Mengenal Produksi Tahu Goreng Ibu Jayatri di Desa Mlayang
--None--
Selasa, 17/01/2023, 00:31:56 WIB

PRODUKSI adalah suatu kegiatan mengelola untuk menghasilkan sesuatu yang dapat memiliki nilai jual. Menurut Vincent Gaspersz (2004)Produksi adalah fungsi utama dalam berorganisasi, yang di dalamnya mengandung unsur aktivitas meningkatkan nilai jual dalam produk sehingga secara umumnya produksi adalah meningkatkan hasil dari apa yang telah di capai.

Sedangkan produksi menurut  Assauri (2011:75), proses produksi adalah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan, dana) yang ada.

Indonesia merupakan negara yang  memiliki hasil pertanian potensial, misalnya kedelai. Kedelai mempunyai banyak manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti makanan tahu. Tahu sudah dikenal di berbagai daerah di Indonesia, yang setiap daerah mempunyai varian tahu  masing-masing. Awalnya tahu hanya satu macam, yakni tahu putih.

Seiring dengan perkembangan zaman kini tahu mempunyai banyak jenis dan varian, tampilan luar tahu ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna kuning, tahu juga ada yang berbentuk kotak bahkan bulat. Aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain, tahu campur, tahu bacem, tahu bakso, perkedel tahu, kerupuk tahu, tahu isi tahu krispi, tahu gimbal, tahu petis, tahu pedas dan masih banyak lainnya. Tahu sangat tidak asing, karena menjadi bagian yang tak terpisahkan yang dapat kita jumpai diberbagai tempat makanan Indonesia.

Sejarah tahu berasal dari Tiongkok. Tahu telah dikenal sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han. Tahu merupakan makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami fermentasi. Versi tahu yang dikenal di Jepang adalah tofu.

Tofu lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan. Tofu dan tahu dibawa para perantau Cina ke seluruh penjuru dunia. sehingga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

Menurut Badan Standarisasi Nasional, 1998. Tahu adalah suatu produk makanan berupa padatan lunak yang dibuat melalui proses pengolahan kedelai (Glycine sp.) dengan cara pengendapan proteinnya, dengan atau tidak ditambah bahan lain yang diizinkan.

Tahu sejak lama dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai lauk-pauk, karena tahu adalah makanan yang menyehatkan. Tahu memiliki kadar protein yang tinggi yang bermutu setara dengan protein hewani, apabila jika di konsumsi bisa bermanfaat bagi kesehatan.

Salah satu manfaat dari mengonsumsi tahu yakni menurunkan risiko penyakit jantung, membantu mencegah kanker, membantu menurunkan risiko diabetes, meningkatkan fungsi ginjal dan masih banyak lainnya. Tahu dapat di konsumsi oleh semua orang, dengan banyaknya manfaat dan nutrisi yang baik dari tahu, di umur berapa bayi boleh mengonsumsi tahu?

Menurut Ahli Nutrisi dr. Tan Shot Yen, tahu sudah boleh diberikan sebagai makanan bayi sejak berusia 6 bulan. Sebab, tahu merupakan makanan halus lumat yang sangat cocok untuk MPASI bayi.

Peningkatan produksi tahu rumah tangga:

Seiring dengan meningkatnya konsumsi tahu dimasyarakat. Banyak perusahaan tahu berdiri mulai dari sekala besar, maupun rumah tangga. produksi tahu menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Banyak produksi tahu yang sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satunya produksi tahu Ibu Jayatri yang bertempat di Dukuh Karang Pucung, Kelurahan Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes Jawa tengah. Usaha tahu Ibu Jayatri ini sudah berjalan selama 11 tahun dan masih memproduksi tahu sampai sekarang. Ada beberapa pegawai yang sudah lama bekerja bersamanya yang merupakan warga setempat.

Jenis tahu yang di produksi Ibu Jayatri adalah jenis tahu goreng. Pembuatan tahu di mulai dari jam 06.00-17.30. Tahu ini di jual oleh Ibu Jayatri dipasar, beberapa dijual di warung secara eceran dan ada juga konsumen yang langsung membeli ke tempat pembuatan tahu tersebut. Modal produksi tahu dalam 1 hari berkisar 2.000.000 dan penghasilan bersih kotornya berkisar 2.200.000.

Ibu Jayatri juga menyampaikan beberapa kendala dalam produksi tahu, seperti sepinya pelanggan, bahan-bahan tahu naik dan alat-alat untuk pembuatan tahu yang sering kali rusak. Tahu juga bukan makanan yang bisa bertahan lama, karena daya tahan tahu hanya bisa bertahan kisaran 2 hari lamanya.

Untuk mengetahu cara membuat tahu yang telah di jalani oleh Ibu Jayatri mari kita simak alat  dan cara pembuatannya. Bahan yang digunakan Ibu Jayatri dalam pembuatan tahu seperti kedelai, minyak, garam dan air yang banyak. Alat yang sering Ibu Jayatri gunakan berupa wajan, serok, pisau, cetakan, mesin giling kedelai, drum untuk memasak, ember plastik ukuran besar, kain/saringan tahu, brower/semprong, dan tungku bakar untuk merebus/memasak.

Adapun proses pembuatan tahu yang dijalani Ibu Jayatri seperti perendaman, proses perendaman dilakukan secara manual oleh Ibu Jayatri. Perendaman kedelai di lakukan dengan cara menuangkan kedelai kering untuk dicuci ke dalam ember. Kedelai yang sudah dicuci sampai bersih kemudian di rendam selama 8 hingga 9 jam.

Biji kedelai yang telah  direndam kemudian dibersihkan dengan menghilangkan air rendaman serta kotoran-kotoran yang mengapung di atas air. Perendaman biji akan memperlunak struktur kacang kedelai sehingga akan mengurangi energi yang diperlukan selama penggilingan. Struktur sel biji kedelai yang lunak juga akan mempermudah mengeluarkan sari dari ampasnya.

Dilanjut proses penggilingan, biji kedelai tersebut kemudian digiling sampai bertekstur halus hingga menjadi bubur kedelai. Setelah biji kedelai berubah tekstur menjadi bubur, kemudian masukan bubur kedelai yang diperoleh dari hasil penggilingan ke dalam drum untuk di masak dengan penambahan air secukupnya sehingga bubur kedelai menjadi encer.

Ibu Jayatri masih menggunakan metode dengan memasang drum diatas tungku untuk dipanaskan. Proses pemasakan dimulai dengan memasukan air ke dalam drum, kemudian dipanasi. Setelah panas, bubur kedelai hasil proses penggilingan di masukan ke dalam drum dan dipanaskan hingga mendidih. Bubur kedelai yang telah di masak kemudian di saring untuk mendapatkan sari kedelai (susu kedelai).

Penyaringan dilakukan dengan meletakan bubur kedelai ke atas saringan (kain) yang dipasang di atas bak penampung. Kemudian, dilakukan pengepresan dengan papan penjepit dan diberi beban sekuat-kuatnya agar semua air yang berada di bubur kedelai terperas semua. Bila perlu, ampas sering diperas lagi dengan menambahkan sejumlah air.

Sari kedelai yang dihasilkan dari bubur kedelai ini kemudian di masukan ke dalam cetakan kayu yang berbentuk kotak. Dibutuhkan waktu 1-2 jam untuk menghasilkan sari kedelai yang menjadi padat, lalu potong sari kedelai yang sudah padat tersebut.

Goreng tahu yang sudah dicetak ke dalam wajan yang berisi minyak panas. Goreng tahu sampai mengering hingga berwarna kecoklatan. Kemudian, angkat menggunakan serok dan tiriskan. Taburkan garam ke tahu yang sudah digoreng tadi secukupnya.