![]() |
|
|
PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan produksi susu nasional, dimana salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini yaitu dengan terus mendorong masyarakat untuk pengembangan usaha budidaya ternak kambing perah.
Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 64/permentan/OT.140/5/2014 tanggal 2 Mei Tahun 2014 tentang Tata Cara Budidaya Kambing Perah yang Baik.
Kambing perah merupakan ternak perah alternatif yang cocok dikembangkan dan diterima secara luas di masyarakat. Ternak kambing perah dapat digunakan sebagai penghasil susu dan juga penghasil daging. Sebagai penghasil susu , susu kambing perah mempunyai keunggulan kandungan gizi yang lengkap yang mampu meningkatkan kesehatan dan kecerdasan masyarakat. Usaha ternak kambing perah cenderung disukai karena relatif mudah dan cepat menghasilkan.
Susu kambing bila ditinjau dari kualitasnya, memiliki sedikit perbedaan yang mengakibatkan susu kambing memiliki karakteristik yang khas. Warna susu kambing lebih putih dibanding dengan susu sapi, karena susu kambing tidak mengandung senyawa karoten yang membuat warna susu sapi sedikit kekuningan. Kadar protein susu kambing sekitar 3 – 5 %, kandungan lemak susu kambing 3 – 6 % dan sebagian besar (99%) terdiri dari gliserida dan steroid.
Berkembangnya peternakan kambing perah ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan produk susu kambing, khususnya di daerah perkotaan. Konsumen meyakini dengan mengonsumsi susu kambing dapat membantu mengatasi masalah kesehatan, seperti meningkatkan imunitas tubuh, mendukung kesehatan sistem pencernaan, dan mencegah penyakit kardiovaskular (serangan jantung, stroke dan penyakit jantung koroner).
Produksi Susu Kambing di Peternakan BAF
Di Desa Krikil, Kedawung, Wanatirta yang terletak di Kecamatan Paguyangan terdapat usaha peternakan kambing perah yang dikenal dengan BAF (Bumiayu Aji Farm). Peternak kambing perah ini merupakan seseorang yang memiliki kecintaan terhadap hewan. Kemudian beliau mencoba untuk membuka peternakan kambing.
Beliau sering melakukan konsultasi dengan bagian peternakan dan dokter ternak mengenai perawatan kambing yang baik. Beliau juga rutin mengikuti seminar-seminar di beberapa daerah seperti Cilacap, Wonosobo, dan Yogyakarta. Dari situlah, pemilik BAF mendapatkan ilmu untuk diterapkan di usaha peternakannya.
Awalnya pemilik BAF bersama keluarga di tahun 2014 memulai usaha peternakan kambing penggemukan (pedaging) untuk pasokan kambing kurban. Ternak ini berjalan sekitar 3 tahun. Kemudian, pada tahun 2017 memutuskan beralih mencoba mengembangkan usaha peternakan kambing perah sampai saat ini.
Pemilik BAF mengatakan, awalnya peternakan kambing perah miliknya ini hanya berjumlah 20 ekor kambing jenis sanen lokal. Berjalannya waktu, kambing yang dipelihara terus beranak sehingga jumlah kambing terus bertambah. Tahun lalu, pemilik BAF bersama dengan peternak dari Cilacap mengimpor kambing sanen sepasang jantan dan betina dari Australia dan Amerika.
Proses pemerahan dilakukan setelah kambing melahirkan. Selama seminggu anak kambing meminum susu langsung dari induknya yang masih mengandung kolostrum yang baik untuk pertahanan imunitas. Setelah itu, anak kambing dipisah kemudian di dot. Induk betina dibersihkan mulai dari pemotongan kuku, rambut dan mulai dimasukan ke kandang untuk diperah.
Pemerahan susu kambing dilakukan seminggu setelah kambing dibersihkan pasca melahirkan. Jangka pemerahan susu kambing tidak terbatas. Pemerahan berhenti setelah susu kambing sudah mulai mengering secara alami. Kambing yang kualitas susunya mulai berkurang dilepas dan digantikan dengan kambing peranakan yang baru. Untuk anakan jantan mereka jual dan anakan betina mereka pelihara untuk menghasilkan peranakan baru.
Pemerahan susu kambing dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore. Dalam sehari, setiap kambing bisa menghasilkan susu kambing sebanyak 1 liter/ ekornya. BAF tidak memproduksi susu olahan, peternakan ini hanya menghasilkan susu murni yang nantinya diolah oleh pabrik.
Pemasaran susu kambing murni Bumiayu Aji Farm (BAF) ini didistribusikan ke Serpong (Tangerang), Wonosobo, Purwakarta, Tegal dan Cilacap. Jumlah pengiriman tidak menentu disesuaikan dengan permintaan. Untuk permintaan daerah Serpong sendiri bisa mencapai 800 liter. Harga susu kambingnya berkisar Rp35.000/liter untuk luar daerah. Untuk warga sekitar sekitar Krikil, Kedawung sendiri pemilik BAF memberi harga Rp25.000/liternya.
Upaya dalam peningkatan produksi susu kambing perah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berpengaruh pada kemampuan produksi susu ternak perah. Beternak kambing perah perlu juga didukung oleh penyediaan pakan yang baik dan dalam jumlah yang cukup. Komposisi pakan kambing perah ini terdiri dari pakan inti (hijauan) dan pakan tambahan (konsentrat dan silase). Pemberian pakan dilakukan 3 kali dalam sehari.
Pagi hari hijauan segar. Hijauan ini berupa rumput maupun dedauan yang ditanam di lahan sendiri. Jenis rumput yang ditanam berupa odot dan pakcong. Siang hari diberi pakan konsentrat. Konsentrat mengandung nutrisi utama berupa energi dan protein yang bermanfaat unuk meningkatkan mutu gizi pakan. Konsentrat terbuat dari sisa bahan seperti kulit singkong, kulit kopi, kulit biji kedelai dan bahan lainnya yang diolah menjadi tepung. Sore hari diberi pakan silase. Silase merupakan bentuk rumput yang sudah difermentasi.
Peternakan BAF ini terjamin sekali kebersihannya. Kandang dibersihkan setiap hari. Untuk tempat pakan dibersihkan di pagi hari sebelum pemberian pakan. Perawatan dan kesehatan di peternakan kambing perah BAF terjaga dengan baik. Pemeriksaan kesehatan dilakukan selama 3 bulan sekali, salah satunya pemberian suntik cacing pada kambing. Suntik vitamin dilakukan 2-4 minggu sekali disesuaikan dengan kondisi kesehatan kambing.
Pemilik BAF menghubungi dokter dari wilayah Brebes dan Jogja yang rutin melakukan pengontrolan sebulan sekali. Jadi, untuk perawatan dan pengelolaannya tidak sembarangan. Ilmunya sudah langsung didapatkan dari ahlinya. Kesehatan kambing selalu dalam pengawasan sehingga susu yang dihasilkan terjamin kualitasnya.
Saat ini, susu kambing merupakan salah satu pilihan dalam memenuhi kebutuhan susu di Indonesia selain susu sapi. Kandungan susu kambing tidak jauh berbeda dibanding susu sapi.
Susu kambing memiliki kandungan gizi relatif lebih lengkap dan seimbang. Salah satu keunggulan susu kambing dibanding susu sapi adalah tingginya proporsi butiran lemak berukuran kecil (rantai pendek dan sedang) sehingga susu kambing mudah dicerna.
