Korban Bencana Tanah Gerak Butuh Bantuan Material untuk Huntara
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Selasa, 15/11/2022, 16:02:46 WIB

Huntara untuk warga korban bencana tanah gerak di Dukuh Karanganyar Desa Sridadi Kecamatan Sirampog, (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga korban bencana alam tanah bergerak di Dukuh Karanganyar Desa Sridadi Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami kekurangan material untuk pendirian hunian sementara (Huntara). Pasalnya, material bangunan bekas bongkaran yang digunakan banyak yang rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo mengatakan, pendirian Huntara di Dukuh Rebo tanah bengkok desa masih kekurangan bahan material. Huntara dibuat dengan material bekas bongkaran dan tidak semuanya dapat dipakai lagi 

"Seperti dinding dari asbes atau lainnya rusak saat proses pembongkaran di lokasi bencana, juga bahan lainnya," katanya, Selasa 15 November 2022.

Menurutnya saat ini baru 10 unit Huntara yang siap ditempati dan 25 unit lagi masih dalam proses pembutan dan terkendala material. Sementara dari 65 rumah yang harus dibongkar masih ada 20 lagi belum dibongkar.

"Korban tanah gerak semua sudah meninggalkan rumahnya dan mengungsi baik yang sudah dibongkar maupun yang belum dibongkar," ujar Sudiryo.

Dikatakan, meski ada 10 unit Huntara yang sudah jadi, warga belum pindah karena belum ada sanitasi. Rencananya dari BPBD Brebes yang akan menyiapkan untuk pembuatan sanitasi.

"Untuk sanitasi belum ada sehingga warga belum dapat menempati huntara yang sudah jadi," ungkap Sudiryo.

Pembuatan Huntara dilakukan oleh para relawan dan warga, setiap hari hampir 200 orang. Kebutuhan logistik untuk warga pengungsi dan relawan masih cukup.

"Logistik cukup untuk kebutuhan sepekan ke depan dan bantuan dari mayarakat terus mengalir katanya," kata Sudiryo.

Ditambahkan, PMI Brebes juga kembali menyalurkan bantuan bahan makanan, sehingga menambah persedian logistik untuk pengungsi dan juga relawan.