Dampak Negatif Bermain Game Online Bagi Anak
--None--
Senin, 09/01/2023, 13:07:44 WIB

GAME online atau sering disebut dengan Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet), permaianan ini biasanya di mainkan secara bersamaan dengan pemain yang tidak terbatas banyaknya.

Menurut Januar dan Turmudzi (2006:) game online ialah sebagai game komputer yang dapat dimainkan oleh multi pemain melalui internet. Menurut pendapat Samuel (2010) game online adalah permainan dengan jaringan, dimana interaksi antara satu orang dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan, melaksanakan misi, dan meraih nilai tertinggi dalam dunia virtual.

Sedangkan  menurut pendapat  Rini (2011)  game online adalah sebuah permainan video yang dimainkan selama beberapa bentuk jaringan komputer, menggunakan komputer pribadi atau konsol video game. Jaringan ini biasanya internet atau teknologi setara, tetapi game selalu digunakan apa pun teknologi yang saat ini: modem sebelum Internet, dan keras kabel terminal sebelum modem.

Perluasan game online, telah mencerminkan keseluruhan perluasan jaringan komputer dari jaringan lokal kecil ke internet, dan pertumbuhan akses internet itu sendiri.

Game online tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga memberikan tantangan yang menarik diselesaikan sehingga individu bermain game onlinetanpa memperhitungkan waktu demi mencapai kepuasan. Hal ini menjadikan pemain game online tidak hanya menjadi penikmat game online tetapi juga dapat menjadi pecandu game online menurut Pratiwi (2012) yang terdapat pada jurnal Febriandari dkk (2016:).

Setiap game online memiliki tingkat kesulitan/level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi pernak-pernik senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi.

Game Online Pada Anak

Dunia anak-anak merupakan dunia bermain. Maka merupakan hal yang wajar jika anak-anak sangat menyukai waktu bermain. Bermain tidak hanya merupakan kegiatan yang bersifat hiburan tetapi juga dapat menambah wawasan seperti melatih kemampuan bahasa, melatih logika, melatih kerjasama, mengembangkan imajinasi, stimulasi otak, dan sebagainya (Soedarso, 2016).

Pada masa modern seperti saat ini, anak-anak banyak menggemari game online yang sangat beragam jenisnya. Game online merupakan salah satu bentuk hiburan digital berbasis internet yang sangat diminati, dan menjadi tren gaya hidup yang sangat disukai berbagai kalangan termasuk anak-anak. Anak-anak bahkan dapat bermain game online seharian dan sering bermain dalam jangka waktu lama (lebih dari tiga jam) (Ameliya, 2008).

Permainan game oline memang bisa dimankan oleh hampir semua kalangan baik itu remaja maupun anak-anak.Dengan adanya dampak yang negatif sangat berbahaya bagi karakter anak,dan seorang ibu harus pandai untuk mengatur waktu.Ajak anak untuk membuat jadwal bermain game,sehingga dia bisa membagi waktu untuk kegiatan yang lain.

Hanya karna adanya permainan game online ini maka prilaku anak bisa dengan cepat berubah.Bahkan mereka kehilangan kemampuan dalam kehidupan sosialnya.Jangan sampai gaem yang bertujuan untuk memberikan hiburan justru membawa dampak yang buruk bagi karakter anak.

Dampak Negatif Game Online

Konsumsi game online yang terlalu berlebihan dapat berdampak negatif pada anak di antaranya adalah malas melakukan aktifitas lain, kurang bersosialisasi dengan masyarakat, melupakan orang terdekat disekitarnya, gangguan pada mata, keluarnya kata kasar, dan sebagainya  (baliglobal.sch, 2016).

Game online juga dapat menyebabkan anak bersifat acuh tak acuh terhadap lingkungan sosialnya dan bahkan mengabaikan dunia nyata karena kesenangan dalam dunia maya yang bisa berakibat pada sikap agresif yang ditunjukan oleh anak (Musthafa, 2015).

Kecanduan game online bukan hanya berdampak pada perilaku anak tetapi juga mempengaruhi kesehatan fisiknya. Anak yang terlalu banyak bermain game beresiko mengalami gangguan pendengaran, pengelihatan, insomnia, bahkan gangguan perkembangan otak. Sehingga dalam hal ini, peran orangtua sangat diperlukan untuk membatasi waktu bermain anak-anak. Karena kesalahan fatal yang sering dilakukan orangtua adalah memberi kebebasan dan tidak membatasi waktu bermain game online pada anak.

Selain itu, bermain game tanpa pengawasan orangtua juga dapat berdampak negatif terhadap anak, karena tidak semua game aman untuk dimainkan oleh anak. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya game-game yang mulai dilarang untuk dimainkan karena membawa dampak negatif terhadap anak seperti berperilaku agresif dan mengikuti hal yang tidak baik pada game tersebut, seperti berkelahi dan sebagainya (Tumanggor, 2018).

Lebih jauh dari itu, Game online banyak mengandung adegan kekerasan baik secara verbal atau pun non verbal yang akan menjadi contoh buruk untuk perkembangan anak terutama pada perilaku anak tersebut. Menurut Tumannggor (2012), jika anak bermain game yang terdapat kekerasan di dalamnya seperti Point Blank, PubG, crossfire dan sebagainya. Anak akan meniru perilaku dan mempraktekan kepada teman nya.

Menurut pakar psikologi Douglas Yahudi dan Craig Anderson (2009 dalam Ananda, 2015), menunjukkan bahwa ada kemungkinan kekerasan dalam game online memungkinkan memiliki efek lebih kuat menimbulkan agresi terhadap anak dibandingkan dengan pengaruh media terdahulu.

Menurut Anderson, Gentle, dan Buckley (2007 dalam Keken & Benni, 2011), menuturkan bahwa perilaku agresif yang muncul dapat bersifat verbal, fisik atau kekerasan, dan relasi. Agresif verbal adalah agresif berbentuk perkataan yang menyakitkan secara verbal seperti cacian-cacian atau kata-kata kotor akibat isi yang ada di dalam permainan. Kemudian agresif fisik atau kekerasan adalah jenis perilaku agresif yang paling banyak terjadi setelah pemain bermain game.

Sedangkan agresif secara relasi adalah kerusakan hubungan atau relasi sosial berupa perasaan ditolak dari lingkungan, persahabatan, atau pelibatan pada kelompok tertentu. Sifat dari game itu sendiri adalah sebagai penghibur, tetapi jika terlalu berlebihan menjadikan anak bertingkah laku agresif seperti menjadi pemarah, senang memberontak, berkata kasar jika dinasehati atau bahkan bisa memukul (Ananda,  2015).

Hasil penelitian Yang (2005 dalam Winsen, 2012) pada siswa yang mengalami kecanduan internet di Korea menunjukkan bahwa siswa dengan kecanduan internet akan mudah dipengaruhi oleh perasaan, emosional, kurang stabil, imajinatif, tenggelam dalam pikiran, mandiri, bereksperimen, dan lebih memilih keputusannya sendiri (Cao & Su, 2006 dalam  Winsen, 2012).

Penanganan Bagi Pecandu Game Online

Terhadap anak yang mengalami ketergantungan pada game online dapat dilakukan penanganan  internet ialah pemain menjaga waktu bermain dengan singkat tetapi sering dan menerapkan jadwal untuk bermain internet termasuk game dengan ini akan memberikan perasaan pemain  berada dalam kontrol.

Dengan demikian pemain juga dapat melakukan aktivitas lain selain bermain game online. Dukungan kehidupan sosial pemain di kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh untuk penanganan ketergantungan internet (Young, 1999 dalam Winsen 2012). Sehingga orang tua dan lingkungan sekitar mutlak turut serta membantu anak-anak yang sedang mengalami kecanduan game online ini.

Kecanduan game online bisa dialami oleh siapa saja baik anak-anak maupun remaja hingga orang dewasa.Tak sedikit orang yang menjadikan game online itu sebagai hobi untuk mengisi waku luang.

Namun jika game online ini sudah menimbulkan kecanduan,hal inilah yang harus diwaspadai.karena sangat mengganggu mental yang denagn dorongan untuk bermain game hingga berjam-jam hingga melupakan aktivitas lainnya,seperti pekerjaan atau tugas sekolah.