalam mengaplikasikan kemampuan dasar untuk belajar dalam menghadapi berbagai persoalan pada praktek kehidupan nyata.
Alasan mendasar mengenai perlunya diterapkan Manajemen di Sekolah, tertuang dalam pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, antara lain:
(1) sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi dirinya sehingga sekolah dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan sekolah
(2) sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik
(3) keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya.
Untuk bisa menghasilkan mutu pendidikan menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan suatu lembaga pendidikan, yaitu:
-1. Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalah-menang” di antara fihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan (stakeholders).
-2. Perlunya ditumbuhkembangkan adanya motivasi instrinsik pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu.
-3. Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil jangka panjang. Penerapan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek, tetapi usaha jangka panjang yang konsisten dan terus menerus
Menurut Djam’an Satori Manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien
Menurut Soebagio Atmodiwirio Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan
Menurut Made Pidarta Manajemen pendidikan itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
