Jalan Rusak Parah, Warga SiJampang Menyebut: Kali Sat
--None--
Selasa, 10/01/2023, 10:00:58 WIB

JALAN merupakan akses mobilisasi yang memiliki peran penting bagi masyarakat, selain sebagai media transportasi atau kendaraan, dengan adanya jalan tentu bisa membuat akses masyarakat dari satu tempat ke tempat lain semakin mudah.

Namun apa jadinya jika jalan itu rusak, membuat para pengendara kendaraan kesusahan melewati karna jalan yang rusak dan berlubang. Kondisi kerusakan Jalan Kaligua-Paguyangan membuat resah pengguna jalan.

Seperti yang terjadi pada jalan Dusun SiJampang, dimana medan jalan yang berada di Jalan Kaligua-Paguyangan ini dengan kondisi menanjak namun mengalami kerusakan, sehingga membuat para pengendara baik beroda dua maupun beroda empat kesulitan melewatinya.

Jalan yang berada di Jalan Kaligua-Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes jalan akses masyarakat untuk beraktivitas sehari hari yang saat ini keadaan jalannya sangat rusak berat dan banyak lubang. Sedangkan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan menuju wisata, yakni Wisata Agro Kaligua.

Dari kondisi jalan tersebut para pengguna jalan arah Kaligua begitu mengharapkan peran dari pemerintah agar segera memperbaiki akses jalan yang sudah cukup lama mengalami kerusakan ini. Karena jalan ini adalah jalan menuju wisata Kaligua, dan wisata kaligua  merupakan salah satu wisata yang sangat digemari para wisatawan dari luar daerah.

Diketahui penyebab jalan rusak tersebut diakibatkan banyaknya aspal yang telah terkelupas akibat hujan deras yang terus menerus, serta pengikisan pada tanah sawah yang berada tepat di samping jalan sehingga menyebabkan jalan hanya menyisakan permukaan batu dari tengah jalan sampai ruas jalan.

Tidak hanya itu truk-truk besar bermuatan berat yang setiap hari melintasi juga menjadi salah satu pemicu jalan menjadi rusak dan berlubang. Sungguh kondisi jalan memprihatinkan dan tidak begitu baik bagi para pengendara karena bisa mengakibatkan kecelakaan.

Kesal dengan kurangnya perhatian dari pemerintah yang belum ada pemberian penanganan yang tepat, warga SiJampang menyebut jalan tersebut dengan sebutan "Kali sat".Rima Noviana seorang mahasiswa yang tinggal di  Dusun SiJampang tersebut menyampaikan kekhawatirannya ketika melewati jalan. Menurutnya "Jalan semakin hari semakin sulit di lalui, saya kesusahan ketika melewati karna jalan yang sangat rusak parah dan berlubang, bahkan seringkali terjadi kecelakaan".

Masyarakat SiJampang banyak yang mengeluhkan bahwa perhatian pemerintah daerah dan instansi yang terkait dinilai sangat lamban terkait rusaknya Jalan Kaligua-Paguyangan. Menyikapi lambannya penanganan perbaikan jalan, masyarakat SiJampang berusaha menanganinya dengan menanami pohon pisang dan padi di jalan yang berlubang tersebut. Dengan maksud agar para masyarakat ketika melewati jalan tersebut lebih berhati-hati.

Salah seorang warga Dusun SiJampang Kecamatan Paguyangan, M. Rihelut Ubaidillah menyatakan bahwa kondisi jalan rusak tersebut kurang lebih sudah lima tahun tidak ada perbaikan. Kondisi ini membuat warga merasa  merasa kesal dan kecewa dengan adanya kerusakan ini yang menimbulkan kekhawatiran ketika melewati jalan tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan pemerintah daerah Kabupaten Brebes yang lamban untuk perbaikan jalan yang kondisinya rusak parah dan berlubang yang kerap menimbulkan kecelakaan," tuturnya.

Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu, Andi Aziz Amin Amrulloh yang langsung datang ke lokasi mengatakan, memang kondisi jalan rusak dan berlubang dan sudah dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus senilai Rp 20,8 Milyar yang rencananya awal tahun 2023 sudah bisa dilaksanakan.

“Untuk sementara kami akan melakukan perbaikan khususnya dijalan yang berlubang dengan Could Milling yaitu bekas kerukan aspal di jalan nasional dan tentunya sesuai prosedur. Mudah-mudahan besok langsung kita laksanakan penambalan di jalan yang berlubang,” katanya.

Kerusakan jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat, karena jalan ini merupakan akses perekonomian, pertanian, pendidikan dan akses pariwisata. Dan membuat tujuh akses mobilitas masyarakat desa yang melewati jalan tersebut terganggu. Tujuh desa tersebut yakni Desa Taraban, Kretek, Wanatirta, Cipetung, Pandansari dan Wanareja.

Semoga dengan adanya kejadian seperti ini, pemerintah lebih cepat tanggap dalam memberikan solusi. Dan segera melaksanakan penanganan perbaikan jalan agar para masyarakat dan pengguna jalan lain mudah dalam mengakses jalan dan dapat melakukan aktivitas masing-masing seperti biasanya tanpa ada rasa khawatir.

Dan untuk daerah-daerah di tempat lain semoga tidak merasakan hal yg sama, semua akses jalan yang di lewati baik dan mudah dilalui. Sehingga semua aktivitas yang lain dapat di lakukan dengan mudah dan nyaman.