Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Anak Sekolah Dasar
--None--
Senin, 16/01/2023, 01:00:30 WIB

PERANAN penting orang tua terhadap masa perkembangan anak sekolah dasar (SD). Seperti yang kita tahu, Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama, yang sangat penting menentukan masa depan kehidupan keluarga. Keluarga juga merupakan wadah dan tempat bagi pertumbuhan dan perkembangan semua anak.

Maka keluarga sangat besar peranannya dalam membentuk jiwa dan kepribadian anak, karena baik buruknya kepribadian dan jiwa anak sangat tergantung pada keluarga atau kedua orang tuanya. Kepribadian adalah sifat yang membedakan Anda dari orang lain dan tercermin dalam perilaku, pola bahasa, dan cara berpikir Anda. Anak juga memiliki hak dalam keluarga yang harus diberikan oleh keluarga terutama kedua orang tua.

Menurut Gunarsa (2009:5) “lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang mula-mula memberikan pengaruh yang mendalam bagi anak”. Pendapat lainnya tentang lingkungan keluarga menurut Hasbullah (2008:3) yaitu “lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan. Dan dikatakan sebagai lingkungan yang utama karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga”

Keluarga memegang peranan penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan Anak-anak, apalagi di zaman sekarang ini dimana teknologi sudah banyak berkembang kejahatan terjadi di sekitar kita. Tidak hanya orang dewasa yang memiliki hak, Anak juga memiliki hak-hak yang harus mereka hormati dan terpenuhi untuk haknya tumbuh menjadi anak yang terpenuhi sehat, bahagia dan mungkin lebih sukses. Ketika tidak ada hak anak yang terpenuhi, salah satu akibatnya adalah terjerumus ke dalam kenakalan remaja.

 Seorang anak yang terjerumus ke dalam kenakalan remaja pasti ada penyebabnya baik dari faktor lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendampingi dan menuntun seorang anak agar dapat tumbuh dan berkembang di jalan yang benar.

Menurut Jurnal Pendidikan dan Konseling (Vol.2 No.1 tahun 2020) menyatakan bahwa proses interaksi orang tua-anak memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi tuntunan (demand) dan dukungan (support). Tuntutan adalah harapan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, dan dukungan adalah tanggapan positif terhadap pemenuhan harapan. Permintaan bisa positif dan negatif. Positif bila mendorong, merangsang atau mengendalikan perilaku anak ke arah yang lebih baik, dan negatif bila membatasi gerak anak.

Tahap-tahap perkembangan pada anak: Danziger (1976:62-63) menyatakan bahwa ada empat tahap perkembangan mental, yaitu:

(1) Tahap sensori motor. Pada tahap ini anak dalam memahami lingkungan melalui reflek motorik dan pengindraan serta sudah mencapai kemampuan dalam mempersepsikan ketetapan obyek. Oleh karena itu, dalam memberi tuntutan akan lebih efektif disampaikan melalui sentuhan, gerakan. Contohnya untuk menyuruh anak tidur, dapat dilakukan dengan mengayun, mendongeng, dan lain lain.

(2) Tahap pra operasional. Pada tahap ini anak sudah dapat menggunakan simbol atau bahasa dan menggunakan tanggapan internal peniruan. Tanggapan yang diberikan masih berorientasi pada egonya. Oleh karena itu, penyampaian tuntutan dapat disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan nyata. nalam menanggapi tuntutan anak dapat dilakukan dengan mendasarkan pada ego anak.

(3) Tahap operasional konkret. Anak sudah memiliki kemampuan berpikir sistematis terhadap obyek konkret. Hal ini memungkinkan orang tua dalam memberi tuntutan, menggunakan penjelasan terhadap situasi nyata yang dihadapi anak, dengan bukti atau contoh yang konkret.

(4) Tahap operasional formal. Pada tahap ini anak sudah mencapai kemampuan berpikir sistematis terhadap hal-hal yang abstrak. Dalam memberi tuntutan pada anak, perlu diberi alasan, penjelasan secara rasional, sebab anak tidak akan menerima atau mendukung begitu saja terhadap setiap tuntutan yang ada. Anak akan menanyakan sebab-sebabnya, keuntungan kerugiannya terhadap setiap tuntutan, mengapa suatu tindakan perlu atau tidak perlu dilakukan

Lingkungan keluarga merupakan hal terpenting dalam perkembangan Anak, karena keluarga merupakan perantara yang paling utama dan pertama mendidik dan meyakini nilai-nilai luhur bangsa pada diri anak-anak. Keluarga memiliki delapan fungsi, yaitu religi, pengasihan, perkembangan, perlindungan, informasi dan pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan konservasi untuk lingkungan.

Ketika seorang anak lahir, ia mempelajari dasar-dasarnya dari lingkungan keluarga terutama dari orang tua yang memberikan contoh perilaku, tutur kata, serta mengajarkan norma-norma dalam hidup yang baik agar diteladani seorang anak.

Peran keluarga sangat penting bagi perkembangan anak, peran orang tua atau keluarga sangat penting bagi perkembangan anak, karena seorang anak untuk pertama kalinya mengenal lingkungan keluarga, terutama orang tua. Orang tua harus dapat memberikan instruksi dan pengaruh positif, dan datang karakter yang dapat ditiru oleh seorang anak, karena nantinya menjadi milik seseorang anak-anak dalam hidup.

Orang tua harus menggunakan haknya anak menunaikan tugasnya sebagai orang tua agar anak bisa senang tumbuh dan berkembang. Orang tua dapat dan sangat dianjurkan setelah program parenting untuk mempersiapkan memiliki anak.

Lingkungan keluarga yang baik adalah hal yang paling utama dan penting selama masa perkembangan anak, di lingkungan keluarga peran orang tua dilatih untuk pertama kalinya. Dukungan anggota keluarga lainnya juga berpengaruh pada start-up karakter anak menanamkan dalam diri mereka kebiasaan baik bagi anak untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Dan juga yang harus dilakukan adalah mewujudkan sikap berkarakter dengan landasan yang mulia dengan banyak contoh nyata.

Lingkungan keluarga yang kurang baik akan berdampak tidak baik juga bagi perkembangan anak tersebut, karena pada dasarnya anak-anak akan mencontoh perilaku orang tuanya. Anak-anak pada usia dini merupakan masa dimana anak tersebut memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan selalu ingin mencoba hal-hal baru yang telah anak itu lihat dan menurutnya itu menarik.

Seperti yang sudah dibahas diatas, peran orang tua dalam keluarga adalah untung membimbing, mengajarkan hal-hal yang baik dan memenuhi hak-hak anak tersebut. Jika tidak, anak-anak yang tumbuh dari keluarga yang kurang baik akan terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik juga.

Kenakalan remaja merupakan salah satu kasus yang sering dijumpai dalam masyarakat dengan berbagai latar belakang, salah satunya disebabkan oleh lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau broken home. Kurangnya perhatian serta kasih sayang dari orang tua dan keluarga menjadi hal yang umum dijumpai saat ini.

Seorang anak dapat berbuat nekat atau melakukan suatu tindakan menyimpang yang dilakukan, tanpa berpikir panjang dan tidak memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dari perbuatannya.