![]() |
|
|
PENDIDIKAN karakter dapat diartikan sebagai proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk mengembangkan sikap dan perilaku secara optimal. Pendidikan karakter pertama kali harus dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga karena keluarga merupakan sumber utama dan pertama bagi anak untuk memperoleh dan membentuk serta mengembangkan karakter. Baik atau buruknya karakter anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga.
Proses pendidikan karakter anak dalam keluarga dapat dilakukan oleh orang tua dengan menggunakan beberapa cara antara lain keteladanan, pembiasaan, nasehat dan hukuman serta motivasi terhadap anak. Tercapainya proses pendidikan karakter didalam lingkungan kelurga bergantung pada keserasian antara orang tua,anak, cara yang digunakan serta lingkungan yang mendukung terjadinya proses pendidikan.
Pendidikan adalah aset dan modal bagi manusia yang dimulai sejak lahir untuk menjalani proses kehidupan.Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani. Karakter kehidupan yang tumbuh bersama anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya terutama lingkungan keluarga.
Keluarga sebagai unit terkecil dalam tatanan masyarakat merupakan unsur penentu pertama dan utama keberhasilan pembinaan anak. Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang dianugerahkan kepada orangtua dengan keadaan fisik dan psikologis yang sangat tergantung pada lingkungan sekitarnya terutama adalah keluarga.
Kaitannya dengan proses belajar anak, keluarga sebagai bagian dari lingkungan pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membina kepribadian anak, sebab didalam keluarga memberikan pendidikan dasar berkenaan dengan keagamaan dan budaya. Oleh karena itu kedudukan keluarga sebagai salah satu lembaga pendidikan (informal) sangatlah vital bagi kelangsungan pendidikan generasi muda.
Keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam berlangsungnya proses pendidikan dan pembentukan perilaku anak yang sesuai dengan nilai karakteryang ada di dalam masyarakat. Pendidikan keluarga, khususnya pendidikan anaktentunya membutuhkan peran orang tua yang sangat besar.
Anak yang umumnya berusia antara 0 sampai 12 tahun sangat membutuhkan arahan, bimbingan dantuntunan dari orang tua dalam menumbuhkan dan mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras nilai-nilai kehidupan, sehingga anak tidak hanya mengetahui nilai karakter dalam masyarakat, tetapi juga mampumenerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peranan Pendidikan Keluarga:
Peranan pendidikan keluarga adalah agar anak-anak memiliki bekal dalam mempersiapkan perkembangannya kelak dalam kehidupan dengan masyarakat. Sebab, pada dasarnya manusia mempunyai keinginan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sesuai dengan nilai karakter yang tumbuh bersama masyarakat.
Implikasi nyata dalam kehidupan bahwa keberhasilan pendidikan karakter bukan terletak pendidikan di sekolah saja, namun yang lebih utama adalah terletak pada proses pendidikan dalam keluarga, karena anak lebih mempunyai banyak waktu berinteraksi dengan orang tua dibanding dengan guru di sekolah.
Pembentukan karakter dilingkungan keluarga yang dapat dilakukan oleh orangtua dengan cara:
-1. Keteladanan: Peran orangtua dalam pembentukan karakter anak sejak dini sangat penting bagi kehidupannya kelak. Dan keteladanan mempuyai pengaruh yang lebih besar bagi anak daripada nasehat dan ucapan.
Seorang anak membutuhkan teladan yang baik, dan dia mengambil teladan dari orangtuanya. Karenanya dia mempuyai kecenderungan untuk meniru perilaku orang yang disukai, serta berusaha tampil seperti orang yang disukai. Dalam pembentukan dan pengembangan karakter anak, sebaiknya menggunakan pendekatan agama karena setiap agama berujung pada pembentukan karakter yang baik.
-2. Konsisten: Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak, anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya dan anggota keluarga lainnya, seperti perkataan, perbuatan dan sikap yang selalu orangtua lakukan.
Untuk membentuk karakter anak diperlukan perkataan, perbuatan dan sikap yang konsisten dilakukan dilingkungan keluarganya, jaganlah sekali-kali orangtua yang menerapkan pola asuh yang berbeda antara ayah dan ibu sehingga membuat anak kebinggungan, buatlah kesepakatan antara ayah dan ibu bagaimana pola asuh yang tepat sesuai dengan usia anak, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.
-3. Pembiasaan: Anak adalah peniru ulung apa yang dilihat didengar dan dirasakan akan cepat ditiru. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.
Dalam keluargalah pertama kali anak akan dibentuk karakternya. Pembiasaan berbuatan, perkataan dan sikap yang baik perlu diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan, dengan terbiasanya berbuat, berkata dan besikap yang baik akan menjadikan karakter yang baik pula bagi anak.
-4. Komunikasi di lakukan dengan cara: -Memberikesempatan pada anak agar bicara lebih banyak. - Mendengar aktif. - Berkomunikasi dengan posisi tubuh sejajar dengan anak dan kontrol mata.
-5. Disiplin: Salah satu pondasi yang dibutuhkan semua orang utuk meraih sukses adalah kedisiplinan. Peran orangtua dilingkungan keluarga sangat berperan sekali untuk menumbuhkan kedisiplinan, membiasakan kedisiplinan dari segala hal membuat seseorang belajar bekerja secara terencana, hingga semua kewajiban yang menjadi tugas utamanya dapat terselesaikan dengan tuntas.
-6. Tanpa kekerasan: Bentulah karakter yang baik terhadap anak tanpa dengan kekerasan, pepatah mengkatakan buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Maka itu berhati-hati dalam bersikat terutama bila didepan anak.
Dalam mengembangkan pendidikan karakter di dalam keluarga jangan hanya di lakukan di kota kota besar saja, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini di lakukan karena cara pandang keluarga terhadap pendidikan di setiap daerah berbeda beda. Di sisi lain, di daerah mana pun, peranan keluarga sangat di butuhkan oleh anak.
Dari paparan di atas jelas bahwa jenis pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak. Kesalahan dalam pengasuhan anak akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik.
Menurut Megawangi (2003) ada beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi anak sehingga berakibat pada pembentukan karakternya, yaitu:
-1. Kurang menunjukkan ekspresi kasih sayang baik secara verbal maupun fisik. -2. Kurang meluangkan waktu yang cukup untuk anaknya. -3. Bersikap kasar secara verbal, misainya menyindir, mengecilkan anak dan berkata-kata kasar.
-4. Bersikap kasar secara fisik, misalnya memukul, mencubit, dan memberikan hukuman badan lainnya. -5. Terlalu memaksa anak untuk menguasai kemampuan kognitif secara dini. -6. Tidak menanamkan "good character' kepada anak. Dampak yang ditimbulkan dari salah asuh seperti di atas.
Dampak yang ditimbulkan dari salah asuh seperti di atas, menurut Megawangi akan menghasilkan anak-anak yang mempunyai kepribadian bermasalah atau mempunyai kecerdasan emosi rendah.
-1. Anak menjadi acuh tak acuh, tidak butuh orang lain, dan tidak dapat menerima persahabatan. Karena sejak kecil mengalami kemarahan, rasa tidak percaya, dan gangguan emosi negatif lainnya. Ketika dewasa ia akan menolak dukungan, simpati, cinta dan respons positif lainnya dari orang di sekitarnya. la kelihatan sangat mandiri, tetapi tidak hangat dan tidak disenangi oleh orang lain
-2. Secara emosiol tidak responsif, dimana anak yang ditolak akan tidak mampu memberikan cinta kepada orang lain.
-3. Berperilaku agresif, yaitu selalu ingin menyakiti orang baik secara verbal maupun fisik. -4. Menjadi minder, merasa diri tidak berharga dan berguna.
-5. Selalu berpandangan negatif pada lingkungan sekitarnya, seperti rasa tidak aman, khawatir, minder, curiga dengan orang lain, dan merasa orang lain sedang mengkritiknya.
-6. Ketidakstabilan emosional, yaitu tidak toleran atau tidak tahan terhadap stress, mudah tersinggung, mudah marah, dan sifat yang tidak dapat di prediksi oleh orang lain.
