Pengaruh Kesenjangan Akses Internet di Era Digital Dalam Menunjang Pendidikan
--None--
Kamis, 12/01/2023, 10:12:15 WIB

PENDIDIKAN adalah suatu proses meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan seseorang atau sekelompok orang sehingga mempunyai spiritual keagamaan atau kepribadian yang baik, dan mempunyai pengetahuan yang berguna untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik, penguasaan diri, akhlak mulia, kecerdasan dan keterampilan yang di perlukan oleh dirinya sendiri dan masyarakat.

Pendidikan menjadi suatu hal yang penting untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, dengan adanya pendidikan kita dapat menggali potensi-potensi, dan keterampilan pada generasi muda.

Di Indonesia pendidikan di bagi kedalam tiga kategori yaitu pendidikan formal, non formal, dan informal dan terdiri dari empat jenjang yaitu anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah, dan sekolah tinggi, pemerintah juga mewajibkan program belajar selama 12 tahun dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dengan memberikan kesempatan pendidikan seluas-luasnya kepada masyarakat.

Khususnya generasi muda untuk melanjutkan pendidikan hingga kejenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA) atau bentuk lain yang sederajat. Saat ini metode pembelajaran di sekolah semakin bervariasi hal tersebut merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang mengeluarkan inovasi inovasi baru sehingga mampu menunjang pendidikan.

Perkembangan teknologi tersebut juga di rasakan oleh bangsa Indonesia terutama di sektor pendidikan, salah satunya yaitu internet, penggunaan internet ikut terlibat dalam proses belajar mengajar. Dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat mengharuskan pendidik dan peserta didik dapat menguasai dan aktif terhadap teknologi digital.

Teknologi digital di awali dengan kemunculan komputer dan internet yang kemudian berkembang dengan sangat pesat hingga ke berbagai belahan dunia. Teknologi digital adalah seperangkat alat yang tidak lagi menggunakan tenaga manusia tapi menggunakan sistem komputerisasi yang canggih, kemajuan teknologi tersebut sering disebut dengan era digital.

Era digital merupakan perkembangan dari dunia teknologi yang terdiri atas seperangkat media yang tidak akan berfungsi jika berdiri sendiri. Sedangkan media digital adalah sebuah bentuk media elektronik dimana data disimpan dalam format digital. Di era digital ini perkembangan internet memberikan peranan penting dalam lapisan masyarakat.

Lani Sidharta, menyatakan bahwa internet adalah suatu bentuk komunikasi dari sebuah jaringan komputer, dimana dapat memberikan bentuk layanan informasi secara lengkap. Lebih lanjutnya Lani mengatakan bahwa internet juga merupakan rekan maya atau virtual yang ampuh yang biasa digunakan dalam media bisnis, politik dan bahkan untuk hiburan semata.

Perkembangan internet di indonesia sangat pesat, Kementrian Komunikasi Dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dari jumlah pengguna internet tersebut 80 persen diantaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Tanpa kita sadari internet telah bermain dalam separuh sisi penting dalam kehidupan kita, sebagai contoh dalam hal pendidikan.

Pemanfaatan internet amat dirasakan oleh dunia pendidikan saat ini karena kehadiran internet dalam dunia pendidikan telah banyak memperbarui konsep pendidikan nasional kearah yang lebih modern. Fungsi utama dari internet yaitu sebagai sarana konektivitas, komunikasi, akses internet dan pertukaran informasi dari berbagai belahan dunia.

Sehingga kehadiran internet sangat membantu dalam dunia pendidikan karena inetrnet dapat di gunakan sebagai pasilitator untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran, dan membantu dalam mencari berbagai materi pembelajaran yang mungkin belum di jelaskan dengan rinci di dalam buku pelajaran.

Selain itu internet juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan karir dalam jabatan guru, dan sebagai wadah untuk berkomunikasi antara guru, siswa, dan orang tua siswa. Selain memberikan dampak positif tentunya kehadiran internet juga di iringi dengan dampak negatif pantas saja jika internet di ibaratkan sebagai “pisau bermata dua” sehingga di perlukan pengawasan dan pemanfaatan internet secara sehat dan bijak.

Kesenjangan Digital di Indonesia: Indonesia merupakan negara kepulauan yang mencakup pulau pulau besar dan kecil dengan jumlah pulau lebih dari 13.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dan sebagian tofografi wilayah berbentuk pegunungan dan lembah.

Sehingga lokasi pedesaan menyebar yang mengakibatkan pembangunan sarana komunikasi dan informasi cukup sulit di lakukan, serta perlu dukungan biaya yang tidak murah. Hal tersebut mengakibatkan kesenjangan digital terutama dalam mengakses internet. Global Connectivity Report 2022 menjelaskan, pengguna internet di perdesaan secara umum lebih rendah akibat kurangnya infrastruktur.

Zulkarimen & nasution (2007) menyebutkan, bahwa kesenjangan digital merupakan keadaan dimana terjadi gap antara mereka yang dapat mengakses internet melalui infrastruktur teknologi informasi dengan mereka yang sama sekali tidak terjangkau oleh teknologi tersebut.

Kesenjangan digital di Indonesia tidak terlepas dari infrastruktur yang belum merata terutama di daerah pedesaan hal tersebut juga di pengaruhi oleh kondisi geografis di indonesia, kesenjangan digital di pedesaan juga memiliki beberapa tipe seperti kesenjangan masyarakat yang bisa mengakses internet dan yang belum bisa mengakses internet, dan perbedaan kualitas penggunaan internet dalam kehidupan sehari hari.

Molnar (2003) mengemukakan bahwa ada tiga tipe kesenjangan digital yaitu access divide atau kesenjangan digital tahap awal yang merujuk pada kesenjangan antara masyarakat yang memiliki akses dan yang tidak memiliki akses terhadap internet. Kesenjangan yang berikutnya adalah usage divide atau kesenjangan digital primer yang merujuk pada perbedaan penggunaan internet antara masyarakat yang memiliki akses terhadap internet.

Adapun kesenjangan selanjutnya, adalah quality of use divide atau kesenjangan digital lapis kedua yang fokus pada perbedaan kualitas penggunaan internet pada masyarakat yang menggunakan internet dalam keseharian.

Desa Karangpari adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Bantarkawung, kabupaten Brebes yang mengalami kesenjangan internet, hal ini disebabkan oleh kondisi geografis desa yang jauh ke wilayah perkotaan sehingga kesulitan untuk mengakses internet, kesenjangan ini pada akhirnya memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakatnya terutama dalam aspek pendidikan.

Kesenjangan internet di desa Karangpari memberikan pengaruh yang cukup signifikan terutama dalam kegiatan pendidikan, salah satu pengaruhnya yaitu siswa mengalami kesulitan mengakses pembelajaran karena pada era digital seperti saat ini banyak sekolah-sekolah yang memberikan informasi atau file tambahan untuk belajar melalui smartphone yang terhubung dengan internet, sehingga file tersebut dapat di akses dan tidak tertinggal informasi-informasi dari pihak sekolah.

Pada masa pandemi Covid-19 siswa di haruskan belajar secara online (e-learning), hal tersebut semakin memperlihatkan kesenjangan akses internet yang semakin besar di masyarakat. Siswa dan masyarakat yang tinggal di desa Karangpari masih mengalami kesulitan mengakses pembelajaran ketika e-learning karena sulitnya mendapatkan sinyal internet, sehingga para siswa di desa Karangpari sering mencari-cari tempat dan berpindah-pindah tempat untuk mencari akses internet yang bagus hal tersebut tentunya sangat mengganggu kegiatan belajar siswa.

Kita tentu berharap pembangunan akses internet di Indonesia terutama di daerah pedesaan bisa segera merata, sehingga masyarakat di wilayah pedesaan tidak tertinggal dengan kemajuan digital dan kegiatan pendidikan dapat lakukan dengan maksimal.