![]() |
|
|
…keseriusan menjunjung tinggi derajat bahasa Tegal…
PanturaNews (Tegal) - Milad Sastra Tegalan ke-28 kali ini cukup istimewa. Digelar tiga agenda sekaligus pada hari ini, Sabtu 26 November 2022 siang di Kampus Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Acara ini bertepatan dengan hari lahirnya Sastra Tegalan yang jatuh pada 26 November 1994.
Tiga acara yang diusung Komunitas Sastrawan Tegalan (KST) pada acara milad, cipta puisi Tegalan yang sekaligus dibukukan dengan judul buku antologi “Ngranggéh Kabegjan” dengan editor Lanang Setiawan, memuat 28 penyair dari 5 daerah: Tegal, Slawi, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes, dan Pekalongan.
Sementara untuk kegiatan sarasehan Sastra Tegalan dengan thema “Ngranggéh Kabegjan Brayan Kanggo Sakabehané” berlangsung di Ruang Aula Yayasan Pendidikan Pancasakti menghadirkan pemateri Dr. Dina Nurmalisa dosen Universitas Pekalongan, Dr. Tri Mulyono dosen Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, dan moderator Muarif Esage selaku HB. Yasin Tegalan.
Selanjutnya digebernya Lomba Maca Puisi Tegalan bertempat di serambi Perpustakaan UPS dengan dewan juri terdiri dari Hendri Yetus Siswono, Jimmy HC, dan penyair Budi Pratikto. Kedua acara itu berlangsung dari mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.
Sebelumnya pada Rabu, 23 November 2022 telah berlangusung malam syukuran Milad Sastra Tegalan ke-28 tahun berlangsung di Peringgitan Balaikota Tegal dihadiri oleh Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Dr. Maufur, Lanang Setiawan, Muarif Esage, Diah Setyowati, Hendri Yetus Siswono.
Abu Ma’mur MF, Apito Lahire, Dyon Dyonk, Atmo Tan Sidik, Julis Nur Hussein, Mi’jod Adhika, Heni Oemar, Rony Kribo, Riani Pemulung, Kepala BNN Tegal Sudirman, Ustadz Edy Priyono, Sengsong, Nanang Qosim, dan beberapa dosen, guru, sebagian jajaran Pemkot Tegal, para seniman, novelis, dan tokoh masyarakat.
Pada acara syukuran puluhan penyair dari 4 daerah: Tegal, Slawi, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Tegal geriap membaca puisi Tegalan yang terhimpun pada buku antologi Puisi Tegaleri 2:4:2:4 terbitan Komunitas Sastrawan Tegalan. Setiap penyair yang membacakan puisi mendapatkan uang sawer dari Walikota Tegal.
“Untuk acara yang berlangsu pada hari ini, 26 November 2022, kami serentak melaksanakan acara sarasehan, lomba baca puisi Tegalan, dan peluncuran buku antologi gabungan antara Puisi Tegalan dan Puisi Tegalerin 2:4:2:4. Buku bertajuk “Ngranggéh Kabegjan” itu dieditori Lanang Setiawan dengan kata pengantar Mohammad Ayyub,” ujar Dyon Dyonk selaku Ketua Panitia Penyelenggara tiga acara itu.
Ditambahkan, acara milad ini merupakan penanda bahwa Komunitas Sastrawan Tegalan tidak pernah henti berkiparah dari tahun ke tahun demi untuk memuliakan bahasa Tegal lewat dunia sastra.
“Tekad kami terus bergerak dalam dunia sastra semata-mata agar bahasa Tegal membumbung tinggi untuk mencapai martabat sepadan dengan bahasa-bahasa lain dan karya sastra pada umumnya. Hingga sterotip nyinyir, akhirnya tidak berlaku lagi,” tuturnya.
Dyon Dyonk menambahkan, bahwa usia Sastra Tegalan ke-28 bukan usia main-main. Melainkan gerakan Sastra Tegalan yang diusung dari tahun 1994 hingga sekarang telah dipandegani oleh Komunitas Sastrawan Tegalan, menunjukkan keseriusan menjunjung tinggi derajat bahasa Tegal.
